Advertisement
Source : Canva/@Edmond Dantès

23 Contoh Komunikasi Persuasif dalam Kehidupan Sehari-haru beserta Teknik dan Ciri-Cirinya

Tahukah kamu jika aktivitas kita sehari-hari merupakan bentuk dari komunikasi persuasif? Yuk, simak penjelasannya di artikel ini.

30 Januari 2024 Lintang Filia

23 Contoh Komunikasi Persuasif dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Teknik dan Ciri-Cirinya – Jika dikaitkan dalam ilmu kebahasaan, debat capres dan cawapres merupakan salah satu contoh komunikasi persuasif.

Jenis komunikasi ini sering digunakan oleh penyampai pesan atau komunikator untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Kali ini, Mamikos akan mengajak kamu untuk belajar dan mengenal berbagai contoh komunikasi persuasif dalam kehidupan sehari-hari.

Apa itu Komunikasi Persuasif?

contoh komunikasi persuasif
Canva/@Edmond Dantès

Komunikasi persuasif adalah suatu bentuk komunikasi untuk meyakinkan, mempengaruhi, atau merubah sikap, keyakinan, atau perilaku orang lain.

Tujuan utama dari komunikasi persuasif adalah membuat audiens menerima atau mengambil tindakan tertentu sesuai dengan pesan atau pandangan yang disampaikan.

Pengertian Komunikasi, Faktor, Jenis, Fungsi dan Media

Selain pada kampanye para calon presiden dan calon legislatif, komunikasi persuasif juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, sebelum membahas tentang contoh komunikasi persuasif dalam keseharian, yuk belajar tentang ciri-ciri komunikasi persuasif!

Ciri-Ciri Komunikasi Persuasif

1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Ciri-ciri komunikasi persuasif yang paling utama adalah memiliki tujuan yang jelas.

Pengirim pesan tahu persis apa yang ingin dicapai melalui komunikasinya, apakah itu mengubah pandangan seseorang, mendapatkan dukungan, atau memotivasi tindakan tertentu dari audiensnya.

2. Pengetahuan tentang Audiens

Sebuah pesan persuasif harus memperhitungkan siapa audiensnya, mencakup pemahaman tentang nilai, keyakinan, preferensi, dan kebutuhan audiens.

Pengirim pesan dapat menyusun pesan yang lebih relevan dan dapat menarik perhatian serta empati ketika sudah mengetahui siapa audiens atau pendengarnya nanti.

3. Penggunaan Bukti dan Data

Agar menjadi sebuah komunikasi yang persuasif, sebuah pesan harus memiliki dasar yang kuat.

Penggunaan bukti dan data akan memberikan pondasi yang kuat bagi argumen yang disampaikan.

Bisa berupa statistik, penelitian ilmiah, testimonial, atau fakta-fakta konkret lainnya yang mendukung klaim yang dibuat.

4. Pemilihan Bahasa yang Tepat

Pilihan kata dan gaya bahasa sangat penting dalam komunikasi persuasif. Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan audiens dan situasi.

Penggunaan kata-kata yang dapat membangkitkan emosi akan membuat pesan yang disampaikan lebih mengena dan memberikan kesan positif.

Halaman:

Advertisement