5 Contoh Etika Profesi dalam Dunia Kerja beserta Tujuannya
Apakah kamu sudah tahu apa saja etika profesi yang penting dipahami dalam dunia kerja? Simak penjelasan dan berbagai contoh etika profesi di bawah ini.
1. Transparansi
Contoh pertama dari penerapan etika profesi yang perlu untuk dilakukan yaitu dengan memberikan transparansi. Transparansi membuat pekerja bisa mengatakan dan menjalankan aktivitas profesionalnya dengan jujur serta berdasarkan kebenaran yang ada.
Setiap kebenaran tersebut juga perlu untuk dikomunikasikan dengan sebaik mungkin dan secara menyeluruh. Selain itu, perlu juga untuk memiliki sifat keterbukaan yang baik sehingga tanggung jawab sebagai seorang pekerja dapat diketahui perjalanannya.
Misalnya yaitu dengan menjalankan tugas sebagai konsultan pajak dan perlu untuk mengerjakan catatan pajak dari klien yang bersangkutan. Perlu untuk dilakukan profesinya dengan baik dan mematuhi aturan yang ada dalam proses pencatatan tersebut.
Termasuk untuk menolak saat diajak dari atasan perusahaan untuk melakukan penyelewengan pajak dan lain sebagainya.
2. Integritas
Pada contoh etika profesi kali ini yaitu bisa dilakukan dengan menerapkan integritas secara lebih baik. Integritas di sini memiliki arti yaitu saat seorang pekerja memiliki ketegasan dan berpegang teguh terhadap keputusan yang diambil.
Terutama saat keputusan tersebut merupakan hal terbaik yang harus dilakukan dan di sisi lain, dirinya mendapatkan tekanan untuk menjalankan kegiatan secara sebaliknya.
Saat seorang pekerja mampu untuk melakukan hal tersebut, maka dirinya bisa dibilang mampu pula untuk menunjukkan seperti apa kehormatan dalam dirinya yang dimiliki. Selain itu, dilihat pula dari keberanian yang dimiliki untuk bisa menolak menjalankan hal yang dirasa kurang baik.
Misalnya yaitu saat seorang pekerja menolak mendapatkan sogokan dari perusahaan tertentu untuk meloloskan AMDAL pembangunan yang ada. Saat seorang pekerja memiliki integritas yang baik, maka penolakan terhadap sogokan tersebut sudah pasti dilakukan oleh dirinya.
3. Loyalitas
Ada pula etika profesi yang perlu untuk diterapkan dengan sebaik mungkin yaitu loyalitas. Di sini, loyalitas yang diberikan oleh pekerja kepada perusahaan menjadi peran penting supaya bisa dilakukan pengambilan keputusan yang lebih menguntungkan dan baik.
Loyalitas memegang peran penting supaya setiap langkah dan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan sepenuhnya mendapatkan dukungan dari para pekerjanya.
Saat hal ini bisa terjadi, maka perusahaan tersebut mampu untuk melakukan proses pengambilan keputusan dengan lebih percaya diri.
Misalnya yaitu saat seorang pekerja juga memiliki koneksi baik dengan perusahaan lainnya. Saat itu, perusahaan tempatnya bekerja sedang mengusahakan proyek yang sama dengan perusahaan lain tersebut.
Loyalitas seorang pekerja di sini perlu supaya perusahaan tempatnya pekerja tetap bisa menyelesaikan proyek tersebut dan mampu mengeksekusinya dengan baik pula.
Namun, apabila pekerja tidak memiliki loyalitas, maka bisa saja dirinya membocorkan rahasia perusahaan tempatnya bekerja tersebut kepada perusahaan lain. Hal ini tentunya akan membawa kerugian cukup besar kepada perusahaan tempatnya bekerja itu tadi.
4. Reputasi
Pada contoh etika profesi kali ini yaitu berkaitan dengan reputasi yang dimiliki. Perusahaan yang mampu untuk menjaga dan menjunjung tinggi reputasi yang dimilikinya dengan baik akan membantu mendorong terbentuknya budaya kerja dengan lebih baik pula.
Selain itu, menjaga reputasi dengan baik juga akan membantu untuk membuat para investor dalam perusahaan tetap memiliki keterlibatan dengan maksimal. Selain itu, mampu pula untuk memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin kepada pelanggan yang ada.
Misalnya yaitu perusahaan secara terus menerus melakukan diskusi bersama dengan para investor atas perencanaan bisnis dengan baik. Apabila perusahaan tidak memiliki etika ini, maka dia tidak akan melibatkan adanya investor dalam proses pengambilan keputusan itu sendiri.
Halaman:

