8 Contoh Kalimat Novelet beserta Ciri-ciri dan Strukturnya yang Benar
Sederhananya, novelet adalah novel dalam bentuk yang lebih singkat alias tidak sepanjang novel. Ada ciri dan struktur novelet yang bisa kamu kenali.
2. Jumlah kata
Ciri-ciri novelet berikutnya juga dapat dilihat dari jumlah kata yang dimiliki di dalamnya. Secara umum, karya sastra novelet memiliki jumlah kata sebanyak 17.500 kata hingga 39.000 kata.
Dapat disimpulkan bahwa jumlah kata novelet tidak terlalu padat seperti novel. Ada beberapa novelet yang hanya memiliki 50 jumlah halaman, namun tak sedikit juga lebih dari itu hingga menyentuh 120-140 halaman.
3. Tempo sedang
Tidak seperti cerpen yang memiliki tempo cepat dan novel yang temponya lumayan lambat, novelet berada di tengahnya yakni mempunyai tempo sedang di dalamnya.
4. Terstruktur dan Bertahap
Novelet memiliki ciri berikutnya yaitu kalimat dan adegan di dalamnya bertahap dan sangat terstruktur. Tidak terburu-buru namun tidak bertele-tele juga.
5. Singkat dan Padat
Yang tak kalah penting, ciri novelet selanjutnya adalah singkat. Sehingga ada sejumlah adegan atau episode yang dilompati.
6. Waktu Baca yang Lebih Cepat
Karena novelet mempunyai ciri khas berada di tengah-tengah, maka waktu yang perlu kamu luangkan untuk membaca karya novelet terbilang lebih cepat meski tidak juga disebut singkat.
Biasanya seseorang akan mampu menuntaskan membaca novelet kurang dari 2 jam. Bahkan ada juga yang mampu menyelesaikan membaca novelet 1 jam saja sampai ending.
Struktur pada Novelet
Masing-masing karya sastra mempunyai strukturnya tersendiri yang menjadi ciri khas. Begitu juga pada novelet yang penting kalian ketahui. Adapun beberapa struktur novelet adalah sebagai berikut:
1. Abstraksi
Abstraksi adalah sebuah ringkasan cerita dari novelet itu sendiri. Meski begitu, bagian ini bersifat opsional saja.
Jadi penulis boleh-boleh saja mencantumkannya. Kalaupun ada penulis yang tidak mencantumkannya, hal tersebut tidak menjadi masalah.
Penulisan abstraksi pada novelet dapat disesuaikan dengan kebutuhan cerita juga.
Namun saat ini, biasanya sebelum menulis karya sastra baik novel atau novelet, seseorang akan membuat abstraksi atau sinopsisnya agar benang merah dari cerita dapat dilihat sejak awal.
2. Orientasi
Dalam struktur novelet berikutnya ada orientasi. Orientasi adalah bagian mengenalkan beberapa tokoh yang terdapat pada novelet.
Mulai dari tokoh utama sampai tokoh pendukung. Tokoh-tokoh tersebut pun harus dilengkapi dengan keterangan watak/karakter dan latar belakang ceritanya masing-masing.
3. Komplikasi
Struktur novelet yang selanjutnya adalah komplikasi. Yang dimaksud dengan komplikasi adalah timbulnya suatu problematika yang dialami tokoh utama pada cerita.
Sehingga jalan cerita di dalamnya menjadi lebih seru dan menarik untuk disimak sampai akhir.
Komplikasi juga bisa dikenal sebagai konflik. Tanpa adanya komplikasi atau konflik, pembaca akan cenderung bosan.
Seperti dalam novel, komplikasi di dalam novelet juga harus dilakukan bertahap atau pelan-pelan.
4. Evaluasi
Setiap konflik komplikasi pasti akan menemukan jalan keluar pada akhirnya. Hal tersebut juga terdapat pada bagian struktur novelet yang dikenal dengan istilah evaluasi.
Bagian ini juga akan menjadi evaluasi dimana pemecahan masalah dapat terjadi pada novelet di bagian ini.
Setelah konflik teratasi atau mereda, penulis biasanya akan menyelesaikan setiap problematika dari tokoh utamanya dan memperkecil intensitas problematika sebelum menyudahi keseluruhan cerita (ending).
5. Resolusi
Resolusi adalah bagian paling akhir dari struktur novelet. Resolusi menjadi bagian yang akan memberikan jawaban atas segala permasalahan yang muncul dalam hidup karakter utamanya.
Pada akhirnya sang tokoh utama menemukan jalan keluar atau jawaban untuk mengatasi permasalahan yang timbul tersebut.
6. Koda
Dalam struktur novelet ada juga yang disebut dengan koda. Koda merupakan bagian dimana penulis akan memberikan pesan atau amanat pada pembaca sebelum novelet berakhir.
Bagian satu ini juga dikenal sebagai bagian penutup novelet. Apakah bagian ini wajib atau tidak, bisa dibilang sifatnya opsional saja.
Halaman:


