90 Contoh Kalimat Sederhana dan Luas beserta Cara Membuatnya yang Benar
Artikel ini membahas tentang kalimat sederhana dan luas beserta contoh dan cara membuatnya baik dan benar, yuk baca selengkapnya.
Selain mengandung subjek dan predikat, beberapa kalimat sederhana juga bisa mengandung objek seperti contoh kalimat berikut ini yang mengandung subjek, predikat, objek (SPO):
- Ibu pergi bekerja (subjek + predikat + objek)
- Kahwa membaca buku (subjek + predikat + objek)
- Kakak mengepel lantai (subjek + predikat + objek)
- Dhila menonton televisi (subjek + predikat + objek)
- Ika menyapu teras (subjek + predikat + objek)
- Bibuk menyiapkan bekal (subjek + predikat + objek)
- Nisfu memperbaiki atap (subjek + predikat + objek)
- Hasan bermain bola (subjek + predikat + objek)
- Vivi membaca buku (subjek + predikat + objek)
- Rezky merangkai bunga (subjek + predikat + objek)
- Mega bermain gitar (subjek + predikat + objek)
- Kia membeli sepatu (subjek + predikat + objek)
- Presiden meresmikan gedung (subjek + predikat + objek)
- Ayu membawa payung (subjek + predikat + objek)
- Saya pergi ke kafe (subjek + predikat + objek)
- Rina membaca majalah (subjek + predikat + objek)
- Tono menendang bola (subjek + predikat + objek)
- Budi menulis surat (subjek + predikat + objek)
- Mila memetik bunga (subjek + predikat + objek)
- Anak itu menggambar rumah (subjek + predikat + objek)
- Hujan membasahi tanah (subjek + predikat + objek)
- Pohon meneduhkan jalan (subjek + predikat + objek)
- Kucing mengejar tikus (subjek + predikat + objek)
- Ayah memperbaiki mobil (subjek + predikat + objek)
- Ibu mencuci piring (subjek + predikat + objek)
Pengertian Kalimat Luas
Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang kalimat sederhana dan contoh-contohnya, selanjutnya mari kita mengenal dan mengetahui tentang kalimat luas.
Sebenarnya kalimat luas merupakan bentuk kalimat perluasan dari kalimat sederhana, dengan menambahkan kata-kata baru.
Jika pada kalimat sederhana bisa memiliki satu klausa, maka di kalimat luas harus memiliki paling tidak dua klausa.
Kalimat luas juga memiliki kata penghubung (konjungsi) dalam pembentukan kalimatnya.
Jenis-jenis Kalimat Luas
Sama halnya kalimat sederhana, kalimat luas pun memiliki 2 jenis yaitu Kalimat Luas Setara dan Kalimat Luas Tidak Setara. Berikut ini perbedaan dari keduanya:
1. Kalimat Luas Setara
Merupakan kalimat yang dalam pembentukannya memiliki minimal 2 klausa yang memiliki kesetaraan yang sama, dan masing-masing bisa berdiri sendiri.
Kalimat luas setara menggunakan konjungsi atau kata penghubung, namun terkadang ada juga kalimat luas setara yang tidak menggunakan kata penghubung.
Kata penghubung yang sering ditemui pada kalimat luas sederhana, antara lain; Dan, kemudian, lagipula, tetapi, namun, lalu, tapi, dsb.
Ciri-ciri kalimat luas setara yaitu:
- Memiliki perubahan pada intonasi saat klausa digabungkan
- Memiliki konjungsi atau kata penghubung yang berfungsi sebagai pembeda kesetaraan
- Tingkatan pola di setiap kalimat dalam tiap klausa sederajat
- Menggunakan tanda baca koma (,) di pertengahan kalimat
- Umumnya pola yang digunakan dalam kalimat luas setara yakni Subjek (S) – Predikat (P) + Subjek (S) – Predikat (P)Â
2. Kalimat Luas Tidak Setara
Kalimat luas tidak setara atau kalimat luas bertingkat biasa juga disebut dengan istilah kalimat hipotaktis.
Sama dengan kalimat luas setara, kalimat luas bertingkat juga memiliki minimal dua klausa, hanya saja kedudukannya tidak sejajar atau setara.
Kalimat luas tidak setara biasanya menggunakan kata penghubung, seperti; sebab, kalau, meskipun, walaupun, apabila, sedangkan, ketika, setelah, dsb.
Halaman:

