7 Contoh Gejala Sosial Budaya, Moral, dan Lingkungan Alam dalam Ilmu Sosiologi
Perdalam pemahamanmu tentang gejala sosial beserta contoh-contoh terbaru mengenai gejala sosial yang sedang terjadi di artikel ini.
7 Contoh Gejala Sosial Budaya, Moral, dan Lingkungan Alam
1. Pengangguran
Contoh gejala sosial budaya, moral, dan lingkungan alam dalam ilmu sosiologi yang pertama adalah pengangguran.
Saat ini begitu banyak pengangguran yang ada di Indonesia, sehingga dapat disebut sebagai salah satu gejala sosial yang penting untuk diperhatikan.
Daya serap tenaga kerja yang sebelumnya berada di ranah padat karya, kini mulai beralih ke padat modal, sehingga menyisakan jutaan ruang pengangguran akibat kurangnya pengalaman maupun kompetensi di sektor industri padat modal.
Salah satu contoh nyatanya adalah, industri-industri sudah mulai menerapkan mesin otomatis yang menggunakan sistem Artificial Intelligence (AI). Akibatnya, permintaan terhadap tenaga kerja manusia berkurang.
Di sisi lain, karena sistem pekerjaan yang beralih lebih banyak ke arah soft skill, banyak lulusan baru yang belum siap menyesuaikan diri sehingga tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk pekerjaan yang sifatnya soft skill atau berbasis teknologi.

Advertisement
Untuk menyikapi hal ini, diperlukan adanya pelatihan-pelatihan gratis yang diakomodir negara agar lulusan-lulusan baru tidak menjadi pengangguran dalam jangka waktu lebih dari satu tahun setelah kelulusan.
Selain itu, kebijakan dalam mengentaskan pengangguran dapat diimplementasikan dengan diturunkannya uang UKT, sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengantongi ijazah Sarjana.
2. Perang
Contoh berikutnya dalam contoh gejala sosial budaya, moral, dan lingkungan alam dalam ilmu sosiologi adalah perang.
Pecahnya perang di Timur Tengah antara Israel melawan Palestina tentu adalah urusan dua negara itu sendiri.
Namun, karena banyaknya pihak-pihak yang terlibat, serta adanya dasar religius yang mengisi motivasi, maka perang kedua negara tersebut menjadi perhatian masyarakat internasional.
Selain itu, Israel melawan Palestina tidak cocok apabila disebut dengan perang, sebab kekuatan militer Palestina yang tidak mampu bersaing dengan Israel. Sehingga lebih tepat disebut pembantaian Israel pada Palestina
Salah satu dampak dari perang Israel dan Palestina adalah munculnya sikap moral berlatar belakang agama dengan memboikot berbagai produk-produk yang diduga mendukung tindakan barbar Israel.
Contoh produk yang diboikot antara lain Starbucks, McDonalds, dan masih banyak lagi.
Meski terjadi di Timur Tengah, perlawanan Palestina atas penjajahan Israel ternyata memunculkan reaksi dunia, sehingga bisa dikatakan bahwa gejala sosial perang Palestina melawan Israel berlangsung dalam skala luas.