Contoh Kesimpulan Hasil Wawancara beserta Cara Membuatnya, Gampang Kok!
Sebelum membahas lebih jauh tentang contoh membuat kesimpulan hasil wawancara, kamu harus mengetahui pengertian wawancara dan persiapan untuk melakukannya.
Waktu dan Tempat Wawancara
Kegiatan wawancara akan bertempat di Kantor GMS Malang, pada hari Senin, 12 Oktober 2019.
Hasil Wawancara
Narasumber (N): Deasi Srihandi
Profil singkat: Pendiri dan Pemilik GMS (Green Mommy Shop), produsen produk rumah tangga maupun perawatan tubuh dan kecantikan berbahan organik.
Pewawancara (P): Laily Nihayati
Reporter F Magazine
Transkrip Wawancara:
(P) Bagaimana awal berdirinya Green Mommy Shop (GMS)?
(N) Awalnya saya suka menulis blog tentang kepedulian lingkungan dan seputar dunia wanita sebagai seorang ibu. Ketika saya dan keluarga pindah ke Indonesia setelah beberapa tahun menetap di Malaysia, kami kesulitan mencari kebutuhan produk personal care yang benar-benar alami.
Muncullah ide untuk membuat sabun sendiri. Karena cukup banyak membuatnya, saya tawarkan melalui blog. Ternyata banyak yang berminat. Dari situlah banyak permintaan untuk membuat produk-produk alami lainnya.
Kami menjual produk alami sekaligus mengedukasi wanita Indonesia untuk peduli dengan lingkungan lewat produk-produk kami. Berawal dari 1 baki berisi 36 buah sabun kayu manis gandum di tahun 2010, kini berkembang menjadi hampir 300 jenis produk rumah tangga maupun perawatan tubuh dan kecantikan.
Dari modal awal Lima juta Alhamdulillah hingga meraup keuntungan sekitar tiga puluh juta rupiah per bulan, walau keuntungan bukanlah tujuan utama.
(P) Bagaimana kiat Anda mengedukasi dan menularkan semangat sustainable life kepada konsumen, komunitas GMS dan masyarakat?
(N) Selama hampir 1 dekade, saya dan keluarga konsisten berbagi cara hidup sustainable dan tantangan yang kami alami. Saya membagi pengalaman dan informasi via newsletter berkala untuk customer GMS. Saya juga mengadakan kelas-kelas offline maupun online seputar sustainability, permakultur, aquaponics, urban gardening, zero waste, healthy cooking dan banyak lainnya.
(P) Di tengah budaya instan konsep pelestarian alam dan gaya hidup hijau seringkali dianggap menyulitkan, bagaimana Anda menyiasati tanggapan ini?
(N) Semua gaya hidup memiliki plus dan minus, dan untuk beradaptasi ke gaya hidup yang modern dan instan pun butuh pembiasaan. Kuncinya adalah mengubah mindset. Bumi ini tidak ada kloningnya. Bumi adalah satu-satunya tempat untuk manusia hidup.
Tidak ada pilihan lain selain hidup selaras dengan alam. Pada mulanya semua orang akan merasakan tantangan untuk beradaptasi tetapi itu hal yang wajar di kehidupan ini. Pada akhirnya jika sudah terbiasa, hidup yang sustainable akan menjadi kebiasaan dan bukan hal yang sulit dijalani.
(P) Produk -produk organik acapkali dianggap mahal dibandingkan dengan produk yang ada di pasaran, bagaimana Anda menghadapi tantangan tersebut?
(N) Memang benar produk organik itu lebih mahal daripada produk di pasaran. Produk sintetis bisa lebih murah karena memproduksinya secara masal dan lebih mudah pembuatannya. Berbeda dengan produk organik yang melewati proses yang panjang dalam pembuatannya.
Namun keunggulan dari produk organik adalah bahannya sangat bersahabat dengan microbiota tubuh dan selaras dengan alam. Meskipun harganya lebih mahal, tetapi manfaat kesehatannya berlimpah dan lebih ekonomis penggunaannya dalam jangka panjang.
(P) Apa tantangan-tantangan yang dihadapi di dalam bisnis organik dan berkembangnya komunitas GMS?
(N) Untuk bisnis organik, kestabilan produk masih menjadi tantangan tersendiri. Selain itu tantangannya menghadapi persepsi masyarakat yang masih membandingkan harga produk.
Untuk komunitas GMS, tantangan terbesar adalah mengajak pengguna produk GMS untuk mau belajar tentang sustainability. Tidak semua member dan pengguna produk GMS tentang sustainability.
(P) Perjuangan dan ujian yang dihadapi dalam membesarkan GMS?
(N) Menjaga usaha ini untuk tidak mengganggu keharmonisan keluarga, terutama waktu saya untuk keluarga adalah salah satu tantangan terbesar. Produk yang dijiplak orang lain juga pernah kami alami.
(P) Inovasi-inovasi apa yang Anda lakukan untuk pengembangan GMS?
(N) Kami terus belajar untuk mencari dan memformulasi produk dengan bahan lokal yang tidak lazim dan membudidayakannya serta menjaga habitat alaminya. Membuka peluang Green Dropship juga adalah salah satu inovasi kami yang terbaru. Dengan konsep Dropship yang lebih ramah lingkungan dan system refill untuk produk-produk GMS.
(P) Apa harapan Anda bagi GMS di masa depan?
(N) Saya ingin GMS bisa terus berbagi tentang woman & sustainability sambil menyediakan produk yang bukan cuma alami tetapi juga ramah lingkungan. Harapannya akan banyak dibuka perpanjangan tangan GMS dengan konsep yang sama di seluruh Indonesia.
Sebab, memberdayakan wanita Indonesia, memberikan mereka pengetahuan dan bimbingan praktek untuk menjalankan sustainable life akan lebih mudah dilakukan jika ada support system lokal/kelompok lokal.
