12 Contoh Konflik Terbuka dan Tertutup di Lingkungan Sosial Masyarakat
Berikut adalah beberapa contoh konflik terbuka dan tertutup sebenarnya cukup banyak terlebih dalam lingkungan sosial kemasyarakatan.
4. Konflik Kelompok yang Sama
Contoh konflik sosial terbuka dan tertutup juga bisa terjadi antara kelompok yang sama dalam lingkungan yang berbeda.
Misalnya seperti kelompok karyawan di suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang memiliki perbedaan gaji meskipun pekerjaannya sama.
Perbedaan ini biasa memicu sebuah konflik karena salah satu karyawan pasti beranggapan bahwa gaji mereka tidak sama padahal kinerjanya sama.
Hal ini mengakibatkan timbulnya sebuah konflik yang jika dibiarkan dapat mempengaruhi berbagai hal.
Konflik terbuka dan tertutup di lingkungan sosial masyarakat pada kasus kelompok, meliputi demo yang dilakukan karyawan karena merasa gaji mereka tidak setara dengan perusahaan lain meskipun kinerjanya sama.
Mereka pasti akan menuntut keadilan dan kesamarataan gaji yang diberikan sama halnya dengan perusahaan lain.

Advertisement
5. Konflik Kesalahpahaman
Contoh konflik sosial terbuka dan tertutup selanjutnya terjadi karena adanya kesalahpahaman antara individu atau kelompok.
Adanya salah paham dalam sebuah masyarakat memang cukup sering terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai hal.
Hal ini pastinya akan memicu perselisihan antara kelompok dan individu dalam sebuah masyarakat yang akhirnya memicu pertentangan.
Namun, jika kesalahpahaman ini tidak segera diatasi bisa jadi justru akan memicu sebuah pertentangan dalam masyarakat.
Contohnya seperti bentrok antar warga yang terjadi karena salah paham yang akhirnya memicu bentrok dan pertengkaran.
Jika dibiarkan, hal ini bisa saja memicu timbulnya perselisihan hingga pertengkaran yang menimbulkan banyak hal negatif.
7. Konflik Diagonal
Contoh konflik sosial di masyarakat yang selanjutnya adalah konflik diagonal yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dan melibatkan orang lain di luar masyarakat tersebut.
Misalnya, adanya rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat tertentu dan menimbulkan rasa tidak terima.
Contoh konflik terbuka dan tertutup seperti konflik yang terjadi akibat pemberontakan Organisasi Masyarakat Papua Merdeka.
Organisasi ini menuntut untuk membuat negara baru karena merasa perlakukan yang kurang adil kepada masyarakat mereka.