Contoh-contoh Globalisasi di Bidang Budaya dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh-Contoh Globalisasi di Bidang Budaya dalam Kehidupan Sehari Hari – Zaman yang telah berjalan dengan sedemikan kencangnya tentu tak ada seorang manusia yang sanggup untuk menghentikan lajunya.

Mereka yang tidak sanggup mengikuti perkembangan zaman akan ditinggalkan dan akan tergilas oleh zaman yang membuat mereka akan kehilangan banyak kesempatan.

Maka dari itu, diperlukan kebijakan dalam menyikapi arus globalisasi di era modern saat ini.

Sadar Batasan dalam Globalisasi

https://unsplash.com/@rod_fromthe_guad

Orang-orang yang terlalu hanyut dalam perkembangan zaman. Kebanyakan akan kehilangan kendali atas diri, kehilangan privasi, dan besar kemungkinan akan kehilangan jati diri.

Orang-orang macam inilah yang kemudian akan gampang mudah terserang stres, mudah tersinggung, dan sulit untuk mendapatkan kebahagiaan.

Makanya orang zaman dahulu punya semacam cara untuk menghindari terjadinya kejadian semacam ini. Caranya adalah dengan memegang teguh ungkapan ngeli nanging ora keli.

Ungkapan ini jika di dalam bahasa Indonesia memiliki makna mengikuti arus zaman namun tidak sampai terjerumus ke dalamnya.

Salah satu cara untuk bisa terhindar dari dampak buruk dari perkembangan zaman adalah dengan mengetahui batasan.

Contoh Globalisasi di Bidang Budaya

https://unsplash.com/@gcowie

1. Relaksasi Diri

Di masa lalu orang yang ingin merelaksasi diri biasanya harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan suara merdu dari air terjun dan aroma yang menenangkan dari padang rumput.

Di era globalisasi seperti sekarang. Bagi yang ingin merelaksasi diri dapat melakukannya dengan cara yang lebih mudah.

Mereka tidak perlu jauh-jauh keluar rumah untuk menempuh perjalanan jauh yang melelahkan dan rawan dengan bahaya.

Mereka cukup menyiapkan sebuah ruangan di kediaman masing-masing. Di ruangan itulah mereka bisa merelaksasi diri.

Bila ingin mendengarkan suara air terjun, mereka tinggal memutar rekaman atau video tentang air terjun yang banyak diunggah di sosial media.

Kemudian untuk aroma padang rumputnya, mereka bisa membeli pengharum ruangan yang menawarkan aroma padang rumput.

2. Bertamu tanpa Bertemu

Contoh globalisasi di bidang budaya nomor dua. Di masa lalu jika sedang rindu dengan sahabat maupu keluarga harus datang bertamu langsung ke rumah yang bersangkutan.

Namun, di era globalisasi seperti sekarang. Bertamu bisa dilakukan tanpa harus bertemu secara langsung.

Hanya dengan mengetahui nomor hp atau email seseorang sudah cukup untuk membuat seseorang bertemu di dunia maya.

Jika di zaman-zaman awal perkembangan teknologi yang hanya bisa didengar hanyalah suaranya saja. Di zaman yang semakin maju seperti sekarang kita bisa bertatap mata meski tidak secara langsung.

Kemajuan zaman ini tentu sangat membantu bagi mereka yang terpisah jarak, ruang, dan waktu setiap diserang rindu. Mereka bisa bisa mengobati perasaan rindu biarpun hanya sejenak.

3. Berguru kepada Google

Orang-orang di masa lalu ketika hendak mencari ilmu pengetahuan harus bersusah payah untuk mencari guru yang berkenan menurunkan pengetahuan yang dimilikinya kepadanya.

Beberapa catatan kuna, memberikan gambaran betapa sulitnya mencari guru di masa lalu.

Salah satu yang merekam tentang sulitnya guru yang berkenan membagi pengetahuannya adalah kisah Karna dan Kisah Sunan Kalijaga.

Karna yang merupakan salah satu sosok paling dihormati dalam dunia pewayangan harus rela menahan sakit yang luar biasa demi mendapat pengetahuan dari gurunya.

Selain itu Karna harus menerima kutukan dari gurunya karena dirinya telah melakukan kebohongan demi mendapat pengetahuan dari gurunya.

Selain sosok Karna, di dalam legenda orang yang Jawa tersebutlah seorang Sunan yang memiliki keteguhan luar biasa dalam menuntut ilmu.

Demi diakui dan diangkat sebagai murid dari Sunan Bonang, Sunan Kalijaga yang waktu itu masih bernama Raden Said bertapa di tepi sungai menunggui tongkat Sunan Bonang sampai berbulan-bulan lamanya.

Setelah melihat kesungguhan dan kebulatan tekad dari Raden Said. Maka Sunan Bonang pun berkenan mengangkat Raden Said sebagai muridnya.

Di kemudian hari Raden Said ini diangkat menjadi seorang sunan yang memakai nama Sunan Kalijaga.

Setelah melihat contoh di atas, kita yang hidup di zaman globalisasi ini harus pandai-pandai bersyukur. Sebab, kita dapat mendapatkan ilmu dengan cara yang lumayan mudah.

Kita hanya perlu bertanya kepada google tentang apa saja yang belum kita ketahui. Dan sudah dapat dipastikan google pasti akan mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

Berkat ‘kehebatan’ google banyak ibu-ibu yang dulu tidak bisa memasak sekarang sudah pandai dalam hal memasak.

Selain itu banyak pula orang yang berhasil mendapatkan kesuksesan dalam berusaha melalui belajar kepada google.

Melihat perkembangan google yang semakin maju. Tentu bukan tidak mungkin apabila peran guru bisa tergantikan oleh google.

Hanya saja ada satu hal yang tidak bisa diajarkan google. Hal itu adalah adab dan sopan santun, untuk bisa dua hal ini seseorang harus berguru kepada sesuatu yang nyata.

4. Pudarnya Budaya Bertanya

Contoh globalisasi di bidang budaya selanjutnya. Dulu, sebelum hp secanggih sekarang. Orang yang hendak pergi ke tempat yang baru atau belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Mereka akan bertanya kepada penduduk lokal mengenai tempat yang hendak dituju. Tetapi, seiring dengan perjalanan zaman. Budaya ini sedikit demi sedikit sudah mulai pudar.

Salah satu penyebabnya adalah ditemukannya GPS yang membuat seseorang mudah menemukan tempat yang ingin dikunjungi.

Sekalipun tempat tersebut baru, dan belum pernah dikunjungi. Selama tempat tersebut dapat dicari dengan GPS semua orang pasti dapat datang ke tempat tersebut tanpa kendala yang berarti.

5. Budaya Kredit di Era Globalisasi

Contoh globalisasi di bidang budaya berikutnya terkait sifat konsumerisme. Dibandingkan dengan zaman dahulu transaksi zaman sekarang jauh lebih mudah.

Dulu orang harus rela menunggu berjam-jam untuk antri pada saat pengambilan, menabung, atau membayar tagihan lewat bank.

Tetapi seiring dengan kemajuan zaman,  transaksi lebih mudah dan dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa harus datang ke bank.

Kemudahan dalam transaksi ini membuat budaya kredit barang yang dimiliki sejumlah orang turut mengalami perubahan.

Jika di masa lalu orang yang sedang mengajukan kredit bisa dengan mudah ketahuan oleh tetangga maupun keluarga. Sehingga bisa menumbuhkan rasa malu.

Tetapi, di era globalisasi ini kredit bisa lebih mudah dilakukan. Kemudahan lain dari kredit di era globalisasi ini adalah kerahasiaannya terjamin.

Kemudahan dalam urusan kredit ini tentu dapat membuat seseorang lebih merasa nyaman pada saat pengajuan kredit karena kerahasiaannya terjamin.

6. Menikah Secara Virtual

Contoh globalisasi di bidang budaya terakhir. Pada saat pandemi kemarin, muncul tata cara pernikahan yang bisa dikatakan baru. Jika di sebelum masa pandemi penghulu yang menikahkan kedua mempelai harus datang secara langsung.

Tetapi karena ada halangan aturan dari pemerintah pada waktu itu, lalu muncullah aturan baru yakni menikah secara virtual.

Jadi, penghulu menikahkan kedua mempelai lewat zoom atau google meet. Meski banyak pro dan kontra tetapi menikah dengan cara semacam ini semakin sering terjadi.

Meski di masa sekarang pandemi sudah selesai. Tetapi pernikahan dengan tata cara semacam ini masih sering dilakukan.

Biasanya yang melakukan pernikahan dengan cara ini adalah sepasang kekasih yang tinggal di daerah berbeda tetapi ingin segera mengikatan hubungan asmara mereka dengan ikatan yang sah.

Demikianlah contoh budaya yang telah mendapat pengaruh globalisasi. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan baru tentang budaya bagi kamu.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta