Advertisement
Source : upload.wikimedia.org

Contoh Kurikulum Merdeka Belajar untuk Siswa SD SMP SMA/SMK dan Penjelasannya

Kurikulum Merdeka sendiri berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila di mana implementasi Kurikulum Merdeka bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan setiap sekolah.

18 Oktober 2024 Bella Carla

Dalam Kurikulum Merdeka, siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki.

Selain itu, kurikulum ini juga memberikan kebebasan pada guru dalam memilih perangkat ajar sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa.

Kurikulum Merdeka sendiri diperkenalkan secara resmi pada Februari 2022 dan sudah mulai diterapkan di berbagai sekolah, khususnya sekolah-sekolah yang terdaftar dalam program Sekolah Penggerak.

Harapannya, di tahun 2024 ini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan seluruh sekolah di Indonesia, baik jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA/MA, maupun SMK.

Adapun dasar hukum penerapan kurikulum ini Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran.

Modul Ajar Pendidikan Pancasila untuk Guru Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka

Struktur Kurikulum Merdeka di SD, SMP, dan SMA/SMK

Struktur Kurikulum Merdeka memuat intrakurikuler dan kokurikuler. Dimana selain intrakurikuler dan kokurikuler, struktur kurikulum ini dapat memuat ekstrakurikuler sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan.

Intrakurikuler memuat kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar. Sementara, kompetensi dirumuskan dalam bentuk Capaian Pembelajaran.

Contoh Pembelajaran Berbasis Teknologi di Sekolah yang Bisa Jadi Inspirasi Guru dalam Mengajar

Berikut ini adalah kesimpulan perubahan struktur kurikulum spesifik untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan yang Mamikos kutip dari laman pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id:

  • PAUD: Penguatan pembelajaran melalui kegiatan bermain dan penguatan dasar-dasar literasi terutama untuk membangun minat dan kegemaran membaca.
  • SD: Penguatan fondasi literasi dan numerasi serta kemampuan berpikir secara inkuiri dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial menjadi satu mata pelajaran, disebut IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Bahasa Inggris semakin dianjurkan untuk mulai diajarkan di jenjang SD.
  • SMP: Penguatan kompetensi teknologi digital termasuk kemampuan berpikir sistem dan komputasional melalui mata pelajaran Informatika yang diwajibkan. • SMA: peminatan tidak berupa program yang tersekat-sekat atau sistem jalur (tracking system) melainkan pemilihan mata pelajaran mulai kelas XI.
  • SMK: Struktur kurikulum yang lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Praktek kerja lapangan menjadi mata pelajaran wajib minimal 1 semester. Siswa dapat memilih mata pelajaran di luar program keahliannya.
  • SLB: Penguatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa untuk menguatkan kecakapan hidup dan kemandirian.
  • PKBM: Satuan unit pembelajaran menggunakan sistem satuan kredit kompetensi (SKK). Struktur kurikulum pendidikan kesetaraan terdiri mata pelajaran kelompok umum dan kelompok pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila.

Halaman:

Advertisement