12 Contoh Konflik Terbuka dan Tertutup di Lingkungan Sosial Masyarakat

Berikut adalah beberapa contoh konflik terbuka dan tertutup sebenarnya cukup banyak terlebih dalam lingkungan sosial kemasyarakatan.

01 Oktober 2023 Fajar Laksana

4. Konflik Ras

Contoh konflik terbuka dan tertutup selanjutnya adalah konflik ras. Hal ini terjadi akibat adanya perbedaan ras dalam masyarakat.

Karena terkadang dalam sebuah masyarakat terbagi menjadi beragam suku atau ras yang memiliki beragam perbedaan.

Nah, hal ini terkadang juga memicu sebuah konflik karena individu atau kelompok yang berbeda ras tersebut merasa dikucilkan atau diasingkan.

Hal ini memang cukup umum terjadi mengingat dalam kehidupan masyarakat tidak semua orang memiliki ras yang sama.

Contohnya saja tindakan kriminal yang dilakukan masyarakat ras kulit putih kepada masyarakat ras kulit hitam atau aksi saling mengejek.

Hal ini dapat memicu pertengkaran atau bahkan aksi anarkis yang mengancam jiwa dan raga masing-masing individu dalam masyarakat.

5. Konflik Antar Suku

Contoh konflik terbuka dan tertutup berikutnya bukan hanya konflik antar ras saja, namun juga antar suku.

Konflik ini terjadi akibat adanya perbedaan antar suku yang ada dalam masyarakat terlebih di Indonesia banyak sekali suku yang tinggal.

Adanya beragam suku ini juga memicu adanya perbedaan kebiasaan, bahasa, budaya, norma hingga adat yang bisa memicu perbedaan pendapat.

Adanya perbedaan pendapat inilah yang bisa mengakibatkan munculnya sebuah konflik yang memicu perpecahan.

Contohnya seperti konflik antar suku Madura atau konflik yang belum lama terjadi antara Suku Bali dan Suku Lampung.

Jika ini dibiarkan, tentunya akan menyebabkan adanya perselisihan dalam sebuah kelompok dan bisa menimbulkan banyak hal negatif.

6. Konflik Agama

Contoh konflik terbuka dan tertutup berikutnya adalah konflik agama. Perbedaan agama kenyataannya juga dapat memicu timbulnya konflik.

Pastinya dalam sebuah masyarakat terdapat beragam agama yang berbeda-beda menyebabkan adanya perbedaan kebiasaan dan norma-norma.

Konflik agama, termasuk dalam contoh konflik tertutup. Norma-norma agama yang berbeda dan saling bertentangan ini lah yang memicu timbulnya sebuah konflik dalam masyarakat.

Namun, konflik agama juga tidak mudah untuk dihindari apalagi kita hidup di lingkungan masyarakat yang memiliki beragam agama.

Contohnya seperti pembubaran ibadah agama tertentu karena anggapan tempat tersebut belum memiliki izin resmi. Jika konflik ini dibiarkan dan terus terjadi, bisa saja memicu sebuah konflik yang lebih serius nantinya.

Contoh Konflik Tertutup

1. Konflik Keluarga

Contoh konflik terbuka dan tertutup yang pertama adalah keluarga. Konflik ini terjadi dalam lingkungan keluarga saja.

Hal ini biasa disebabkan oleh beberapa faktor seperti kecemburuan maupun faktor ekonomi yang akhirnya memicu sebuah perselisihan.

Contoh konflik ekonomi dapat menjadi permasalahan yang cukup sering terjadi, pada masing-masing anggota keluarga. 

Konflik keluarga ini cukup umum dan sering terjadi dan biasanya juga melibatkan seseorang dalam masyarakat tersebut untuk menyelesaikan konflik.

Pada dasarnya, konflik dalam lingkup keluarga ini masih cukup sering terjadi dan sulit untuk dihindari.

Misalnya, dengan adanya perebutan harta warisan dalam keluarga yang akhirnya menyebabkan perselisihan.

Jika dibiarkan, hal ini tentu saja akan mengakibatkan adanya pertengkaran dan memicu timbulnya perpecahan dalam keluarga.

2. Konflik Internasional

Contoh konflik sosial terbuka dan tertutup selanjutnya adalah konflik internasional. Konflik ini merupakan salah satu konflik terbuka.

Karena jika konflik ini terjadi bukan hanya akan berdampak di lingkungan masyarakat tersebut namun juga hingga ke luar negara.

Konflik ini bisa terjadi karena adanya perselisihan yang melibatkan agama, politik maupun batasan teritorial suatu negara.

Konflik ini bisa terjadi karena adanya perselisihan antara kelompok atau individu masyarakat di negara satu dengan negara lainnya.

Contohnya konflik antara negara Israel dan Palestina yang sudah terjadi cukup lama dan masih terjadi hingga saat ini yang menimbulkan berbagai kerugian.

Baik kerugian material maupun kerugian adanya banyak korban jiwa yang diakibatkan adanya konflik ini.

3. Konflik Horizontal

Contoh konflik sosial terbuka dan tertutup selanjutnya adalah konflik horizontal yang terjadi dalam lingkungan sosial kemasyarakatan.

Konflik ini terjadi antar individu atau kelompok yang sama dan memiliki kedudukan yang sama dalam kehidupan. Namun, justru malah memicu hadirnya sebuah konflik.

Mereka saling memperebutkan daerah yang mereka anggap sebagai daerah kekuasaannya sehingga mengakibatkan adanya konflik.

Jika dibiarkan hal ini juga cukup membuat perpecahan dalam masyarakat jika tidak diatasi dapat memicu timbulnya konflik.

Contoh konflik horizontal menyangkut perebutan tempat yang dilakukan jasa tertentu dalam masyarakat untuk memperebutkan daerah mereka.

Untuk itu, sudah sebaiknya Anda benar-benar memperhatikan beberapa konflik salah satunya konflik horizontal ini.

Close