Contoh-contoh Visi Guru Penggerak yang Bisa Jadi Inspirasi Lengkap

Baca dan cermatilah contoh visi guru penggerak di dalam artikel ini untuk kamu jadikan sebagai inspirasi.

28 Juli 2024 Bella Carla

Contoh-contoh Visi Guru Penggerak yang Bisa Jadi Inspirasi Lengkap – Program guru penggerak adalah program dari Kemendikbud yang bisa diikuti oleh TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB.

Untuk bisa menjadi guru penggerak, peserta harus mengikuti lulus seleksi tahap 1 dan mengikuti pendidikan guru penggerak selama enam 6 bulan.

Yuk, ulik contoh-contoh visi guru penggerak yang bisa jadi inspirasi di bawah ini.   

Berikut Contoh-contoh Visi Guru Penggerak untuk Inspirasi

Contoh-contoh Visi Guru Penggerak
unsplash.com/husniatisalma

Adanya program guru penggerak diharapkan guru dapat menjadi pemimpin-pemimpin di masa mendatang yang dapat mewujudkan generasi unggul Indonesia.

Dalam program guru penggerak, guru wajib membuat visi guru penggerak.

Buat kamu yang berencana ingin mengikuti program guru penggerak, yuk cermati terlebih dahulu contoh-contoh visi guru penggerak di bawah ini untuk inspirasi.

Contoh 1

Aksi Nyata Visi Guru Penggerak

Aksi Nyata Visi Guru Penggerak Visi adalah tujuan perubahan dasar yang dilakukan secara konsisten.

Perubahan dasar yang dimaksud adalah budaya sekolah yang terbentuk dari kebiasaan warga sekolah.

Perubahan itu sendiri perlu diprakarsai oleh seseorang atau sekelompok orang. Dalam hal ini, sepatutnya guru menjadi pemimpin perubahan itu sendiri.

Konsep Trilogi kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara (KHD) wajib sebagai dasar guru melakukan perubahan. Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Dalam kesempatan lain, KHD menjelaskan bahwa ada 6 cara utama mendidik, yakni memberi contoh, pembiasaan, pengajaran, perintah, paksaan dan hukuman, laku, pengalaman lahir dan batin.

Visi Calon Guru Penggerak (CGP) yang sudah ditetapkan yakni mewujudkan murid mandiri, beretika dan bersahaja.

Visi ini dibuat tentu disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki dan mengacu pada Profil Pelajar Pancasila.

Sebelum melangkah ke aksi nyata mewujudkan visi CGP, terlebih dahulu merancang rencana manajemen perubahan berdasarkan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA).

IA dimaksudkan untuk mewujudkan murid yang mandiri, beretika dan bersahaja.

Implementasi mewujudkan murid mandiri, beretika, dan bersahaja perlu diejawantahkan dengan perilaku guru terlebih dahulu sebagai pemimpin pembelajaran untuk memberi contoh.

Berdasarkan rancangan pendekatan Ia yang telah dibuat hal awal yang dilakukan adalah menemukenali ciri-ciri murid yang mandiri, beretika dan bersahaja.

CGP dan rekan kerja mencari literatur dan informasi mengenai bagaimana arti mandiri sesuai umur peserta didik Sekolah Dasar (SD).

Menyusun program pada awal tahun pelajaran 2021/2022 untuk sekalian membuat program pembiasaan dan pengembangan warga sekolah.

Aksi nyata yang dilakukan CGP salah satunya mengikuti pengembangan diri menggunakan aplikasi sistem presensi model dalam jaringan (daring).

Pemerintah Kabupaten Tabanan mengeluarkan sistem presensi berbasis daring menggunakan aplikasi bernama Prestasi Online Tabanan yang bisa diunduh di playstore gawai Android.

Aplikasi ini dimaksud untuk meningkatkan etos kerja para ASN di Kabupaten Tabanan. Hal ini tentu sesuai dengan teori cara mendidik KHD yaitu memberi contoh.

Guru diharapkan dapat meningkatkan komitmen mutu diri sendiri yang berimbas pada murid.

Sosialisasi penggunaan aplikasi Prestasi Online Tabanan dilakukan di SD Negeri 2 Angseri dibuka oleh Kepala Sekolah SD Negeri 2 Angseri dengan pemateri salah satu guru dari SD Negeri 3 Apuan.

Hal yang didapat adalah teknis penggunaan aplikasi untuk admin dan user.

Ini penting diketahui karena kami akan mengimbaskan di sekolah masing-masing.

Tujuannya agar tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan sistem tidak bisa berjalan baik secara individu ataupun kolektif.

Aplikasi ini memerluka gawai berupa laptop sebagai admin dan gawai smartphone sebagai user bagi masing-masing guru.

CGP mengikuti kegiatan ini dengan senang dan seksama untuk pengimbasan selanjutnya.

Setelah mengikuti sosialisasi di SD Negeri 2 Angseri, langkah berikutnya adalah mengimbaskan pada rekan sejawat di sekolah sendiri.

Rekan sejawat antusias mendengarkan dan mempraktikkan langkah-langkah penggunaan aplikasi presensi ini.

Kendala yang dihadapi beberapa rekan sejawat mengalami masalah pada gawai mereka masing-masing. Setelah mencoba beberapa cara, akhirnya masalah bisa teratasi.

Para guru dan tenaga kependidikan sekolah CGP siap menggunakan aplikasi presensi ini.

Perasaan saya selaku yang mengimbaskan lega karena semua rekan sudah bisa mengakses dan siap menggunakan aplikasi presensi.

Sebagai tanggungjawab dan komitmen terhadap kemandirian murid, CGP mengajak murid secara mandiri menyiapkan administrasi persiapan pendaftaran ke jenjang selanjutnya.

Murid melaksanakan pengisian formulir, pemeriksaan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan data orang tua sendiri dengan panduan dari CGP.

Murid merasa senang bisa mengerjakan sendiri apa yang diperlukan mereka.

Ada perasaan terharu pada CGP karena ini momen-momen perpisahan dengan peserta didik.

Dalam pengisian dan pemeriksaan dokumen pendaftaran murid kadang rewel dan banyak bertanya, kembali lagi CGP ingat dengan filosofis KHD bahwa memang seperti ini kodrat anak-anak, apalagi anak SD yang masih tahap operasional konkret.

Ini merupakan hal wajar dalam filosofis menghamba pada kebutuhan anak.

Sumber: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/aksi-nyata-visi-guru-penggerak/

Close