22 Contoh Konflik Nasional di Indonesia Terbaru dan Penjelasannya
Pada umumnya, konflik yang terjadi diawali dengan adanya perbedaan pendapat, baik antara dua pihak atau lebih.
8. Konflik di Jawa Tengah
Konflik sosial di Jawa Tengah juga termasuk contoh konflik pada masyarakat Indonesia. Perusahaan pertambangan seringkali membuka lahan dan akan menjadikannya daerah pertambangan.
Namun, hal ini mengakibatkan daerah sekitar pertambangan menjadi tidak subur. Untuk itu, muncul protes dari para petani yang berada di daerah Rembang, Jawa Tengah.
9. Konflik di Mesuji
Perebutan tanah register, baik dari pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar pernah terjadi di daerah Mesuji.
Namun, perebutan hak tersebut menimbulkan beberapa korban. Sebab, salah satu pihak memilih jalan kekerasan dengan cara menyewa preman untuk menyingkirkan lawannya.
10. Konflik di Jawa Barat
Pertikaian antar organisasi masyarakat juga pernah terjadi di Jawa Barat. Organisasi yang terlibat yakni organisasi islam FPI dengan GMBI.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerusakan properti akibat konflik tersebut ternyata menyebabkan kerugian yang cukup besar.
11. Konflik PSSI
Meskipun sepak bola Indonesia masih belum dikenal hingga kancah Internasional. Namun perlu diketahui bahwa sepak bola menjadi hiburan yang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia.
Meski persepakbolaan di tanah air dikotori oleh politik uang. Contoh konflik nasional ini terjadi akibat pengaturan skor, pengaturan wasit, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, banyak pendukung yang melakukan aksi protes terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
12. Konflik di Lampung
Sebuah konflik pernah terjadi di Lampung yang menjadi sebuah Provinsi letaknya paling ujung selatan dari pulau Sumatera. Konflik yang terjadi didasari akibat adanya kesenjangan sosial dan ekonomi.
Khususnya antara masyarakat asli Lampung dan masyarakat pendatang dari Bali.
13. Konflik di Sampit
Konflik di Sampit, Pontianak juga termasuk menjadi peristiwa yang cukup ramai hingga berbagai daerah di Indonesia. Terjadinya konflik akibat perselisihan antara pendatang suku Madura dengan suku Dayak asli.
Oleh karena itu, pertumpahan darah juga tidak bisa dihindari dan konflik ini menimbulkan banyak korban jiwa.
14. Konflik Diskriminasi Sosial di Yogyakarta
Contoh konflik nasional juga terjadi di Yogyakarta seperti diskriminasi sosial.
Meski memiliki motto Bhinneka Tunggal Ika yang artinya Walau Berbeda-beda Tapi Tetap Satu Jua, namun hingga kini masih ada kasus diskriminasi di Indonesia.
Faktor penyebabnya yakni rendahnya toleransi, tenggang rasa, serta empati. Selain itu, diskriminasi merupakan sikap tercela yang merugikan berbagai pihak.
Sebagai contoh pada tahun 2022 yakni kasus diskriminasi penduduk Papua saat merantau ke Yogyakarta. Selain itu, terdapat pula diskriminasi sosial perbedaan suku, seperti perbedaan agama atau keyakinan.
Akibat dari sikap diskriminasi sosial ini, maka masyarakat akan merasa dikucilkan dan tidak diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar.
Diskriminasi sosial juga menyebabkan dampak buruk terhadap persatuan bangsa.
15. Konflik Wamena Papua
Konflik di Indonesia terbaru lainnya seperti konflik sosial atau kerusuhan sosial yang terjadi di 1 kecamatan, yakni Wamena, Jayawijaya, Papua.
Terjadinya pertikaian antar kelompok di kawasan Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Akibat peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Selanjutnya para korban dievakuasi ke RSUD Wamena. Menurut data awal yang didapatkan dari dinas kesehatan setempat yang berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait menginformasikan jumlah korban.
Korban sebanyak 4 orang, terdiri dari 1 orang meninggal, 0 orang hilang, serta 3 Luka Berat/Rawat Inap. Cara penyelesaian dari konflik ini aparat kepolisian mengamankan lokasi kejadian.
Konflik ini bisa diselesaikan melalui upaya perdamaian kedua belah pihak. Perdamaian tersebut juga turut dihadiri forkopimda dan aparat setempat.Â
16. Konflik Mareje
Satuan Tugas (Satgas) penyelesaian konflik sosial, khususnya yang terjadi di Desa Mareje Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat NTB, telah bekerja selama 3 bulan.
Ini sejak konflik kesalahpahaman yang terjadi di wilayah tersebut.
Menurut Satgas, penyelesaian konflik yang terjadi di Mareje tersebut juga telah diatur dalam undang-undang nomor 7 tahun 2012.
Pada penyelesaian konflik sosial tersebut dibentuk secara ad hoc, setelah konflik yang terjadi di Desa Mareje.
Sepertinya ada provokator yang kemudian memicu konflik menjadi membesar. Setelah ada pihak turun ke lapangan tersebut, yang jelas bukan konflik agama.
Pesan untuk kedua masyarakat di Mareja agar selalu menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin tidak mementingkan emosi sesaat.
Selain itu, kedua masyarakat diminta tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi.
Dasar masalahnya tidak diketahui, sehingga persepsi publik menjadi berbeda. Masalahnya bukan persoalan agama, namun ada atensi di politik lokal saja.
Contoh konflik nasional atau konflik sosial di masyarakat Desa Mareje sebenarnya bisa disikapi dengan kepala dingin.
Sehingga, luka lama akibat pemilihan kepala Desa yang belum sembuh menjadi terselesaikan antara kedua kelompok masyarakat tersebut.
Halaman:

