25 Contoh Kutipan Tidak Langsung dan Cara Penulisannya yang Benar dalam Bahasa Indonesia
Berdasarkan jenisnya, kutipan terbagi ke dalam dua bagian, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
Apakah kamu sering menemukan tulisan yang berupa ujaran di dalam buku, berita, majalah, novel, dan karya tulis lainnya? Jika iya, itulah yang dinamakan sebagai kutipan.
Nah, dalam bahasa Indonesia diketahui ada dua jenis kutipan, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
Dalam artikel kali ini, Mamikos akan membahas lebih jauh seputar kutipan tidak langsung lengkap dengan contohnya. 📖🔖
Daftar Isi
Berikut Pengertian, Cara Penulisan hingga Contoh Kutipan Tidak Langsung

Kutipan biasanya digunakan oleh penulis untuk memperkuat argumen mengenai kajiannya. Secara umum, kutipan didefinisikan sebagai teks atau bagian dari materi penulisan yang berasal dari sumber pustaka tertentu, seperti buku dan jurnal.
Kalimat kutipan disajikan dengan tanda baca kutip (“) di awal dan di akhir kalimat. Nah, kalimat kutipan ini disajikan di dalam sebuah materi yang tak jarang juga digunakan untuk menulis referensi untuk menambah keakuratan sebuah teori yang diambil dari suatu referensi.
Berdasarkan jenisnya, kutipan terbagi ke dalam dua bagian, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Nah, untuk ulasan lengkapnya kamu bisa baca artikel ini hingga bagian akhir, ya.
Pengertian Kutipan Tidak Langsung
Mengutip dari buku Cerdas Menulis Karya Tulis (2015), kutipan tidak langsung tergabung dalam badan paragraf.
Perbedaannya terletak pada penulisan identitas sumber rujukan meliputi nama belakang penulis, tahun publikasi, dan halaman yang dikutip. Identitas ini biasanya dicantumkan di bagian awal atau akhir kutipan.
Kutipan tidak langsung juga diartikan sebagai ringkasan pokok pikiran atau kesimpulan yang disusun sesuai dengan pemahaman penulis dan diungkapkan dengan bahasa sendiri (Sailendra et.al., Analisis Pengutipan Sumber Pustaka dalam Sebuah Penelitian: 5864).
Jenis kutipan ini memuat inti dari pendapat yang dikutip dan ditulis dalam teks yang dibuat penulis, dalam artian digabungkan, tanpa menggunakan tanda kutip (“) sebagaimana penggunaannya pada kutipan langsung.
Adapun aturan penulisan sumber pada kutipan ini, yaitu boleh memakai halaman ataupun tidak, serta dapat diletakkan di catatan kaki maupun secara langsung.
Berikut merupakan pembagian jenis kutipan tidak langsung dan penjelasannya:
1. Kutipan Tidak Langsung Pendek
Sama dengan kutipan langsung pendek, kutipan ini juga terdiri dari kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) baris kutipan. Kutipan ini dapat diletakkan di awal maupun di akhir teks, selama itu memenuhi aturan penulisan kutipan.
Saat menuliskan kutipan di awal, maka nama akhir dari penulis sumber harus tercantum di luar tanda kurung, (), dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung setelahnya. Untuk kutipan di akhir, maka keduanya masuk di dalam kurung.
2. Kutipan Tidak Langsung Panjang
Jenis kutipan ini terdiri atas lebih dari 3 (tiga) atau 4 (empat) baris kutipan. Penempatan kutipan yang digabung dengan kalimat penulis kadangkala menyulitkan dalam mengidentifikasi apakah baris tersebut merupakan bagian dari kutipan.
Untuk itu, diperlukan tanda berupa nama penulis sumber beserta tahun dan halamannya di awal kutipan. Kendati demikian, sama halnya dengan aturan dasar kutipan tidak langsung, penulisan sumber juga dapat dilakukan di akhir.
Kutipan tidak langsung sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yaitu parafrase dan meringkas atau membuat kesimpulan dari sumber kutipan.
Parafrase dapat membuat informasi yang ingin dikutip tetap rinci. Sedangkan simpulan atau membuat ringkasan membuat informasi lebih jelas dan singkat.
Cara Penulisan Kutipan Tidak Langsung
Meskipun terlihat lebih sederhana dan ringkas dibandingkan kutipan langsung, kutipan tidak langsung juga memiliki ketentuan dalam penulisannya. Adapun cara menulis kutipan tidak langsung adalah sebagai berikut:
1. Kutipan ditulis kembali sesuai kebutuhan penulis
Seperti yang telah diketahui, kutipan tidak langsung dapat dibuat dengan dua cara yaitu memparafrase dan meringkasnya.
Nah, parafrase ini adalah proses mengubah kata dalam sebuah kalimat namun tetap memiliki arti yang sama. Sedangkan, meringkas adalah mengambil inti informasi dari sebuah kalimat. Hal ini dapat dilakukan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh penulis.
2. Menambahkan sumber kutipan di awal atau akhir kutipan
Meskipun informasi dari kalimat yang dikutip telah diolah, penulis tetap harus mencantumkan sumber kutipan untuk mencegah terjadinya plagiarisme.
Halaman:


