Advertisement
Source : Pexels/@RDNE Stock project

Contoh Jurnal Pembalik Perusahaan Dagang dan Jasa beserta Cara Membuatnya

Jurnal pembalik adalah alat yang membantu memastikan bahwa pendapatan dan beban dicatat pada periode yang tepat. Untuk memahami konsep ini, simak ulasan berikut.

31 Oktober 2023 Ririn

Contoh Pembuatan Jurnal Pembalik

Berikut cara pembuatan jurnal pembalik berdasarkan beberapa skenario yang biasa ditemui di perusahaan dagang dan jasa:

  1. Beban yang Masih Harus Dibayar
    • Entri Penyesuaian Akhir Periode: Debit: Beban Gaji Kredit: Hutang Gaji
    • Jurnal Pembalik Awal Periode Berikutnya: Debit: Hutang Gaji Kredit: Beban Gaji
  2. Pendapatan yang Masih Harus Diterima
    • Entri Penyesuaian Akhir Periode: Debit: Piutang Sewa Kredit: Pendapatan Sewa
    • Jurnal Pembalik Awal Periode Berikutnya: Debit: Pendapatan Sewa Kredit: Piutang Sewa
  3. Pendapatan Diterima di Muka
    • Entri Penyesuaian Akhir Periode: Debit: Pendapatan Diterima Dimuka Kredit: Pendapatan Jasa
    • Jurnal Pembalik Awal Periode Berikutnya: Debit: Pendapatan Jasa Kredit: Pendapatan Diterima Dimuka
  4. Beban Dibayar di Muka:
    • Entri Penyesuaian Akhir Periode: Debit: Beban Asuransi Kredit: Asuransi Dibayar Dimuka
    • Jurnal Pembalik Awal Periode Berikutnya: Debit: Asuransi Dibayar Dimuka Kredit: Beban Asuransi

Dengan membuat jurnal pembalik, kamu jadi bisa mempersiapkan akun-akun tertentu untuk mencatat transaksi periode berikutnya dengan benar dan memastikan bahwa pendapatan dan beban dicatat pada periode yang tepat.

Contoh-contoh Jurnal Pembalik Perusahaan Dagang dan Jasa

Setelah memahami cara membuat jurnal pembalik maka kita akan membahas contoh jurnal jurnal pembalik perusahaan dagang dan jasa. Simak terus, ya!

Berikut ini adalah beberapa Contoh jurnal pembalik perusahaan dagang dan jasa.

1. Beban yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses)

Contoh jurnal pembalik perusahaan dagang dan jasa yang pertama adalah Accrued Expenses atau Beban yang Masih Harus Dibayar.  

Apa itu Accrued Expenses?

Beban yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses) merujuk kepada beban yang telah terjadi dalam suatu periode akuntansi tetapi belum dibayar atau belum diakui melalui pembukuan.

Dengan kata lain, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar biaya tersebut di masa depan.

Mengapa Accrued Expenses Terjadi?

Dalam praktik bisnis, ada saat-saat di mana suatu beban telah terjadi tetapi belum dibayar atau belum di-faktur-kan oleh pihak ketiga. Alasan mengapa Accrued Expenses bisa terjadi antara lain:

  • Siklus pembayaran yang tidak sesuai dengan periode pelaporan.
  • Adanya jeda antara penerimaan jasa dan penerimaan faktur.
  • Keterlambatan administrasi dalam proses faktur.

Halaman:

Advertisement