13 Contoh Kalimat Modalitas Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Modalitas menjadi bagian penting dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia. Simak penjelasan dan contoh kalimat modalitas bahasa Indonesia di bawah ini.
1. Modalitas Intensional
Jenis yang pertama yaitu ada modalitas intensional yang terdiri dari permintaan, keinginan, harapan, ajakan, dan pembiaran,
Faktor yang membedakan antara keinginan dengan harapan yaitu keterlibatan yang dimiliki oleh pembicara dalam peristiwa yang ada.
Sementara, pembeda dari ajakan dan pembiaran dengan permintaan yaitu siapa yang menjadi pelaku dari keberlangsungan peristiwa tersebut. Bisa dari pembicara maupun juga teman pembicara yang ada.
Modalitas intensional keinginan biasanya menggunakan kata seperti hendak, ingin, menginginkan, mau, menghendaki, dan lain sebagainya.
Sementara, modalitas intensional harapan yaitu seperti mengharapkan, hendaknya, harap, dan juga semoga.
Modalitas intensional ajakan dan pembiaran seperti menggunakan kata mari, biar, ayo, dan lain sebagainya. Sementara, modalitas intensional permintaan dengan kata mohon, tolong, dan sejenisnya.
2. Modalitas Aletis
Jenis modalitas aletis biasa lebih banyak berhubungan dengan kepentingan dan keperluan. Modalitas satu ini banyak ditandai dengan penggunaan kata seperti wajib dan harus.
3. Modalitas Deontik
Jenis modalitas deontik biasa mencakup perintah, larangan, dan juga izin. Modalitas satu ini berkaitan dengan pandangan subjektif yang dimiliki oleh pembicara atas peristiwa tertentu.
Modalitas deontik perintah biasanya menggunakan kata diperintahkan, jangan, harus, tidak boleh, dan lain-lain. Sementara, modalitas deontik izin menggunakan kata seperti diizinkan, diperbolehkan, dan lain sebagainya.
4. Modalitas Epistemik
Jenis modalitas epistemik menggunakan kemungkinan, kepastian, maupun juga keharusan. Biasanya sikap yang diambil merupakan pandangan secara subjektif dari pembicara terhadap kebenaran proposisi yang ada.
Modalitas epistemik kemungkinan biasa menggunakan kata boleh, boleh jadi, muungkin, bisa, dan lain sebagainya.
Untuk modalitas epistemik kepastian biasa dengan kata pasti, tentu saja, saya yakin, dan lain sebagainya. Sementara modalitas epistemik keharusan dengan kata harus, perlu, wajib, dan lain sebagainya.
Halaman:
