Advertisement
Source : unsplash/@ResumeGenius

15 Kalimat Ini Sebaiknya Dihindari saat Interview Kerja, Apa Saja dan Kenapa?

Temukan apa saja kalimat yang harus dihindari saat interview.

19 September 2025 Nuril Hidayah

8. “Saya sering datang terlambat ke kantor sebelumnya.”

Jangan membuka aib yang bisa bikin kamu langsung dicoret. Kalau membahas kelemahan, pilih yang nggak langsung berhubungan dengan performa utama pekerjaan.

Pernyataan ini juga bisa dianggap sebagai indikator masalah disiplin. Perusahaan tentu menginginkan karyawan yang bisa diandalkan tepat waktu.

9. “Saya ingin segera naik jabatan dalam waktu singkat.”

Ambisi itu bagus, tapi kalau kedengarannya terburu-buru, interviewer bisa menganggap kamu nggak sabar dan hanya fokus ke posisi, bukan proses.

Kalimat ini juga bisa menimbulkan kesan kamu hanya tertarik pada status. Perusahaan lebih menghargai kandidat yang fokus berkontribusi terlebih dahulu.

10. “Saya merasa bosan bekerja di perusahaan lama.”

Kata “bosan” membuat kamu terlihat kurang ada motivasi. Lebih baik bilang kalau kamu ingin mencari lingkungan baru yang sesuai dengan passion atau skill kamu.

Kalimat ini juga bisa membuat pewawancara ragu dengan konsistensi kerjamu. Mereka bisa khawatir kamu akan mudah merasa bosan lagi.

11. “Saya tidak suka bekerja sama dengan tim.”

Hampir semua perusahaan butuh kerja sama. Kalau kamu bilang begini, kesannya kamu individualis dan susah diajak kolaborasi.

Selain itu, kerja tim adalah soft skill penting yang jadi pertimbangan rekrutmen. Talenta juga menekankan pentingnya menunjukkan sikap kooperatif saat interview.

12. “Saya belum sempat mempelajari profil perusahaan ini.”

Waduh, ini membuat kamu terlihat kurang niat. Minimal, pelajari website resmi, sosial media, atau berita tentang perusahaan sebelum interview.

Kalimat ini menunjukkan kurangnya persiapan dan bisa membuatmu dicoret dari daftar kandidat. Persiapan sederhana sebenarnya bisa membuatmu tampak jauh lebih profesional.

20 Contoh Soal Psikotes Potongan Gambar IST dan Jawabannya

13. “Saya hanya butuh pengalaman kerja saja.”

Kalau kamu bilang begini, perusahaan merasa kamu cuma mau memanfaatkan mereka. Lebih baik bilang kalau kamu ingin berkembang sekaligus berkontribusi.

Selain itu, pernyataan ini bisa menimbulkan kesan bahwa kamu akan cepat pergi setelah merasa cukup. Perusahaan pasti mencari karyawan yang loyal.

14. “Saya bisa belajar keterampilan nanti saja.”

Ini lebih terlihat kamu pasif. Lebih baik tunjukkan semangat belajar sejak awal, bahkan sebelum masuk kerja.

Kalimat ini juga bisa memberi kesan kamu menunda-nunda. Perusahaan tentu ingin karyawan yang proaktif dan sigap.

15. “Saya tidak memiliki pertanyaan apapun untuk ditanyakan.”

Biasanya di akhir interview kamu diberi kesempatan bertanya. Kalau kamu bilang nggak ada, pewawancara bisa berpikir kamu kurang antusias. Minimal, tanyakan soal budaya kerja atau peluang pengembangan karier.

Kalimat ini juga menunjukkan kalau kamu kurang tertarik dengan perusahaan. Padahal, pertanyaan kecil bisa jadi bukti kamu benar-benar peduli dengan posisi tersebut.

Mengapa Kalimat-kalimat Tersebut Berbahaya Ketika Wawancara?

Kalimat-kalimat di atas terlihat sepele, tapi bisa bikin pewawancara ragu sama kamu. Interview itu bukan cuma tes kemampuan, tapi juga tes kepribadian, attitude, dan seberapa cocok kamu dengan budaya perusahaan. Jadi, setiap kata yang keluar dari mulutmu ada nilai.

Lebih detailnya, kalimat dan pilihan kata yang buruk bisa dianggap sebagai:

1. Tanda kurang persiapan

Pewawancara bisa menilai kamu tidak melakukan riset tentang perusahaan, posisi, maupun pertanyaan umum interview. Misalnya kamu tidak tahu profil perusahaan atau menjawab terlalu singkat, itu memberi kesan bahwa kamu kurang serius.

13 Contoh Soal Psikotes Indomaret dan Jawabannya, Yuk Pelajari Agar Lolos Seleksi

2. Indikasi kurang percaya diri

Jika kamu terlalu sering berkata “tidak tahu” atau menghindar dari pertanyaan, pewawancara bisa menganggap kamu tidak punya keyakinan terhadap kemampuan diri. Padahal, percaya diri menjadi salah satu kualitas penting yang dicari perusahaan.

3. Fokus yang salah

Kalimat yang menekankan gaji, jabatan cepat, atau kemudahan kerja bisa menurunkan nilai kamu di mata HRD. Mereka bisa menganggap kamu hanya melihat sisi keuntungan pribadi, bukan kontribusi atau pembelajaran yang akan kamu dapat.

Halaman:

Advertisement