10 Contoh Keterampilan Teknis dan Non Teknis dalam CV Beserta Perbedaannya
Artikel ini berisi contoh keterampilan teknis dan non teknis dalam CV agar dapat menjadi panduan kamu. Simak penjelasannya!
5. Komunikasi Efektif (Non Teknis)
Soft skill komunikasi efektif sangat penting dalam dunia kerja. Komunikasi yang jelas akan membantu koordinasi tim menjadi lebih lancar dan meminimalisir kesalahan kerja.
Contoh di CV:
“Menyajikan presentasi hasil analisis data ke klien dengan feedback positif 95%.”
6. Kepemimpinan dan Inisiatif (Non Teknis)
Perusahaan mencari kandidat yang bukan hanya sekadar dapat bekerja, tapi juga dapat memimpin tim atau mengambil inisiatif. Kepemimpinan dapat ditunjukkan lewat pengalaman organisasi atau proyek kerja yang pernah dilakukan sebelumnya.
Contoh di CV:
“Menjadi ketua tim marketing dengan capaian peningkatan penjualan sebesar 30% dalam 6 bulan.”
7. Problem Solving dan Adaptasi (Non Teknis)
Kemampuan memecahkan masalah dan beradaptasi menjadi soft skill yang sangat dibutuhkan. Kemampuan memecah masalah mungkin terlihat sederhana, namun faktanya tidak semua orang memiliki skill ini. Banyak orang tidak dapat melihat jalan keluar dari permasalahan kerja yang dihadapi.
Oleh karena itu, problem solving termasuk skill yang membuat HRD tertarik karena mencerminkan ketahanan mental dan kreativitas.
Begitu pula adaptasi, pekerja yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan kerjanya dan juga mudah beradaptasi dalam menggunakan alat yang menunjang pekerjaan tentu akan menarik di mata HRD.
Contoh di CV:
“Menyelesaikan kendala teknis website dalam waktu 2 jam sehingga proyek tetap berjalan sesuai timeline.”
8. Riset dan Pengolahan Informasi (Teknis)
Keterampilan riset sering disepelekan, padahal ini sangat penting, terutama untuk pekerjaan yang berhubungan dengan penulisan konten. Kemampuan melakukan riset yang tepat dapat membedakan kualitas tulisan antara satu penulis dengan yang lain.
Misalnya sebagai content writer, biasanya dituntut mencari data yang kredibel dari berbagai sumber, lalu mengolahnya menjadi tulisan yang mudah dibaca. Riset juga mencakup kemampuan memahami tren, kata kunci, hingga insight audiens.
Dengan begitu, konten yang kamu hasilkan bukan hanya bagus secara bahasa, tapi juga relevan dan bermanfaat bagi target pembaca.
Contoh penulisan di CV:
“Menguasai teknik riset keyword dengan Google Trends dan SEMrush, serta mampu mengolah informasi dari sumber terpercaya menjadi artikel yang SEO-friendly.”
9. Kreativitas dan Storytelling (Non Teknis)
Jika riset merupakan fondasi, maka kreativitas adalah bumbu utama dalam dunia kerja. Kreativitas termasuk keterampilan non teknis yang sangat dicari, terutama di bidang pemasaran, periklanan, dan komunikasi.
Kreativitas merupakan salah satu soft skill yang menjadikan kandidat lebih menonjol, karena perusahaan membutuhkan ide segar yang dapat menarik perhatian audiens.
Storytelling juga menjadi bagian penting dari kreativitas. Misalnya, seorang digital marketer yang membuat kampanye iklan tidak cukup hanya menampilkan data produk. Ia harus mampu menyusun cerita menarik yang relatable dengan target audiensnya.
Konten iklan yang dibungkus dengan narasi personal dan emosional cenderung lebih mudah diingat dan meningkatkan peluang konversi.
Contoh penulisan di CV:
“Merancang kampanye digital dengan pendekatan storytelling untuk brand kecantikan dan berhasil meningkatkan brand awareness hingga 55% dalam tiga bulan.”
10. Manajemen Waktu (Non Teknis)
Salah satu keterampilan non teknis yang kelihatannya sepele tapi sebenarnya jadi penentu performa adalah manajemen waktu.
Manajemen waktu yang baik akan membuat seseorang lebih produktif, mengurangi stres, dan mampu menyelesaikan target tepat waktu.
Dalam dunia kerja yang serba cepat, kemampuan ini menjadi indikator bagaimana kamu mengatur prioritas dan tetap konsisten meski menghadapi banyak deadline sekaligus.
Contohnya, seorang project manager harus bisa mengatur timeline pengerjaan proyek besar. Ia harus memastikan setiap anggota tim tahu prioritas masing-masing, sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal tanpa menurunkan kualitas.
Tanpa keterampilan manajemen waktu, proyek bisa dapat tersendat dan merugikan perusahaan.
Contoh penulisan di CV:
“Berhasil menyelesaikan tiga proyek event besar dengan timeline berbeda dalam kurun waktu dua bulan melalui penerapan sistem manajemen waktu berbasis Agile.”
Tips Menuliskan Keterampilan di CV
Menulis keterampilan di CV bukan sekadar daftar panjang yang membosankan. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar CV yang kamu susun menarik perhatian HRD.
Pertama, pilih keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Jangan semua skill kamu tulis karena dapat membuat CV menjadi terlalu padat. Kedua, berikan bukti nyata, misalnya, jangan hanya menulis skill “komunikasi”, tapi tambahkan contoh konkret dari pengalaman kerja.
Kamu juga sebaiknya menambahkan level atau durasi keterampilan. Misalnya “Intermediate” atau “3 tahun pengalaman”. Untuk soft skill, jelaskan lewat pengalaman kerja yang nyata.
Dan terakhir, jangan berlebihan, misalnya, jika kamu baru sekali presentasi, jangan tulis “expert public speaker”. Lebih baik tulis apa adanya dengan contoh yang jelas dan skill yang relevan.
Halaman:



