Advertisement
Source : unsplash.com/@chiclaudia

7 Contoh Fenomena Hidrosfer dalam Kehidupan Sehari Hari dan Penjelasannya

Hidrosfer adalah bagian dari bumi di mana air ada dalam bentuk air permukaan, air bawah tanah dan di udara. Cek contohnya di sini.

31 Maret 2024 Lili Y

Perubahan wujud dari cair menjadi gas ini disebut penguapan. Uap air yang terbawa udara panas mulai mendingin ketika semakin tinggi dari permukaan bumi. Kemudian berubah menjadi awan dan kemudian menjadi air hujan atau salju.

Proses ini dikenal sebagai kondensasi. Ketika air terakumulasi di awan, menjadi berat dan mulai turun kembali dalam bentuk salju atau hujan tergantung pada suhu atmosfer. Proses ini dikenal sebagai presipitasi.

Saat hujan, sejumlah kecil air diserap oleh tanah dan menjadi air tanah. Bagian yang tersisa mengalir melalui perbukitan, pegunungan dan dikumpulkan di berbagai bagian hidrosfer.

Proses ini disebut sebagai limpasan permukaan. Sedangkan, siklus air yang melalui berbagai tahapan dan keadaan disebut hidrosfer.

Contoh Atmosfer, Litosfer, Hidrosfer, Biosfer, dan Antroposfer Lengkap beserta Penjelasannya

Contoh Fenomena Hidrosfer dalam Kehidupan Sehari Hari

Seperti yang kita semua ketahui, bahwa kelangsungan hidup organisme hidup tanpa air tidak mungkin.

Kehidupan di bumi sepenuhnya bergantung pada air. Oleh karena itu bumi dikenal sebagai planet air.

Hidrosfer memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut contoh fenomena Hidrosfer dalam kehidupan sehari-hari:

1. Sungai di Dasar Laut

Fenomena hidrosfer yang pertama adalah sungai di dasar laut, yang mana fenomena ini terjadi di Angelita Cenote yang berlokasi di perairan Karibia Meksiko.

Dalam bahasa Maya, Cenote berarti Gua, jadi sebenarnya sungai Angelita Cenote dinaungi oleh lapisan hidrogen sulfida yang terbentuk dari pembusukan organisme di dalam gua.

Tumpukan pembusukan organisme ini membentuk menjadi dinding yang pada akhirnya membatasi air tawar dan air laut. Ini diberi nama halocline.

Fenomena haloklin adalah zona vertikal di laut yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan lapisan air sehingga kadar garam turun drastis dan membuat air menjadi hambar.

2. Danau Dengan 3 Warna yang Berbeda

Bagi masyarakat sudah pasti tidak asing dengan danau 3 warna, karena danau ini memang ada di Indonesia, lebih tepatnya terletak di Kelimutu, Nusa Tenggara Timur.

Danu 3 warna ini sudah terbentuk sejak jutaan tahun yang lalu yang diakibatkan oleh letusan gunung berapi.

Yang menjadi unik dari danau ini yaitu ketiga perairan telaga tersebut memiliki warna yang berbeda-beda di setiap telaga.

Warna air danau ini terkadang warnanya berubah menjadi hijau, biru, hitam, merah, dan bahkan putih.

Menurut ahli, perubahan warna ini terjadi karena pengaruh sinar matahari dan kandungan mineral, bebatuan, dan lumut yang mengendap di dalamnya.

Halaman:

Advertisement