Advertisement
Source : Contoh Kata Penghubung Antarkalimat dan Intrakalimat

Contoh Kata Penghubung Antarkalimat dan Intrakalimat Lengkap

Kata penghubung sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu konjungsi intrakalimat dan antarkalimat berikut penjelasannya…

16 Agustus 2021 Anang

Sekilas konjungsi ini hampir serupa dengan konjungsi koordinatif. Yang membedakannya jika pada kata penghubung koordinatif hanya terdiri dari satu kata saja, maka pada konjungsi  korelatif terdiri dari beberapa gabungan kata.

Kata penghubung korelatif ini bisa juga digunakan pada kalimat majemuk setara atau sintaksis.  Sementara untuk kalimat konjungsi korelatif merupakan kalimat yang tersusun atas dua kalimat atau klausa atau lebih, yang dihubungkan kata penghubung korelasi.

Perlu diperhatikan, jika kalimat tidak dihubungkan dengan kata penghubung, maka kalimat akan menjadi rancu, sulit dimengerti dan ambigu. Kalimat korelatif juga biasanya merupakan kalimat majemuk.

Adapun kata yang digunakan seperti, tidak hanya-tetapi juga, entah-entah, tidak hanya-bahkan, sedemikian rupa-sehingga, bukannya-melainkan, baik-maupun, demikian-sehingga. Contoh penggunaan kalimatnya seperti berikut ini. 

  • Entah benar entah tidak, aku masih meragukan ucapannya.
  • Kami tidak hanya mengikuti forum tersebut, tetapi juga harus aktif untuk mengemukakan pendapat. 
  • Bukannya aku tidak ingin menolongnya, melainkan aku tidak memiliki banyak waktu menolongnya. 
  • Mobil itu melaju sedemikian cepatnya sehingga sangat sulit dikejar mobil polisi patroli.
  • Jangankan untuk membeli rumah, membeli lauk untuk makan pun ia tidak sanggup.
  • Olimpiade itu bukan hanya berlangsung di tahun ini saja, melainkan sejak puluhan tahun yang lalu. 
Contoh Contoh Kata Konjungsi Temporal dan Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Konjungsi Antarkalimat

Selanjutnya adalah konjungsi antarkalimat. Kata penghubung ini merupakan kongjungsi yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lain. Konjungsi ini digunakan untuk menunjukkan adanya perbedaan arti atau makna. 

Kata penghubung antarkalimat biasanya diletakkan di awal kalimat. Sementara di beberapa kasus, konjungsi ini diletakkan setelah tanda titik, tanda seru atau tanda tanya. Jenis konjungsi antarkalimat ini dibagi menjadi beberapa jenis, seperti berikut ini. 

1. Konjungsi pertentangan. 

(Contoh: bagaimanapun, walaupun demikian, biarpun)

  • Sebenarnya ia ingin meninggalkannya tapi tidak mungkin. Bagaimapun juga ia hanyalah seorang anak yang harus berbakti pada ayahnya. 
  • Biarpun ia sudah sukses namun tidak memperlihatkan dirinya seperti itu.

2. Konjungsi yang menyatakan lanjutan.

(Contoh: setelah itu, sesudah itu)

  • Masukkan minyak ke dalam penggorengan. Lalu tunggu hingga minyak menjadi panas dan siap menumis. 
  • Masukan adonan ke dalam wadah tertutup. Setelah itu diamkan sebentar agar mengembang dan siap dicetak.

Halaman:

Advertisement