6 Contoh Kata Pengantar Laporan yang Baik dan Benar, + Strukturnya
Definisi kata pengantar dikemukakan oleh banyak ahli. Secara umum, kata pengantar adalah halaman awal pada laporan atau karya ilmiah yang memuat syukur serta ucapan terima kasih.
Hal Penting Ketika Menulis Kata Pengantar Laporan
Ketika kamu membuat kata pengantar laporan, ada hal yang wajib dicantumkan dan yang tidak perlu ditulis.
Berikut ini adalah poin penting yang perlu kamu ketahui.
1. Tidak perlu mencantumkan hal secara detail
Kata pengantar merupakan halaman untuk mengantarkan pembaca untuk membaca halaman selanjutnya.
Nantinya detail dari laporan akan diulas pada bagian isi. Pengantar yang baik bisa membuat pembaca memahami gambaran konten judul yang akan diulas.
2. Menulis kata pengantar terlalu panjang
Idealnya, kata pengantar ditulis dalam 1-2 halaman saja. Tuliskan bagian penting yang perlu dicantumkan.
Bagian pembuka pengantar, isi kata pengantar, dan penutup kata pengantar tidak perlu disampaikan bertele-tele.
3. Mencantumkan ucapan terima kasih seperlunya
Mungkin ada banyak pihak yang membantu laporanmu dapat selesai. Tapi, tidak semua nama pihak yang telah membantu perlu dicantumkan.
Sampaikan ucapan terima kasih pada pihak yang benar-benar berperan penting untuk menyelesaikan laporan, seperti dosen, guru, peneliti, dan rekan kerja.
4. Menggunakan bahasa formal ketika menulis laporan
Laporan yang baik dan benar menggunakan bahasa formal dengan memperhatikan aturan dan ejaan bahasa Indonesia.
Hindari bahasa gaul atau bahasa non-formal yang akan menurunkan kualitas laporan yang dibuat.
Bisa saja laporanmu akan dibaca pimpinan, rekan kerja, bahkan orang-orang penting.
Sangat mudah, bukan, membuat kata pengantar laporan?
Saatnya untuk mempraktikkan konsep yang sudah kamu dapatkan untuk membuat kata pengantar.
Jangan lupa untuk merapkan semua prinsip dari Mamikos, ya!
Halaman:

