Advertisement
Source : Canva/@oduaimages

4 Contoh Kultum Singkat tentang Adab Berbicara, Berteman, Makan dan Minum, hingga Adab kepada Orang Tua

Umat muslim hendaknya memiliki adab ketika melakukan segala aktivitas hidup. Tujuannya agar mencerminkan Islam yang baik.

21 Januari 2025 Fajar Laksana

2. Mengkaji Poin Penting yang Perlu Disampaikan

Cara menulis kultum selanjutnya yakni dengan mengkaji poin-poin penting yang perlu kamu sampaikan. 

Mengingat kultum memiliki durasi waktu yang singkat atau terbatas, pastikan kamu menyampaikan materi menurut garis besarnya saja.

Dengan begitu, inti kultum bisa tersampaikan. Hal ini juga meminimalisir terjadinya waktu yang molor melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

3. Menyusun Teks Kultum

Menyusun teks kultum merupakan cara berikutnya yang perlu kamu perhatikan. Meskipun waktu kultum terbatas, kamu tetap perlu menyusun teks kultum dengan baik.

Apalagi, jika kamu merupakan seorang pemula atau baru pertama kalinya menyampaikan kultum. Karena waktu yang singkat itulah, kamu harus menggunakannya sebaik mungkin.

Susunan Teks Kultum

Berbicara mengenai contoh kultum singkat tentang adab, tentunya tidak akan pernah lepas dari struktur teks kultum. 

Pada dasarnya, susunan teks kultum tidak jauh berbeda dengan susunan teks ceramah atau jenis pidato lainnya. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini adalah pemaparannya.

1. Pembuka

Pada bagian pembuka, bisa berisikan tentang salam pembuka dan ucapan syukur.

2. Isi Kultum

Kultum disampaikan dengan isi atau materi yang singkat dan padat. Maka dari itu lah, topik yang diangkat merupakan topik yang ringan tetapi tetap bermanfaat, misalnya saja seperti adab makan dan minum.

3. Salam Penutup

Pada bagian ini, orang yang menyampaikan kultum akan memberikan salam penutup sekaligus permintaan maaf. 

Meskipun menyampaikan sebuah ajaran kebaikan yang bermanfaat, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan tindakan maupun perkataan yang kurang berkenan.

Contoh Kultum Singkat tentang Adab

Setelah mengetahui penjelasan tentang kultum dan aspek-aspek penting yang mesti diperhatikan, kini saatnya kamu berlatih untuk membuatnya. 

Berikut ini beberapa contoh kultum singkat tentang adab yang bisa kamu jadikan acuan.

Mulai dari adab ketika berbicara, berteman, makan dan minum, hingga adab kepada kedua orang tua.

9 Contoh Kultum tentang Kejujuran dan Amanah beserta Keutamaannya dalam Islam secara Singkat

1. Contoh Kultum Singkat tentang Adab Berbicara

Pembuka

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Pertama-tama dan yang utama, marilah kita haturkan puji dan syukur kehadirat Allah Azza wa Jalla yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada kita semua, sehingga di waktu luang dan kesempatan yang baik ini, kita masih dapat bertemu dalam keadaan sehat walafiat.

Tak lupa pula sholawat dan salam kita haturkan kepada suri tauladan kita Nabi besar Nabi Agung Muhammad SAW.

Hadirin yang semoga selalu dirahmati oleh Allah SWT.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sebuah kultum singkat tentang adab berbicara.

Isi Kultum

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW telah bersabda, cukuplah menjadi sebuah dosa bagi seseorang yakni jika ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.

Sejatinya, apa yang kita dengar tidak selalu hal baik. Terkadang, kita mendengar aib orang lain, kejelekan orang lain, kesedihan orang lain, maupun kebahagiaan orang lain.

Meskipun kita mendengar semuanya, alangkah baiknya untuk menyimpan dan merahasiakannya. Janganlah kita membicarakan kejelekan dan keburukan orang lain .

Kemudian, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW telah bersabda, termasuk sebuah kebaikan Islamnya seseorang yakni ketika meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.

Pada hadits ini, kita dianjurkan untuk membicarakan hal yang baik saja. Begitu pula sebaliknya, jangan membicarakan hal-hal yang tidak berguna.

Lebih baik kita diam daripada membicarakan hal-hal yang tidak berguna bahkan sampai merugikan.

Salah satu adab berbicara lainnya yang tak kalah penting untuk selalu kita ingat yakni berbicara dengan menggunakan suara yang pelan dan bisa didengar. Adab berbicara yang sopan, tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu pelan.

Saat berbicara dengan orang lain, hendaknya mengungkapkan maksud dan tujuan dengan jelas, sehingga perkataan kita bisa dipahami. Jangan berbicara seperti dibuat-buat, dipaksakan apalagi berbohong. 

Sebab, kebohongan yang keluar dari mulut kita, dari situlah awal munculnya ketidak percayaan orang lain terhadap kita.

Berbicaralah yang jujur. Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita untuk selalu berkata jujur.

Perkataan yang jujur, dapat menunjukkan tingkat keislaman seseorang. Untuk itulah, sudah seharusnya kita jujur dalam setiap perkataan maupun candaan sekalipun.

Adab berbicara selanjutnya yakni tidak memotong pembicaraan orang lain. Orang yang suka memotong pembicaraan orang lain, maka ia telah menunjukkan sikap tidak sopan dan egois.

Ketika ada seseorang yang berbicara kepada kita, dengarkan dengan penuh semangat dan tunggulah sampai pembicaraan orang tersebut selesai. Dengan begitu, orang yang menjadi lawan bicara kita akan merasa dihargai.

Halaman:

Advertisement