Advertisement
Source : Getty Images/vtmila

75 Contoh Majas Sarkasme, Pengertian dan Ciri-cirinya

Majas sarkasme adalah gaya bahasa pedas yang digunakan untuk menyindir atau mengejek seseorang secara frontal. Berikut penjelasannya.

29 September 2024 Fajar Laksana

Kumpulan Contoh 2

  • Aku sudah tidak mau menginjakkan kaki di rumah yang sudah reyot ini
  • Omong kosong apalagi yang akan kamu katakan besok dengannya?
  • Bahkan keledai saja tidak akan jatuh ke lobang yang sama. Sedangkan kamu justru membuat lobang yang sama
  • Kalau kamu mau jatuh, jatuh saja sendiri jangan bawa-bawa orang lain jatuh bersamamu
  • Cukup lihat saja tas smartphone baruku, kau kan tak mampu membelinya. Dasar orang miskin.
  • Jangan pernah kau undang dia lagi ke sini! Aku sudah tak sudi lagi bertemu dan kenal dengannya yang kampungan itu
  • Dimana kamu taruh matamu? Kau tidak melihat pemberitahuan di depan gang sana kalau jalan ini buntu? Kenapa masih lewat sini?
  • Sepertinya kau memang layak mendapatkan celaan dari teman-temanmu, kau kan memang tidak pantas jadi murid di sekolah elit itu.
  • Aku tak heran jika kali ini dia gagal ujian lagi. Otak dungu seperti dia memang tak akan mampu lulus ujian tanpa menyontek.
  • Sudahlah, tak usah bermimpi bisa berteman dengan kami! Bahkan minuman paling murah yang biasa kami pesan pun, kau tak mampu membelinya.
  • Gadis seperti ini menurutmu pantas menjadi cantik? Aku heran bisa ada orang sepertimu yang tertarik dengannya.
  • Ini pria yang akan kau jodohkan denganku? Melihat wajahnya saja aku tidak tertarik, apalagi menjadikannya sebagai pendampingku.
  • Dasar tidak punya malu, sudah melakukan tindakan penggelapan dana perusahaan dan diberhentikan secara tidak hormat, sekarang masih merengek minta pekerjaan di sini kembali.
  • Sungguh bau badannya menyengat sekali, rasanya aku ingin muntah saat berada di dekatnya
  • Sudahlah, kurasa percuma olahraga dan minum suplemen pun akan sia-sia, badanmu memang ditakdirkan di bawah rata-rata. Terima saja!

Kumpulan Contoh 3

  • Percuma sekolah tinggi hingga jenjang S2. Ucapannya sangat tidak sopan, persis seperti orang yang tidak pernah makan bangku sekolah.
  • Sepertinya kamu sudah tidak punya hati! Ibumu terbaring di rumah sakit, tetapi jangankan merawatnya, datang berkunjung saja kamu tidak pernah.
  • Sebagai gadis yang miskin dan tidak berpendidikan tinggi sebaiknya kamu tidak bermimpi bisa diterima menjadi menantu keluarga terhormat itu. Bahkan menjadi pembantu mereka saja kurasa kau tidak akan diterima.
  • Dasar playboy cap ikan teri! Modal dompet dan wajah pas-pasan saja kau  sudah berani mempermainkan banyak wanita.
  • Aku rasa kalau kau punya saudara seperti dia yang tidak sopan ini, aku tidak akan mengakuinya. Kelakuannya seperti iblis.
  • Apa tempat ini layak disebut perumahan? Lihatlah lingkungannya! Kotor sekali, orang-orangnya juga seperti ini. Tempat ini lebih pantas disebut pemukiman kumuh.
  • Benar-benar tidak tahu terima  kasih, sudah ditumpangi gratis di rumah ini, baju bekas kau pakai saja harus kami juga yang membersihkan?
  • Aku tidak selera mencicipi masakannya. Kasihan lidahku, bisa-bisa mati rasa mencicipi makanan tidak jelas ini. 
  • Kamu ini tuli ya, ibu panggil-panggil dari tadi tidak menjawab. Cepat kerjakan latihan soal ini. Awas, jangan mengobrol saja bisamu!
  • Kau ini lupa minum obat, ya? Tingkahmu seperti orang tidak waras. 
  • Hey, si gendut, kamu pikir ada laki-laki yang suka padamu? Kalau kamu ingin disukai banyak laki-laki, cepat diet sana! 
  • Dasar otak dungu! Mengerjakan soal begini saja tidak bisa. 
  • Ini tulisan manusia? Ya ampun, aku tidak bisa membacanya.
  • Dasar penghianat! Sudah dipercaya seperti keluarga sendiri malah berkhianat. Menyesal aku mengenalmu.

Halaman:

Advertisement