15 Kalimat Ini Sebaiknya Dihindari saat Interview Kerja, Apa Saja dan Kenapa?
Temukan apa saja kalimat yang harus dihindari saat interview.
15 Kalimat Ini Sebaiknya Dihindari saat Interview Kerja, Apa Saja dan Kenapa? – Interview kerja adalah momen paling penting dalam perjalanan karier seseorang. Banyak orang rela begadang untuk latihan jawab pertanyaan, cari referensi tentang perusahaan, sampai menyiapkan outfit terbaik demi tampil maksimal.
Tapi, ada hal kecil yang sering membuat gagal tanpa disadari baik itu ucapan atau kalimat yang salah saat interview. Terkadang, bukan karena kemampuanmu yang kurang, melainkan cara kamu menyampaikan sehingga pewawancara langsung ilfeel.
Nah, agar kamu tidak terjebak kesalahan yang sama, yuk mari artikel Mamikos yang membahas ‘kalimat ini sebaiknya dihindari saat interview kerja‘ beserta alasannya. Apakah kamu siap? Let’s go! 🧑💻🤔
Daftar Isi
- 15 Kalimat Ini Sebaiknya Dihindari saat Interview Kerja
- 1. “Saya tidak tahu jawabannya”
- 2. “Berapa gaji yang bisa saya dapatkan di sini?”
- 3. “Saya tidak suka dengan atasan lama saya.”
- 4. “Apakah pekerjaan saya nanti akan terasa mudah?”
- 5. “Saya sama sekali tidak punya kelemahan.”
- 6. “Saya hanya butuh pekerjaan ini untuk sementara.”
- 7. “Saya bisa melakukan apa saja tanpa masalah.”
- 8. “Saya sering datang terlambat ke kantor sebelumnya.”
- 9. “Saya ingin segera naik jabatan dalam waktu singkat.”
- 10. “Saya merasa bosan bekerja di perusahaan lama.”
- 11. “Saya tidak suka bekerja sama dengan tim.”
- 12. “Saya belum sempat mempelajari profil perusahaan ini.”
- 13. “Saya hanya butuh pengalaman kerja saja.”
- 14. “Saya bisa belajar keterampilan nanti saja.”
- 15. “Saya tidak memiliki pertanyaan apapun untuk ditanyakan.”
- Mengapa Kalimat-kalimat Tersebut Berbahaya Ketika Wawancara?
- Tips Latihan Interview Kerja dengan Platform Online
- Penutup
15 Kalimat Ini Sebaiknya Dihindari saat Interview Kerja

Berikut contoh ‘kalimat ini sebaiknya dihindari saat interview kerja’ yang bisa kamu simak.
1. “Saya tidak tahu jawabannya”
Kesannya simpel, tapi kalimat ini membuat kamu tampak tidak siap dan kurang percaya diri. Kalau memang tidak tahu, lebih baik jawab dengan versi lain.
Misalnya: “Itu pertanyaan menarik, saya belum pernah mengalaminya, tapi saya akan coba menjawab berdasarkan pengalaman yang saya punya.”
Kalimat ini juga memberi kesan kalau kamu kurang melakukan riset atau persiapan sebelum wawancara. Padahal, perusahaan sangat menghargai kandidat yang menunjukkan usaha meski jawabannya belum sempurna.
2. “Berapa gaji yang bisa saya dapatkan di sini?”
Pertanyaan tentang gaji memang penting, tapi kalau ditanyakan di awal interview, kesannya kamu lebih fokus ke uang daripada kontribusi. Tunggu sampai interviewer membuka topik ini atau tanyakan di sesi akhir dengan cara sopan.
Selain itu, pertanyaan ini bisa membuat pewawancara merasa kamu tidak menghargai proses seleksi. Referensi lain juga menyebutkan, topik gaji sebaiknya ditanyakan dengan bijak dan di waktu yang tepat.
3. “Saya tidak suka dengan atasan lama saya.”
Jangan pernah menjatuhkan perusahaan atau bos lama. Pewawancara bisa menilai kamu sebagai pribadi yang negatif dan suka ngomongin orang.
Lebih baik bilang: “Saya belajar banyak dari pengalaman di tempat sebelumnya, dan sekarang saya ingin mencari tantangan baru.”
Kalimat bernada negatif tentang atasan atau rekan kerja lama akan menimbulkan kesan buruk. Perusahaan pasti ingin tahu apakah kamu bisa menjaga profesionalitas di lingkungan kerja yang baru.
4. “Apakah pekerjaan saya nanti akan terasa mudah?”
Pertanyaaan tersebut menunjukkan kalau kamu kurang siap menghadapi tantangan. Perusahaan pasti mencari kandidat yang bisa adaptif dan mau belajar, bukan yang cari kerjaan mudah.
Selain itu, pewawancara bisa berpikir bahwa kamu hanya mencari kenyamanan tanpa ingin mengembangkan diri. Hal ini bisa mengurangi nilai plus yang sudah kamu bangun.
5. “Saya sama sekali tidak punya kelemahan.”
Hampir semua orang punya kelemahan. Kalau kamu bilang nggak ada, kesannya sombong atau nggak jujur. Lebih baik jawab dengan kelemahan kecil yang sedang kamu perbaiki.
Dari sisi psikologi, mengakui kelemahan justru bisa menunjukkan sikap jujur dan keinginan berkembang. Jadi jangan takut terlihat kurang sempurna.
6. “Saya hanya butuh pekerjaan ini untuk sementara.”
Perusahaan maunya karyawan yang bisa tumbuh bareng, bukan sekadar numpang lewat. Jadi, jangan tunjukkan kalau kamu nggak serius dengan posisi tersebut.
Kalimat ini memberi kesan bahwa kamu tidak berkomitmen. Akibatnya, perusahaan bisa ragu untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya untukmu.
7. “Saya bisa melakukan apa saja tanpa masalah.”
Terdengar seperti fleksibel, tapi terlalu umum dan bikin interviewer ragu. Lebih baik jelaskan skill spesifik yang kamu kuasai, biar mereka tahu nilai tambahmu.
Selain itu, kalimat ini terdengar tidak realistis. Semua orang pasti punya keterbatasan, dan pewawancara bisa menilai kamu kurang jujur.
Halaman:


