30+ Contoh Kalimat Afiksasi beserta Jenis-jenisnya Lengkap dengan Penjelasannya
Terdapat berbagai pendapat yang mengungkapkan tentang pengertian afiksasi. Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, afiksasi adalah proses atau hasil penambahan afiks (prefiks, konfiks, sufiks) pada kata dasar.
2. Contoh Kalimat Afiksasi untuk Sufiks
Contoh imbuhan dan kalimatnya:
-an
- Minuman yang dibuatnya sangat menyegarkan dahaga.
- Ia kasihan melihat para gelandangan yang tidur di bawah jembatan.
-i
- Arun mendatangi makam ibunya untuk berziarah.
- Gita tidak bisa berhenti menangisi kucingnya yang mati.
-kan
- Mobil dan motor diarahkan ke jalan lain karena ada masalah di jalan utamanya.
- Ibu meminta adik untuk membelikan garam di warung.
3. Contoh Kalimat Afiksasi untuk Konfiks
Contoh imbuhan dan kalimatnya:
ke-an
- Keramaian di pasar itu terjadi karena sebentar lagi tahun baru.
- Keadilan di negeri ini perlu ditegakkan.
- Anita memiliki kartu keanggotaan yang digunakan untuk mengakses tempat kebugaran tersebut.
peN-an
- Ia selalu ingin tinggal di daerah pedesaan ketimbang di perkotaan.
- Rumah kosong di ujung jalan itu konon tempat pelarian para buronan polisi.
4. Contoh Kalimat Afiksasi untuk Infiks
Contoh imbuhan dan kalimatnya:
-el-
- Adik sedang meniup gelembung udara dari sabun di taman belakang.
-em-
- Ia selalu takut untuk tampil di depan orang banyak makanya tubuhnya tampak gemetar.
-er-
- Gergaji mesin itu mengeluarkan suara yang menusuk telinga.Paman Doni membuat seruling dari bambu.
5. Contoh Kalimat Afiksasi Kombinasi Afiks
Contoh imbuhan dan kalimatnya:
-ber-
- Keberadaan Tania membuat setiap orang tidak nyaman karena sikapnya yang sombong.
- Ia menunjukkan keberaniannya saat menjelajahi gua angker seorang diri.
-ter-
- Kasus pembunuhan seorang gadis dapat terpecahkan berkat keterlibatan polisi dan warga sekitar.
- Ia memiliki keterampilan memasak yang diacungi jempol.
Mengenal Proses Afiksasi
Berbagai jenis afiks yang disebutkan pada contoh di atas terlebih dulu mengalami proses penambahan imbuhan.
Afiksasi bermakna proses penempelan, penambahan atau peleburan imbuhan pada kata dasar.
Proses dari afiksasi adalah sebagai berikut:
1. Imbuhan me– + (kata dasar)
Kata dasar yang memiliki awalan huruf “t” dileburkan menjadi huruf “n”. Contohnya adalah sebagai berikut:
- me– + tabrak = menabrak
- me– + tabur = menabur
- me– + tagih = menagih
2. Imbuhan me– + (kata dasar)
Kata dasar yang huruf awalannya berupa huruf “s” akan dileburkan menjadi huruf “ny”. Contohnya adalah sebagai berikut:
- me– + sabet = menyabet
- me– + sadari = menyadari
- me– + salib = menyalib
- me– + sangga = menyangga
3. Imbuhan me– + (kata dasar)
Kata dasar yang memiliki awalan huruf “k” akan berganti dengan huruf “ng”. Contohnya adalah sebagai berikut:
- me– + kaca = mengaca
- me– + kaget = mengagetkan
- me– + kail = mengail
Akan tetapi, kata asing yang belum diresmikan sebagai kata baku bahasa Indonesia tetap tidak menghilangkan huruf “k”. Misalnya:
- me– + konversi = mengkonversi
- me– + klarifikasi = mengklarifikasi
4. Imbuhan me– + (kata dasar)
Kata dasar yang memiliki awalan huruf “p” akan tergantikan menjadi huruf “m”. Contohnya adalah:
- me– + padami = memadami
- me– + padu = memadu
- me– + palak = memalak
5. Imbuhan me– + (kata dasar)
Bentuk kata dasar yang memiliki awalan huruf “c” akan dileburkan menjadi huruf “c” dengan penambahan huruf “n”. Contohnya:
- me– + caci = mencari
- me– + cela = mencela
- me– + campur = mencampur
- me– + cegah = mencegah
Afiksasi adalah pemahaman yang penting dipahami agar kamu bisa membuat struktur kalimat yang baku, benar dan sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
Tenang, afiksasi mudah dipahami, kok. Teorinya saja yang terlihat rumit.
Halaman:


