75 Contoh Majas Sarkasme, Pengertian dan Ciri-cirinya
Majas sarkasme adalah gaya bahasa pedas yang digunakan untuk menyindir atau mengejek seseorang secara frontal. Berikut penjelasannya.
Ciri-ciri Majas Sarkasme
Banyak yang sering keliru antara majas sarkasme dengan dua jenis majas sindiran lainnya. Berikut ciri-ciri contoh majas sarkasme agar kita dapat membedakannya dari majas ironi dan sinisme.
- Majas sarkasme digunakan dengan tujuan untuk menyakiti perasaan pendengarnya.
- Majas sarkasme tidak selalu digunakan untuk mengungkapkan maksud yang sebenarnya, namun terkadang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang bersifat emosional.
- Majas sarkasme biasanya diungkapkan berlandaskan kekecewaan atau emosi negatif terhadap suatu hal.
- Majas sarkasme bersifat pasif agresif, yaitu seperti terlihat tidak menyerang pembacanya padahal sebenarnya bertujuan untuk menyerang.
Penggunaan Sarkasme
Kenapa ada gaya seperti ini? Bukankah kita diharuskan untuk berbicara yang baik-baik saja. Meskipun bernilai negatif, sarkasme pada dasarnya bisa digunakan untuk sesuatu yang positif dalam beberapa situasi.
Contoh majas sarkasme biasanya digunakan dalam suasana yang memiliki tekanan tinggi, seperti halnya debat dan kondisi lainnya yang sulit dilalui. Sebagian orang atau budaya terkadang sulit untuk menyerap ide atau perkataan apabila kita tidak mengutarakan kata-kata yang keras atau dengan penekanan sarkas.
Ada beberapa profesi yang mengharuskan seseorang yang berprofesi tersebut terpaksa menggunakan kata-kata sarkas dalam beberapa kondisi.
Misalnya seperti petugas kepolisian yang menangani pelaku kekerasan. Agar memberikan efek takut pada pelaku tersebut, pihak kepolisian biasanya akan mengeluarkan kata-kata sarkas.
Selain pengaplikasian kata-kata sarkas dalam beberapa kondisi dalam kehidupan nyata seperti contoh di atas, contoh majas sarkasme juga kemungkinan besar lebih banyak digunakan dalam sebuah karya fiksi.
Contoh Majas Sarkasme
Berikut ini beberapa contoh majas sarkasme dalam sebuah kalimat:
Kumpulan Contoh 1
- Mulutmu dari dulu memang bagaikan ular berbisa.
- Dasar otak udang, semua pekerjaan mudah seperti ini saja kamu tidak bisa melakukannya, bagaimana jika melakukan pekerjaan lain yang lebih susah. Lantas, apa yang kamu bisa?
- Hey, cepat kesini! Kamu tidak punya telinga? Aku memanggilmu dari tadi tapi kamu masih santai bermain game di situ. Apa perlu ku seret kamu ke sini?
- Biarkan saja dia bermimpi, kan hanya bermimpi saja keahlian yang ia miliki. Lihat saja, mana mungkin mimpinya terwujud. Pemalas seperti dia tidak akan sukses.
- Dasar tidak ada inisiatif, kamu pikir dengan diam saja piring-piring ini bisa bersih sendiri?
- Untuk apa menampung orang yang tidak tahu diri di rumah ini. bisanya hanya menghabiskan makanan saja!
- Untuk apa kamu letakkan tangga ini disini? Kamu pikir ini bisa membantu pekerjaanku? Tidak! Justru ruangan ini jadi semakin sempit. Pindahkan saja tangga ini ke sana!
- Aku pastikan diriku tidak akan tertipu kembali dengan air mata buayanya. Meskipun dia dia menangis darah sekalipun.
- Dasar kacang lupa kulitnya! Kamu anggap apa Ayahmu ini yang telah mencari nafkah untuk biaya sekolahmu, tapi setelah bekerja dan sukses, kamu lupakan Ayah dan tak sedikitpun kamu cicipi gajimu itu untuk Ayah.
- Untuk apa kamu datang lagi kemari? Kami tidak membutuhkan orang yang tidak berguna dan tidak menguntungkan apa-apa sepertimu.
- Saya tidak mau mempekerjakan kamu lagi! Kamu hanyalah karyawan yang merugikan perusahaan saja.
- Terimalah fisikmu yang cacat itu, jika tidak bisa berjalan lagi untuk apa kau paksakan? Terima saja nasibmu!
- Dasar beban keluarga! Apakah kamu tidak malu? Sudah 7 tahun kuliahmu belum lulus juga.
Halaman:

