Contoh Kurikulum Merdeka Belajar untuk Siswa SD SMP SMA/SMK dan Penjelasannya
Kurikulum Merdeka sendiri berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila di mana implementasi Kurikulum Merdeka bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan setiap sekolah.
Contoh Penerapan Kurikulum Merdeka di SD, SMP, dan SMA/SMK
Salah satu program dari Kurikulum Merdeka adalah penerapan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Dimana proyek tersebut diterapkan untuk mencapai karakter siswa yang sesuai dengan profil Pancasila.
Menurut Kemenristekdikti tema proyek yang diterapkan beragam, bisa berupa kewirausahaan, lingkungan, hingga kebhinekaan. Namun jelasnya, proyek tersebut harus memiliki empat prinsip, yaitu:
- Holistik atau memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah.
- Kontekstual, yaitu berdasarkan dari pengalaman nyata yang dihadapi dalam kegiatan sehari-hari.
- Berpusat pada peserta didik yang artinya siswa menjadi subjek pembelajaran dan prosesnya tetap dilaksanakan secara mandiri.
- Eksploratif atau berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang pengembangan diri dan inkuiri.
Berdasarkan panduan yang diterbitkan oleh Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristekdikti berikut beberapa contoh penerapan Kurikulum Merdeka di SD, SMP, dan SMA:
1. Contoh penerapan proyek Kurikulum Merdeka di SD
Siswa SD Negeri 1 suka minum es teh manis tetapi belum bisa membuatnya sendiri. Pak Aso, sebagai pendidik di SD Negeri 1 merancang proyek profil bertema kewirausahaan berjudul “Kita Suka Teh Manis.”
Melalui proyek tersebut siswa belajar mengenal alat dan bahan pembuatan es teh, termasuk takaran bahan-bahan yang diperlukan. proyek profil dilakukan melalui pendampingan, pengulangan, dan pembiasaan di sekolah serta di rumah.
Selanjutnya, Pak Aso mendorong siswa untuk berjualan es teh manis di pameran proyek profil. Siswa Pak Aso berhasil menjual 20 gelas es teh manis di hari pameran.
Setelah proyek berakhir, orang tua siswa bercerita kepada Pak Aso bahwa anaknya kini sudah bisa membuat es teh manis sendiri di rumah.
2. Contoh penerapan proyek Kurikulum Merdeka di SMP
Ningsih adalah seorang siswa SMP yang tinggal di desa nelayan gurita. Guru di sekolah Ningsih saat ini merancang proyek profil bertopik “Detektif Gurita.”
Ningsih kemudian mengeksplorasi segala hal tentang gurita, mulai dari karakteristiknya, cara hidup, dan bagaimana gurita memengaruhi kesejahteraan masyarakat di desanya.
Selama eksplorasi berlangsung, Ningsih dan teman-temannya menemukan bahwa gurita yang tidak laku dijual dibuang ke laut.
Selanjutnya, dengan bimbingan sang guru, Ningsih dan teman-temannya berhasil mengembangkan kreasi olahan gurita untuk memanfaatkan gurita yang tidak laku.
Halaman:

