9 Contoh Konjungsi Kronologis, Pengertian dan Ciri-ciri Lengkap
Konjungsi dapat dimaknai sebagai kata hubung, sementara kronologis adalah urutan waktu. Untuk lebih lengkapnya, baca artikel ini hingga tuntas.
2. Pertama, Kedua, Ketiga
Konjungsi yang satu ini seringkali ditemukan di teks prosedur. Kata pertama, kedua, ketiga dan seterusnya menggambarkan langkah-langkah atau cara sebuah aksi tersebut dilakukan.
Penggunaan konjungsi ini secara tak langsung menyatakan bahwa kronologi harus dilakukan secara runut.
- Pertama, Anda harus menyalakan oven gas terlebih dahulu dengan melihat lampu indikator.
- Kedua, masukkan semua sayur-sayuran yang telah dibersihkan ke dalam air mendidih.
- Ketiga, campurkan semua bumbu halus ke dalam panci dan aduk hingga merata.
- Keempat, pastikan kondisi ruangan Anda tetap terang sehingga kondisi variabel tetap hangat.
3. Kemudian
Menurut KBBI, kemudian memiliki arti belakangan. Artinya, ketika konjungsi ini digunakan, maka ada bagian klausa lain yang menyusul belakangan.
Dua klausa tersebut memiliki waktu kejadian yang berbeda. Biasanya, kemudian terletak di tengah kalimat.
- Masukkan air ke dalam gelas, kemudian tambahkan kremer dengan rasa vanilla.
- Aku pergi ke pasar swalayan pukul 4 sore, kemudian menjemput adik di rumah temannya.
- Adik bermain di halaman rumah, kemudian menangis karena terpeleset akibat lumut.
- Orang tuaku berkunjung ke Arab Saudi, kemudian berjalan-jalan di Turki selama seminggu.
4. Sesudah Atau Setelah
Sesudah atau setelah memiliki arti yang sama. Artinya, antara dua klausa terjadi di saat yang berbeda. Uniknya, kedua kata ini bisa diletakkan di bagian depan kalimat dengan menggunakan koma di bagian tengahnya.
- Sesudah saya meninggalkan kelas matematika, saya pergi ke kantin untuk makan bersama teman-teman.
- Sesudah sholat dzuhur, Annisa pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan PR yang belum ia selesaikan.
- Badanku mengalami demam dan menggigil setelah menerima suntikan vaksin.
- Dia memutuskan untuk makan ayam rica-rica setelah memilih menu selama lima menit.
5. Mula-mula
Kata ini mirip dengan “pertama” yang menjadi pembuka sebuah teks berbentuk prosedur.
Kata mula-mula diletakkan di paling depan kalimat, penanda bahwa klausa akan segera dimulai.
- Mula-mula, aku tidak menyangka bahwa ia akan datang bersama orang tuanya.
- Mula-mula, didihkan air di atas kompor dengan api yang sedang.
- Mula-mula, mereka tidak tahu bahwa juri pertandingan adalah Mike.
- Mula-mula, daging harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dilap.
Halaman:

