Contoh Cerpen tentang Bullying di Sekolah dan Lingkungan Rumah Singkat
Merupakan singkatan dari cerita pendek, cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Simak contoh cerpen bertemakan bullying di dalam artikel ini.
Struktur Cerpen
Diketahui, cerpen memiliki struktur yang terdiri dari 6 bagian, yakni:
1. Abstrak
Abstrak adalah bagian cerpen yang menggambarkan keseluruhan isi cerita.
2. Orientasi
Orientasi cerpen berisi penentuan peristiwa yang menciptakan gambaran visual dari latar, atmosfer, dan waktu dari cerita.
Pada bagian ini, kamu juga akan menemukan pengenalan para tokoh, hubungan antar tokoh, hingga menata adegan.

Advertisement
3. Rangkaian Peristiwa
Kemudian, pada bagian rangkaian peristiwa terdapat kisah yang berlanjut melalui serangkaian peristiwa satu ke peristiwa lainnya yang tidak terduga.
4. Komplikasi
Pada bagian ini, cerita akan bergerak menuju puncak masalah atau konflik, pertentangan, hingga kesulitan-kesulitan bagi para tokoh yang memengaruhi latar waktu dan karakter.
5. Resolusi
Terakhir, pada bagian revolusi ini akan mengisahkan solusi dari tantangan atau masalah yang dicapai. Kamu juga akan mengetahui bagaimana cara pengarang mengakhiri cerita di bagian ini.
6. Koda
Koda adalah komentar akhir terhadap keseluruhan isi cerita. Biasanya, bagian ini juga bisa disebut simpulan cerpen.
Contoh Cerpen tentang Bullying di Sekolah
Berikut adalah contoh cerpen tentang bullying di sekolah yang dikutip dari situs cerpenmu.com.
Bullying
Karya: Fariz Yusufa
Namaku Edo, Aku mulai berangkat ke sekolah seperti bisa diantar sama bapakku. Di smp ini, aku tidak mempunyai teman satu pun yang aku kenal sebelumnya. waktu SD saya terkenal culun dan orang yang tidak terlalu PD dengan diri sendiri.
Aku tidak pernah melakukan perlawanan saat orang lain mengejekku. Itu merupakan salah satu faktor kenapa aku sering dibully, Dengan badanku yang gemuk dan kulit hitam.
Melanjutkan yang tadi, sesampainya aku di sekolah dengan diantar sama bapakku. Seperti sekolah lainnya di hari senin ini akan ada upacara bendera. Ini merupakan saat dimana aku malas untuk mengikuti, dengan badanku yang gemuk ini seperti biasa teman-teman akan mengejek.
Bel sekolah sudah berbunyi menandakan upacara bendera akan segera dimulai. Aku sudah siap dengan perlengkapan upacara seperti topi dan juga dasi. Sesampainya di lapangan upacara, perkelas akan membuat barisannya sendiri.