Advertisement
Source : elinotes.com

5 Contoh Judul Cerita Wayang beserta Ringkasannya Singkat dan Jelas

Dalam artikel ini Mamikos akan menghadirkan rangkuman beberapa cerita wayang. Jadi simak baik-baik, ya.

14 Desember 2025 Zuly Kristanto

2. Sumpah Laksamana

Contoh judul cerita wayang beserta ringkasannya yang kedua berasal dari epos Ramayana.

Ketika matahari pagi baru sepenggalah tingginya, Rama, Dewi Sinta, dan Leksmana meneruskan perjalanannya menjelajahi hutan Dandaka.

Tiba-tiba melitas seekor kijang yang memiliki tanduk emas lewat dihadapan ketiganya. Tanduk emas dari kijang yang barusan lewat membuat Dewi Sinta tertarik.

Ia kemudian meminta agar suaminya menangkap kijang tersebut untuk dirinya. Rama pun segera menyanggupi permintaan istrinya.

Hanya saja sebelum meninggalkan istrinya. Rama meminta agar istrinya untuk tidak keluar dari lingkaran yang dibuatnya.

Selain itu Rama juga meminta kepada Leksmana untuk tidak meninggalkan Sinta apapun yang terjadi. Sinta dan Leksmana pun menyanggupinya. Setelahnya Rama segera memburu kijang yang diinginkan istrinya. Tak lama kemudian Rama berhasil menemukan kijang tersebut.

Rama segera memanah kijang tadi dengan panah saktinya. Anehnya, saat terkena panah kijang tadi mengerang seperti orang yang kesakitan.

Beberapa saat kemudian kijang tadi kembali ke bentuk aslinya. Ternyata kijang bertanduk emas itu merupakan Kala Marica, sesosok raksasa suruhan Rahwana.

Erangan suara seperti orang yang kesakitan ini membuat Dewi Sinta berpikir bahwa suara yang didengarnya merupakan suara dari suaminya.

Khawatir dengan keadaan suaminya, Dewi Sinta meminta kepada Leksmana untuk segera menyusul. Namun, permintaan Dewi Sinta ini tidak digubris oleh Leksmana.

Merasa kesal karena permintaannya tidak dituruti. Dewi Sinta memberikan tuduhan yang keji kepada Leksmana.

Dewi Sinta menuduh bahwa Leksmana berniat memilikinya. Tak hanya itu Dewi Sinta juga menuduh kalau Leksmana menginginkan kematian Rama agar Leksmana bisa menjadikannya istri.

Tuduhan tanpa bukti ini membuat Leksmana sangat sakit hati dan marah. Demi menunjukkan bahwa yang dikatakan Dewi Sinta tidak benar.

Leksmana pun mengucap janji yang membuat seluruh penghuni hutan Dandaka menangis pilu. Kepada Dewi Sinta, Leksmana mengucap janji bahwa sepanjang hidupnya tidak akan menikah dan membiarkan hatinya ditumbuhi perasaan cinta.

7 Judul Novel Bahasa Jawa dan Nama Pengarangnya Lengkap

3. Kutukan Sukrasana

Pagi itu Raden Sumantri sangat sedih. Ia bingung dan sekaligus sedih memikirkan bagaimana cara yang harus dilakukannya agar dirinya menang dalam sayembara yang diikutinya.

Raden Sumantri terlanjur berjanji kepada Prabu Harjuna Sasrabahu untuk memindahkan taman sriwedari dari kahyangan ke bumi. Janji kesanggupan itu diucapkan karena Raden Sumantri ingin memiliki jabatan yang lebih tinggi dari yang dia punya saat ini.

Di saat Raden Sumantri sedang bingung. Tiba-tiba hadirlah adiknya yang sangat sakti bernama Sukrasana. Walau keduanya saudara kandung, tetapi fisik mereka jauh berbeda.

Raden Sumantri memiliki wajah yang sangat tampan. Sementara Sukrasana wajahnya seperti raksasa kerdil.

Meski buruk rupa, tetapi Sukrasarsana sangat sakti dan baik hati. Setelah mengetahui apa yang menjadi persoalan kakaknya. Sukrasarana bersedia membantu. Berkat kesaktian yang dimilikinya Sukrasana mampu memindahkan taman Sriwedari.

Keberhasilannya ini membuat kakaknya sangat senang. Raden Sumantri kemudian mendapat kenaikan pangkat atas keberhasilannya tersebut. Raden Sumantri tak pernah berterus terang tentang siapa yang sebenarnya telah memindahkan taman Sriwedari.

Suatu hari taman Sriwedari geger. Pasalnya para penjaga taman ketakutan melihat kehadiran Sukrasana. Untuk meredamnya, Prabu Harjuna Sasrabahu mengutus Raden Sumantri untuk mengecek apa yang sebenarnya telah terjadi.

Alangkah kagetnya Raden Sumantri setelah tahu kalau kegaduhan itu terjadi akibat ulah adiknya sendiri. Raden Sumantri yang merasa malu dengan kehadiran Sukrasana dan tak ingin ada yang tahu bahwa sosok buruk rupa yang di taman sriwedari adalah saudaranya.

Maka Raden Sumantri segera mengusir adiknya sendiri. Merasa tak ingin berpisah dengan kakaknya, Sukrasana terus merajuk. Raden Sumantri yang merasa jengkel karena adiknya tak bisa dikasih tahu segera memasang anak panah pada busurnya.

Raden Sumantri berharap cara ini akan menakuti adiknya. Tetapi Sukrasana tetap merajuk hingga saking kesalnya Raden Sumantri melepaskan anak panahnya yang kemudian membuat Sukrasana tewas.

Sebelum tewas Sukrasana menjatuhkan sebuah kutukan pada Raden Sumantri.

“Kakak, sekarang kau bukan ksatria lagi. Kau malu mengakuiku sebagai saudara hanya karena wujudku tak seperti manusia pada umumnya. Sebagai hukuman atas perbuatanmu. Kelak aku akan menjemputnya dengan taring Rahwana.”

Usai menjatuhkan kutukan ini Sukrasana menghembuskan nafas terakhirnya. Selang beberapa waktu kemudian. Raden Sumantri bertempur melawan Rahwana.

Pada pertempuran itu Rahwana berhasil menggigit leher Raden Sumantri hingga putus. Dan Raden Sumantri tewas seketika. Usai kematian Raden Sumantri sukma Sukrasana yang selama ini bersemayam di taring Rahwana naik ke nirwana.

Halaman:

Advertisement