4 Contoh Kultum Singkat tentang Adab Berbicara, Berteman, Makan dan Minum, hingga Adab kepada Orang Tua
Umat muslim hendaknya memiliki adab ketika melakukan segala aktivitas hidup. Tujuannya agar mencerminkan Islam yang baik.
Salam Penutup
Hadirin yang semoga selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Dari kultum yang telah disampaikan, dapat kita ambil garis besarnya, setidaknya ada lima adab berbicara yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Tidak membicarakan semua yang kita dengar.
- Berbicara hal-hal yang baik.
- Berbicara dengan suara yang pelan, tidak terlalu keras, dan tidak dipaksakan
- Selalu berkata jujur.
- Tidak memotong pembicaraan orang lain.
Demikianlah kultum singkat tentang adab berbicara yang bisa saya sampaikan. Apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan saya mohon maaf.
Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat, khususnya bagi diri saya pribadi, dan umumnya bagi hadirin sekalian.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
2. Contoh Kultum Singkat tentang Adab Berteman
Pembuka
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Segala puji dan syukur marilah senantiasa kita haturkan kehadirat Allah SWT. Karena kemurahan dan kebaikan Allah SWT, hingga detik ini kita masih merasakan nikmatnya bertemu dengan saudara-saudara kita.Â
Atas keberkahan yang Allah SWT berikan, kita masih bisa saling bertatap muka dan berkumpul pada kesempatan kali ini dalam keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.
Tak lupa sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Allah, Nabi Agung, Nabi kita Muhammad SAW. Semoga, kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. Allahumma Aamiin.
Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT.
Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah saya menyampaikan sebuah kultum singkat tentang adab berteman.
Isi Kultum Contoh Kultum Singkat tentang Adab Berteman I
Seperti yang kita tahu, manusia merupakan makhluk sosial. Dimana, tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain.
Karena itulah, kita harus menjaga hubungan baik dengan sesama atau lebih sering kita sebut sebagai hablum minannas. Ada banyak hubungan dan interaksi sosial yang bisa kita jalin dengan sesama.
Salah satunya adalah pertemanan. Namun, dalam sebuah pertemanan atau pergaulan, ada beberapa adab yang mesti kita jaga.
Seperti yang telah Rasulullah SAW ajarkan, bahwa kita harus memperlakukan teman dengan baik. Sebab itulah, adab berteman pertama kali adalah selalu berkata dan bersikap baik.
Saat kita berbicara dengan teman, hendaknya menggunakan perkataan atau tutur kata yang baik. Berkomunikasilah dengan bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang.
Selain membuat teman kita merasa nyaman, adab berteman ini bisa memperkuat dan menjaga tali silaturahmi.
Kemudian, adab berteman yang baik adalah bergaul dengan mukmin. Ada baiknya, kita berteman dengan orang-orang mukmin.
Pasalnya, teman dekat atau orang yang dekat dengan kita, dapat memberikan pengaruh besar bagi karakter, sikap, dan pola pikir kita.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW telah bersabda, janganlah kita bergaul kecuali dengan seorang mukmin dan janganlah memakan makanan kita melainkan orang bertaqwa.
Adab berteman selanjutnya yakni saling menasehati. Sebuah hubungan pertemanan yang baik yakni saling memberikan nasehat satu sama lain.
Sebagai contoh, kita melihat salah seorang teman kita mencuri. Karena kita tahu bahwa mencuri adalah perbuatan dosa, maka ingatkanlah supaya tidak melakukannya.
Nasehat ini harus diiringi dengan penyampaian yang baik. Dengan begitu, teman kita mau mengakui kesalahan tanpa tersinggung. Sejatinya, menasehati dan mengingatkan dalam kebaikan merupakan kewajiban semua muslim.
Isi Kultum Contoh Kultum Singkat tentang Adab Berteman II
Satu lagi adab berteman yang tak boleh kita abaikan yakni membatasi hubungan dengan lawan jenis.
Pertemanan tidak hanya antara laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan saja.
Laki-laki dan perempuan bisa saja menjalin pertemanan, akan tetapi terdapat batasan yang harus selalu diperhatikan. Jangan sampai pertemanan tersebut, menjerumuskan kita ke dalam lubang dosa.
Seperti yang seringkali kita jumpai, laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim berdekatan bahkan bersentuhan. Hal ini tidak dianjurkan dalam Islam.
Islam sendiri telah menentukan hukum-hukum tertentu yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis. Pertama adalah menundukkan pandangan.
Hal ini telah Allah SWT jelaskan dalam Al Qur’an Surat An Nur Ayat 30-31. Dalam surat tersebut, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk menahan pandangan dan memelihara kemaluan karena hal tersebut lebih baik.
Kemudian, antara perempuan dan laki-laki harus saling menjaga jarak. Menjaga jarak ini bisa kita terapkan dengan tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu, tidak berbasa basi, dan lain sebagainya.
Selain itu, tidak melakukan sesuatu atau tindakan yang berlebihan saat berpapasan dengan lawan jenis. Tidak saling berpandangan yang dapat menimbulkan syahwat.
Terakhir, tidak berdua-duan. Baik itu pada lingkungan yang ramai maupun lingkungan sepi.
Halaman:

