8 Contoh Hikmah Beriman kepada Hari Akhir (Kiamat) beserta Dalil dan Jenisnya
Beriman kepada hari akhir/kiamat memiliki beberapa hikmah. Penjelasan apa saja contoh hikmah beriman pada hari akhir dalam Islam bisa dibaca di sini.
Kiamat Kubro atau Kiamat Besar
Lalu bagaimana dengan kiamat kubro atau besar? Peristiwa ini sudah pasti jauh lebih dahsyat dan mahahebat yang tidak akan pernah mampu dibayangkan sebelumnya oleh manusia.
Kiamat besar adalah peristiwa kehancuran total yang akan terjadi di alam semesta, sebab dalam peristiwa ini seluruh kehidupan yang ada di bumi dan langit berakhir sudah.
Di masa tersebut kelak, seluruh makhluk di muka bumi akan binasa. Kemudian seluruh manusia yang telah wafat bahkan sejak zaman Nabi Adam As, hingga ke generasi terakhir akan dibangkitkan oleh Allah SWT untuk menghadapi tahapan berikutnya.
Peristiwa tersebut sudah disampaikan dalam Surat Al-Zalzalah ayat 1-5, dimana penggambaran bagaimana bumi akan mengalami goncangan dahsyat, mengeluarkan semua beban yang dikandungnya, dan menyampaikan kesaksiannya atas perintah Allah SWT sudah sangat jelas.
Kiamat besar menjadi tanda akhir dari semua yang ada dan menjadi awal dari kehidupan di akhirat.
Penjelasan Dalil Mengenai Hari Akhir (Kiamat)
Berikut adalah beberapa dalil dari ayat suci Al-Qur’an yang menjelaskan tentang peristiwa hari akhir (kiamat) beserta teks Arab dan terjemahannya yang dapat dipahami:
Surat Thaha Ayat 15
Allah menyatakan kepastian datangnya hari kiamat yang dirahasiakan waktunya dalam surat ini.
اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍ ۢ بِمَا تَسْعٰى ١٥
innas-sâ‘ata âtiyatun akâdu ukhfîhâ litujzâ kullu nafsim bimâ tas‘â
Artinya: “Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan”.
Surat Al-Muzzammil Ayat 18
Peristiwa hari akhir dalam ayat ini menunjukkan kedahsyatan yang akan terjadi pada hari tersebut.
ࣙالسَّمَاۤءُ مُنْفَطِرٌۢ بِهٖۗ كَانَ وَعْدُهٗ مَفْعُوْلًا ١٨
as-samâ’u munfathirum bih, kâna wa‘duhû maf‘ûlâ
Artinya: “Langit terbelah padanya (hari itu). Janji-Nya pasti terlaksana.”
Surat Al-Insyiqaq Ayat 1-5
اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ ١
idzas-samâ’unsyaqqat
Artinya: “Apabila langit terbelah”
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۙ ٢
wa adzinat lirabbihâ wa ḫuqqat
Artinya: “serta patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya patuh”.
وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْۙ ٣
wa idzal-ardlu muddat
Artinya: “Apabila bumi diratakan,”
وَاَلْقَتْ مَا فِيْهَا وَتَخَلَّتْۙ ٤
wa alqat mâ fîhâ wa takhallat
Artinya: “memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,”
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۗ ٥
wa adzinat lirabbihâ wa ḫuqqat
Artinya: “serta patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.”
Contoh Hikmah Beriman kepada Hari Akhir (Kiamat)
Mengimani hari akhir menjadi salah satu rukun iman yang harus dilakukan sebab ini menjadi pilar terpenting dalam hidup seorang Muslim.
Keyakinan tersebut memiliki dampak signifikan pada perilaku maupun sikap dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh hikmah beriman kepada hari akhir (kiamat) yang memberikan manfaat dalam membentuk karakter umat Muslim, di antaranya adalah:
1. Termotivasi Untuk Terus Berbuat Baik
Mengimani hari akhir akan memotivasi manusia untuk terus berbuat baik dan beramal saleh. Di hari akhir nanti, seluruh amal-amal manusia akan ditimbang untuk menentukan balasan apakah yang akan diterimanya.
Ketakutan akan hari pertanggungjawaban tentu akan mendorong setiap individu untuk selalu bertindak positif dan berbuat baik agar menjadi pahala di sisi Allah SWT.
2. Memperbanyak Perbuatan Baik dan Amal Saleh
Memahami bahwa kehidupan di dunia hanya sementara akan membuat seseorang mawas diri serta terus berbuat baik serta beramal saleh.
Mereka akan berusaha untuk menjalani hari-harinya dengan terus menyenangkan Allah agar menjadi ladang pahala baginya.
Halaman:

