Advertisement
Source : Pexels/arolina Kaboompics

155 Contoh Majas Aliterasi Bahasa Indonesia beserta Penjelasannya

Jika kamu sedang mencari contoh majas aliterasi pada bahasa Indonesia yang dilengkapi dengan penjelasannya, yuk temukan ulasannya dengan membaca artikel berikut sampai selesai.

29 September 2024 Zuly Kristanto

155 Contoh Majas Aliterasi Bahasa Indonesia beserta Penjelasannya – Majas yang dikenal dalam bahasa Indonesia ada beberapa jenis.

Penggunaan majas dalam suatu karya tulis membuat suatu karya menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Salah satu jenis majas yang sering ditemukan di dalam suatu karya adalah majas aliterasi yang dalam menuliskannya menggunakan pengulangan atau repetisi huruf mati (konsonan) pada awal kata.

Apa Itu Majas Aliterasi?

Contoh Majas Aliterasi Bahasa Indonesia beserta Penjelasannya
Pexels/arolina Kaboompics

Aliterasi adalah sejenis gaya bahasa yang memanfaatkan purwakanti atau pemakaian kata-kata yang permulaannya sama bunyinya.

Biasanya penggunaan majas aliterasi ini ditemukan pada lirik lagu atau puisi. 

Bagi orang awam, aliterasi seperti permainan kata-kata yang menimbulkan deretan bunyi searti dan nada-seirama.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa majas aliterasi merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang memiliki huruf konsonan yang sama sehingga sekilas terlihat sama namun memiliki makna yang berbeda.

75 Contoh Majas Sinestesia Bahasa Indonesia dilengkapi Ciri-cirinya

Contoh Majas Aliterasi Bagian 1

  1. Meskipun harapan berbeda dengan kenyataan tetap harus disyukuri.
  2. Derai cemara berbisik pada debu jalanan.
  3. Tentramlah wahai jiwaku agar tenang hatiku menyambut kenyataan hidup.
  4. Hangatkan hariku supaya hatiku merasa bahagia.
  5. Salam sejahtera kuucapkan kepada seluruh makhluk di penjuru semesta.
  6. Terima kasih kepada tetes hujan yang membasuh padang gersang.
  7. Sembuhkan hatiku yang terluka karena pilunya kenyataan
  8. Berhembuslah angin kemarau agar keinginanku mengangkasa sampai pada bintang gemintang.
  9. Mekarlah bunga harapan yang kupunya demi datangnya esok yang menyenangkan
  10. Tetesan embun-embun malam seolah memahami hati yang tengah terluka.
  11. Jangan suka mencaci karena lukanya sukar hilang meski lewat seribu purnama,
  12. Hilang semua harapanku tersapu hitamnya malam yang mengandung sepi tanpa tepi.
  13. Pilu perasaan ini melihat engkau memutus ikatan yang begitu lama kita jalani.
  14. Kelak akan ada masa yang membuat kita kembali mengingat kenangan indahnya masa muda.
  15. Berlinang air matamu yang sebening berlian permata dunia.
  16. Hingga petang menjelang masih ada rindu yang kunanti hadirnya di sini,

Contoh Majas Aliterasi Bagian 2

  1. Hilanglah semua keinginanku saat tahu engkau menemukan tempat hinggap yang lebih nyaman dari hutan yang kusediakan.
  2. Harapan demi harapan telah pupus karena kenyataan mustahil untuk kembali disatukan.
  3. Hitung berapa lama penantian yang telah kulakukan hingga detik jam di dinding itu berhenti kehilangan daya cipta.
  4. Aliran angin yang terus menderu seolah ingin menguji kemantapan hati yang kumiliki.
  5. Deras rintik hujan menjelma cerita tanpa titik yang mengingatkan aku tentang kasihmu.
  6. Sama sekali tidak pernah aku membayangkan engkau akan pergi meninggalkan aku di saat hatiku terluka.
  7. Jauh sudah aku membuang kenangan yang pernah tumbuh di taman kota.
  8. Bersama kita harus lebih bersabar dalam menerima pahit dan manisnya kehidupan yang kadang tidak berpihak pada orang-orang seperti kita.
  9. Kepada tanah tempat bepijak cukup padamu aku menceritakan kisah para bijak yang membangun negeri ini dengan darah dan cinta.
  10. Dalam keheningan malam berulang kali aku mencoba menemukan tanda-tanda kebesaran Tuhan.
  11. Atas nama harapan untuk kehidupan yang lebih baik, kurelakan diriku meninggalkan semua kenikmatan duniawi yang kumiliki,
  12. Lupakan semua luapan perasaan yang pernah kukatakan kepadamu.
  13. Langkah kaki mungil di heningnya malam seperti langgam lagu kehidupan yang telah lama tidak kudengar.
  14. Sama-sama mencintai mestinya tidak saling menyakiti.
  15. Dalam derai hujan yang turun sore ini kutemukan perasaan damai yang telah lama terlupakan.
  16. Untaian doa pengharapan tentang masa depan yang indah selalu kupanjatkan kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Halaman:

Advertisement