3 Contoh Klasifikasi Tumbuhan Bryophyta beserta Ciri-ciri dan Manfaatnya
Tumbuhan bryophyta juga dikenal dengan tumbuhan lumut. Seperti apa contoh klasifikasi bryophyta? Simak di sini.
3 Contoh Klasifikasi Tumbuhan Bryophyta beserta Ciri-ciri dan Manfaatnya – Salah satu materi yang penting untuk diperhatikan adalah materi tentang tumbuhan bryophyta di kelas 9 SMA/se-derajat pada semester 2.
Adapun materi tumbuhan bryophyta berada dalam materi tentang tumbuhan tingkat rendah.
Bagi kamu yang masih belum paham betul apa itu tumbuhan bryophyta dan apa saja contoh klasifikasi tumbuhan bryophyta, silakan baca artikel ini hingga selesai, ya.
Apa itu Tumbuhan Bryophyta?
Daftar Isi [hide]
- Apa itu Tumbuhan Bryophyta?
- Ciri-ciri Tumbuhan Bryophyta
- Apa Peran Tumbuhan Bryophyta bagi Kehidupan?
- 3 Klasifikasi Tumbuhan Bryophyta
- 1. Klasifikasi Tumbuhan Bryophyta Bryopsida (Lumut Sejati)
- 2. Klasifikasi Tumbuhan Bryophyta Marchantiopsida (Lumut Hati)
- 3. Klasifikasi Tumbuhan Bryophyta Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)
- Struktur Tubuh Tumbuhan Bryophyta

Tumbuhan bryophyta sebenarnya sangat mudah ditemukan di sekitar kita, terutama di tempat-tempat lembab.
Alasannya adalah, karena bryophyta juga dikenal sebagai lumut. Untuk pengertiannya, bryophyta adalah kelompok tumbuhan darat yang umumnya memiliki ukuran kecil dan berwarna hijau.
Bryophyta merupakan salah satu dari tiga kelompok utama tumbuhan non-vaskular, di samping tumbuhan lumut hati (hepatophyta) dan tumbuhan lumut tanduk (anthocerophyta).
Ciri-ciri Tumbuhan Bryophyta
Tumbuhan bryophyta atau lumut cukup unik dan punya ciri-ciri yang membedakannya dari tumbuhan tingkat tinggi.
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri tumbuhan bryophyta:

Advertisement
1. Tidak mempunyai pembuluh
Tidak seperti tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki xilem dan floem untuk mengangkut air dan nutrisi, lumut tidak memiliki sistem pembuluh yang kompleks.
Akibatnya, air dan nutrisi diserap langsung melalui permukaan tubuhnya, terutama daun.
Ini juga membatasi ukuran lumut, karena air dan nutrisi sulit diangkut untuk jarak jauh tanpa sistem pembuluh yang efisien.
2. Ukuran yang kecil
Kebanyakan lumut berukuran kecil, bahkan tidak terlihat dengan mata telanjang. Ukuran terbesarnya pun jarang melebihi 50 cm.
Ukuran yang kecil ini terkait dengan cara penyerapan air dan nutrisi melalui permukaan. Luas permukaan yang lebih besar per unit volume dibutuhkan untuk penyerapan yang efisien.
3. Hidup di tempat lembab
Lumut sangat membutuhkan lingkungan yang lembab untuk bertahan hidup. Ini karena keterbatasan penyerapan air melalui permukaannya.
Kurangnya pembuluh membuat mereka kesulitan mengangkut air dari bagian bawah ke bagian atas tubuh, sehingga mereka sangat bergantung pada kelembaban udara untuk menyerap air.
Lumut biasanya ditemukan di bebatuan, pohon, kayu gelondongan, dan tanah di tempat-tempat yang lembab dan teduh.