21+ Contoh Majas Sinisme Dilengkapi Pengertian dan Ciri-cirinya
Contoh majas sinisme mengungkapkan sesuatu apa adanya, kadang sangat kasar seperti faktanya agar lawan bicara tidak salah tafsir, seperti apa? Ada di artikel ini.
Contoh Majas Sinisme Lainnya
- Tubuhmu sangat kusam dan gelap, apakah kamu bekerja di bawah sinar matahari?
- Tidak seperti rumah orang lain, rumahmu sangat kotor dan bau. Apa kamu memang tidak pernah membersihkannya?
- Tidak ada gunanya aku menghormati kamu. Kamu juga tidak pernah bersikap menghormati orang lain.
- Percuma saja menghargai pendapatmu, karena kamu tidak pernah mau menghargai pendapat orang lain.
- Kamu sangat keras kepala dan sulit dinasihati, sia-sia saja memberimu nasihat.
- Kenapa sih bajumu itu-itu saja, kamu tak bisa membeli baju baru ya?
- Kata-katamu sangat tidak sopan, kamu tak pernah sekolah ya?
- Mengapa kamu harus mengejek teman yang kulitnya hitam, padahal kulitmu jauh lebih hitam.
- Kalau ada makanan, lakumu seperti kucing yang tak tahu malu.
- Tembok rumahmu banyak coretannya, kamu tak bisa membeli cat ya.
- Aku kagum dengan sikapmu, yang tak pernah memberi uang pada orang tua.
- Kamu memang anak berbakti, disuruh orang tua bukannya menurutinya malah pergi entah ke mana.
- Kamu anak yang sangat teladan ya, karena selalu datang terlambat setiap hari.
- Guru-guru di sekolahmu pasti segan sama kamu, nilaimu paling rendah sih di sekolah.
- Saat sedang susah kamu mengaku mengenalku tapi saat sukses kamu pura-pura tidak kenal. Memang tidak tahu terima kasih.
- Bagaimana kamu mau mendapat nilai bagus di sekolah kalau kerjaanmu hanya bermain game.
- Kamu tak punya perasaan, tega sekali meninggalkan anak dan istri begitu saja.
- Wajah yang seram dan badan yang besar tidak penting, karena dalam kenyataannya kamu hanya pengecut.
- Kamu pelit sekali, padahal setiap kali kesusahan kamu sering meminjam uang padaku.
- Kamu tidak pernah berpikir bahwa kamu terlalu mudah dibohongi, dia kan seorang penipu yang sering menipu orang.
- Buat apa lah capek-cape cari uang susah payah, uang kan bisa didapatkan dengan mudah.
- Kamu tak pernah menyikat gigi? Pantas mulutmu bau sekali
- Bulu jenggotmu selalu dibiarkan panjang, persis seperti jenggot orang tua.
- Kalau motormu sering mogok, kilo saja lah pada tukang pengepul terdekat.
- Gigi berlubanmu banyak sekali, rasanya seperti gorong-gorong buaya!
- Buat apa memiliki rumah mewah dan besar jika setiap hari waktumu hanya habis untuk bekerja.
- Untuk apa gajimu besar tapi kamu sendiri tak pernah menikmatinya.
- Jangan mendekatiku lagi, kamu hanya ingin meminjam uangku saja.
- Percuma uang banyak tapi hutang juga banyak.
- Sia-sia saja kamu punya tetangga kalau hanya membuat pikiran bertambah pusing.
- Kapan kamu akan belajar mandiri kalau masih tinggal bersama orang tua.
- Memangnya kamu tidak punya kaki, kenapa harus selalu bepergian memakai sepeda.
- Pikiranmu memang sangat kotor, tak pernah disikat rupanya.
- Kalau aku jadi kamu tentu aku sangat malu, masak anak guru nilai pelajarannya jelek-jelek.
- Percuma saja punya postur tubuh besar kalau takut pada tikus.
- Rambutmu sangat kasar seperti serabut kelapa. Kamu tak pernah pake sampo ya.
- Kalau selalu malas bekerja, harapanmu tentu akan lebih sulit dibayangkan.
- Aku telah memberi kamu tumpangan setiap hari, tapi kenapa sih aku tak boleh masuk ke dalam mobilmu.
- Kamu tidak pantas melakukan hal itu, karena salah satu keluargamu adalah orang terpandang di desa ini.
- Perbuatanmu ini dapat mengakibatkan perkembangan global yang semakin cepat, maka kurangilah perbuatan buruk itu.
- Mengapa kau tega menduakan aku? Padahal aku sudah sangat tulus mencintai kamu.
- Ke mana saja kamu pergi dia akan selalu menemani, setidaknya sadarlah akan hal itu dan balas budinya.
- Jangan bersikap durhaka pada orang tua karena merekalah yang sudah merawat, membesarkan, dan menjaga kamu selama ini.
- Saat berada dalam kelompok musyawarah, kamu tidak boleh bersikap egois atau keras kepala.
- Mengapa kamu takut akan cinta? Padahal tubuhmu besar, gagah, dan tinggi. Tidak cocok rasanya kalau kamu lembek tentang cinta.
- Tak mungkin lelahmu melebihi lelah orang lain, karena pekerjaanmu ringan dibanding pekerjaan orang lain.
- Aku tak akan mau menerima ucapan maafmu karena kesalahan yang kamu lakukan terus berulang.
- Perhatikan seluruh karyawan kamu kalau kamu juga ingin dicintai oleh mereka.
- Pemahaman kamu tentang pelajaran ini kurang sekali, giat-giatlah belajar.
- Aku tak akan pernah memberikan kucing ini pada orang yang tak punya rasa sayang pada binatang seperti kamu.
- Sia-sia menerima pertolongan pada orang seperti itu, ia memang tak punya sikap tolong menolong.
- Orang itu selalu bilang bahwa ia bekerja untuk keluarganya, tapi dalam kenyataannya ia hanya menghabiskan uang saja untuk berfoya-foya demi kepentingan sendiri.
- Aku tak butuh pertolongan dari orang yang mengharapkan imbalan kayak kamu.
- Kamu selalu punya niat buruk saat menolong orang yang sedang mengalami kesulitan.
- Kenapa sih kamu selalu mencari kesempatan dari kesulitan orang lain?
- Lebih baik kau masukkan saja motor itu ke museum, karena saking tuanya motormu itu sampai berasap terus menerus.
- Jika kamu masih punya rasa malu, kembalikan barangku sekarang juga.
- Dulu kamu rajin beribadah, sopan, suka menolong, alim, dan dermawan. Kenapa sekarang sikapmu menjadi sangat brutal seperti ini.
- Jangan memperlakukan hewan dengan kasar, lama-lama kamu bisa membunuhnya.
- Kondisi tubuh kamu sekarang sudah tidak memungkinkan untuk merokok, berhentilah segera.
- Aku sudah sering melarang kamu untuk tidak makan/minum yang mengandung gula secara berlebihan, tau rasa sekarang kamu mengalami diabetes.
- Bisa-bisanya kamu memperlakukan ia dengan kasar seperti itu, padahal dulu ia sering memberimu uang.
- Jangan mengaku muridku jika kamu masih tidak bisa meninggalkan perbuatan tercela itu.
