7 Contoh Gejala Sosial Budaya, Moral, dan Lingkungan Alam dalam Ilmu Sosiologi
Perdalam pemahamanmu tentang gejala sosial beserta contoh-contoh terbaru mengenai gejala sosial yang sedang terjadi di artikel ini.
3. Pergeseran Fashion
Pergeseran fashion adalah salah satu contoh gejala sosial budaya, moral, dan lingkungan dalam ilmu sosiologi.
Gejala sosial pergeseran fashion memengaruhi beragam aspek, mulai dari gejala sosial budaya, moral, hingga lingkungan alam.
Dalam konteks budaya, pergeseran fashion telah bergeser dari yang awalnya masyarakat hanya memandang pakaian sebagai penutup aurat lalu menjadi salah satu penanda identitas.
Belum lagi dengan mempertimbangkan brand-brand fashion terkait. Bagi beberapa orang, brand fashion menunjukkan tingkat ekonomi dan apresiasi diri mereka.
Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang tetap menganggap bahwa fashion bertujuan untuk menutup aurat, hal ini terlihat pada pengikut-pengikut agama yang taat dan mensyaratkan menutup aurat.
Uniknya, pada pengikut agama yang taat, beberapa elemen fashion seperti kerudung pun tidak lepas dari penunjukkan identitas, misalnya dengan gaya hijab tertentu atau merk hijab tertentu.

Advertisement
Dalam konteks lingkungan, ada beberapa brand-brand yang secara kreatif menggunakan bahan daur ulang dalam pembuatan produknya sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan.
Tindakan untuk memfokuskan pada produk berbahan dasar daur ulang tentu patut diapresiasi, dan layak untuk dikampanyekan.
4. Politik Uang
Contoh gejala sosial budaya, moral, dan lingkungan alam dalam ilmu sosiologi berikutnya adalah politik uang atau money politics.
Beberapa saat yang lalu, isu politik uang begitu santer digaungkan, bahwa sebelum memilih jangan pernah memilih atas dasar uang.
Untuk calon pemimpin pun diimbau tidak melakukan politik uang karena melanggar konstitusi dan mencederai demokrasi.
Namun nyatanya, secara praktik, politik uang masih terus ada dan berlangsung. Mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga daerah, politik uang selalu ada.
Munculnya politik uang secara massif dan sporadis dalam tradisi perpolitikan Indonesia menumbuhkan semacam ‘pemakluman’ di tengah masyarakat.
Bahwa, politik uang adalah hal yang wajar. Padahal pandangan tersebut jelas salah dan tidak boleh diteruskan.
Gejala sosial politik uang pada titik tertentu akhirnya mengakibatkan pergeseran nilai atau moral demokrasi yang tidak lagi menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas.
Hal yang paling menakutkan dari politik uang adalah apabila calon yang terpilih memimpin dengan dorongan motif ‘balik modal’ karena sudah menghabiskan banyak uang.
Akibatnya, muncul bermacam-macam kebijakan yang bukannya menguntungkan rakyat tapi malah menyengsarakan rakyat.
Lebih parah lagi apabila politik uang diteruskan oleh generasi-generasi Indonesia di masa mendatang.