75 Contoh Majas Sarkasme, Pengertian dan Ciri-cirinya
Majas sarkasme adalah gaya bahasa pedas yang digunakan untuk menyindir atau mengejek seseorang secara frontal. Berikut penjelasannya.
Kumpulan Contoh 2
- Aku sudah tidak mau menginjakkan kaki di rumah yang sudah reyot ini
- Omong kosong apalagi yang akan kamu katakan besok dengannya?
- Bahkan keledai saja tidak akan jatuh ke lobang yang sama. Sedangkan kamu justru membuat lobang yang sama
- Kalau kamu mau jatuh, jatuh saja sendiri jangan bawa-bawa orang lain jatuh bersamamu
- Cukup lihat saja tas smartphone baruku, kau kan tak mampu membelinya. Dasar orang miskin.
- Jangan pernah kau undang dia lagi ke sini! Aku sudah tak sudi lagi bertemu dan kenal dengannya yang kampungan itu
- Dimana kamu taruh matamu? Kau tidak melihat pemberitahuan di depan gang sana kalau jalan ini buntu? Kenapa masih lewat sini?
- Sepertinya kau memang layak mendapatkan celaan dari teman-temanmu, kau kan memang tidak pantas jadi murid di sekolah elit itu.
- Aku tak heran jika kali ini dia gagal ujian lagi. Otak dungu seperti dia memang tak akan mampu lulus ujian tanpa menyontek.
- Sudahlah, tak usah bermimpi bisa berteman dengan kami! Bahkan minuman paling murah yang biasa kami pesan pun, kau tak mampu membelinya.
- Gadis seperti ini menurutmu pantas menjadi cantik? Aku heran bisa ada orang sepertimu yang tertarik dengannya.
- Ini pria yang akan kau jodohkan denganku? Melihat wajahnya saja aku tidak tertarik, apalagi menjadikannya sebagai pendampingku.
- Dasar tidak punya malu, sudah melakukan tindakan penggelapan dana perusahaan dan diberhentikan secara tidak hormat, sekarang masih merengek minta pekerjaan di sini kembali.
- Sungguh bau badannya menyengat sekali, rasanya aku ingin muntah saat berada di dekatnya
- Sudahlah, kurasa percuma olahraga dan minum suplemen pun akan sia-sia, badanmu memang ditakdirkan di bawah rata-rata. Terima saja!
Kumpulan Contoh 3
- Percuma sekolah tinggi hingga jenjang S2. Ucapannya sangat tidak sopan, persis seperti orang yang tidak pernah makan bangku sekolah.
- Sepertinya kamu sudah tidak punya hati! Ibumu terbaring di rumah sakit, tetapi jangankan merawatnya, datang berkunjung saja kamu tidak pernah.
- Sebagai gadis yang miskin dan tidak berpendidikan tinggi sebaiknya kamu tidak bermimpi bisa diterima menjadi menantu keluarga terhormat itu. Bahkan menjadi pembantu mereka saja kurasa kau tidak akan diterima.
- Dasar playboy cap ikan teri! Modal dompet dan wajah pas-pasan saja kau sudah berani mempermainkan banyak wanita.
- Aku rasa kalau kau punya saudara seperti dia yang tidak sopan ini, aku tidak akan mengakuinya. Kelakuannya seperti iblis.
- Apa tempat ini layak disebut perumahan? Lihatlah lingkungannya! Kotor sekali, orang-orangnya juga seperti ini. Tempat ini lebih pantas disebut pemukiman kumuh.
- Benar-benar tidak tahu terima kasih, sudah ditumpangi gratis di rumah ini, baju bekas kau pakai saja harus kami juga yang membersihkan?
- Aku tidak selera mencicipi masakannya. Kasihan lidahku, bisa-bisa mati rasa mencicipi makanan tidak jelas ini.
- Kamu ini tuli ya, ibu panggil-panggil dari tadi tidak menjawab. Cepat kerjakan latihan soal ini. Awas, jangan mengobrol saja bisamu!
- Kau ini lupa minum obat, ya? Tingkahmu seperti orang tidak waras.
- Hey, si gendut, kamu pikir ada laki-laki yang suka padamu? Kalau kamu ingin disukai banyak laki-laki, cepat diet sana!
- Dasar otak dungu! Mengerjakan soal begini saja tidak bisa.
- Ini tulisan manusia? Ya ampun, aku tidak bisa membacanya.
- Dasar penghianat! Sudah dipercaya seperti keluarga sendiri malah berkhianat. Menyesal aku mengenalmu.
Halaman:
