100 Contoh Kalimat Permisi untuk Kelas 1 SD beserta Pengertiannya
Salah satu aspek dasar dan penting dalam sikap sopan santun yang perlu anak kuasai sejak dini adalah satunya mengucapkan kata permisi ketika meminta izin dalam percakapan sehari-hari.
Contoh Kalimat Permisi Nomor 51 – 75
- “Permisi, teman, bolehkah saya melihat cara membuat origamimu?”
- “Permisi, Bu Guru, apakah saya boleh beristirahat sebentar karena kurang enak badan?”
- “Permisi, Pak, bolehkah saya pergi ke perpustakaan untuk mencari buku?”
- “Permisi, teman, bolehkah saya meminjam bolpoinmu sebentar?”
- “Permisi, Bu Guru, bolehkah saya menyelesaikan tugas ini di rumah?”
- “Permisi, Pak, apakah saya boleh berbicara dengan Bu Guru sebentar?”
- “Permisi, teman, bolehkah saya minta tolong untuk mengangkat meja?”
- “Permisi, Bu Guru, apakah saya boleh membawa tugas ini ke rumah?”
- “Permisi, teman, bolehkah saya ikut bermain dengan kalian di taman?”
- “Permisi, Bu, apakah saya boleh meminta lembar kerja yang baru karena salah menulis?”
- “Permisi, Pak, bolehkah saya menggunakan komputer untuk mengerjakan tugas?”
- “Permisi, teman, bolehkah saya menyalin jawaban dari bukumu?”
- “Permisi, Bu Guru, bolehkah saya bertanya tentang pelajaran hari ini?”
- “Permisi, Pak, bolehkah saya mengambil tas saya di kelas sebelah?”
- “Permisi, Pak. Saya mohon izin ke toilet sebentar apakah boleh? Saya sakit perut.”
- “Permisi, Bu. Bolehkah saya bertanya lebih banyak tentang materi ini? Saya masih belum mengerti.”
- “Permisi, Budi apakah tempat pensil ini milik kamu?”
- “Permisi, apakah saya boleh titip tas ini? Ada yang perlu saya beli dulu di koperasi sekolah.”
- “Permisi, apakah kamu ada waktu sebentar untuk mengantarkan saya ke ruang laboratorium? Saya masih belum ingat lokasi ruangannya.”
- “Permisi, maaf apakah saya boleh meminjam penggarismu?”
- “Permisi semuanya, saya mau tanya adakah di sini yang sedang merasa kehilangan uang?”
- “Permisi, maaf kalau saya harus memotong pembicaraan Bapak. Tapi barusan saya dengar ada orang yang memanggil saya. Benarkah demikian?”
- “Permisi, apakah saya boleh meminjam pensil kamu?”
- “Permisi, apakah saya boleh meminjam penghapus kamu? Penghapus milik saya hilang.”
- “Permisi, bolehkah saya meminta bantuan kamu untuk bersama-sama mengangkat meja ini?”
Contoh Kalimat Permisi Nomor 76 – 100
- “Permisi, kalau diperbolehkan saya ingin menyampaikan pendapat tentang materi yang tadi sudah dijelaskan.”
- “Maaf mengganggu waktunya, tapi apakah boleh saya menyampaikan sesuatu sebentar?”
- “Permisi, bolehkah saya mengambil buku gambar di depan kelas?”
- “Maaf, bolehlah saya meminjam pulpen kamu sebentar saja?”
- “Maaf permisi sebentar ya, saya mau lewat sambil membawa termos isi air panas.”
- “Permisi, boleh saya lihat gambar hasil karyamu?”
- “Permisi, maaf apakah saya boleh meminjam pensil warnamu? Saya lupa membawa pensil warna. “
- “Permisi, saya ingin bertanya arah ke ruang kelas 1C, apakah kamu tahu?”
- “Permisi, maaf apakah saya boleh mengambil busur saya kembali? Saya mau memakainya.”
- “Permisi, bolehkah saya ikut kamu ke ruang musik bersama-sama?”
- “Permisi, maaf kalau saya harus memotong pembicaraan Ibu. Tapi barusan saya dengar ada teman yang memanggil saya. Benarkah demikian?”
- “Permisi, apakah kamu ada waktu sebentar untuk mengantarkan saya ke ruang musik? Saya murid baru dan masih belum mengetahui lokasi ruangannya.”
- “Permisi, Bapak. Bolehkah saya bertanya lebih banyak tentang materi Aljabar? Saya masih belum begitu memahami materi tersebut.”
- “Permisi, Ibu, bolehkah saya meminta tolong untuk mengangkat meja belajar saya?”
- “Permisi, Bapak Guru, apakah saya boleh mengerjakan tugas ini di rumah?”
- “Permisi, Bu Guru, bolehkah saya meminjam telepon untuk menghubungi orangtua saya di rumah?”
- “Permisi, Bapak, apakah saya boleh meminta tambahan penjelasan materi barusan?”
- “Permisi, Bu Guru, apakah saya boleh ke UKS untuk minum air? Badan saya sedang tidak enak.”
- “Permisi, Pak, apakah saya boleh pindah ke tempat duduk di depan? Mata saya kurang kelihatan dengan papan tulis”
- “Permisi, Ibu, apakah saya boleh bertanya tentang materi tersebut sebentar?”
- “Permisi, Bu Guru, bolehkah saya membuka jendela karena udara di kelas terasa sangat panas?”
- “Permisi, apakah kamu ada waktu sebentar untuk mengantarkan saya ke ruang laboratorium? Saya masih belum ingat lokasi ruangannya.”
- “Permisi, maaf apakah saya boleh meminjam buku catatan Matematikamu?”
- “Permisi semuanya, saya ingin bertanya adakah di sini yang sedang merasa kehilangan uang?”
- “Permisi, maaf kalau saya harus memotong pembicaraan Ibu. Bolehkah saya diulangi penjelasan tentang materi tersebut?”
Halaman:

