Advertisement
Source : unsplash.com/@johnnymcclung

21+ Contoh Majas Sinisme Dilengkapi Pengertian dan Ciri-cirinya

Contoh majas sinisme mengungkapkan sesuatu apa adanya, kadang sangat kasar seperti faktanya agar lawan bicara tidak salah tafsir, seperti apa? Ada di artikel ini.

25 Agustus 2024 Anang

Contoh Majas Sinisme Lainnya

  1. Tubuhmu sangat kusam dan gelap, apakah kamu bekerja di bawah sinar matahari?
  2. Tidak seperti rumah orang lain, rumahmu sangat kotor dan bau. Apa kamu memang tidak pernah membersihkannya?
  3. Tidak ada gunanya aku menghormati kamu. Kamu juga tidak pernah bersikap menghormati orang lain.
  4. Percuma saja menghargai pendapatmu, karena kamu tidak pernah mau menghargai pendapat orang lain.
  5. Kamu sangat keras kepala dan sulit dinasihati, sia-sia saja memberimu nasihat.
  6. Kenapa sih bajumu itu-itu saja, kamu tak bisa membeli baju baru ya?
  7. Kata-katamu sangat tidak sopan, kamu tak pernah sekolah ya?
  8. Mengapa kamu harus mengejek teman yang kulitnya hitam, padahal kulitmu jauh lebih hitam.
  9. Kalau ada makanan, lakumu seperti kucing yang tak tahu malu.
  10. Tembok rumahmu banyak coretannya, kamu tak bisa membeli cat ya.
  11. Aku kagum dengan sikapmu, yang tak pernah memberi uang pada orang tua.
  12. Kamu memang anak berbakti, disuruh orang tua bukannya menurutinya malah pergi entah ke mana.
  13. Kamu anak yang sangat teladan ya, karena selalu datang terlambat setiap hari.
  14. Guru-guru di sekolahmu pasti segan sama kamu, nilaimu paling rendah sih di sekolah.
  15. Saat sedang susah kamu mengaku mengenalku tapi saat sukses kamu pura-pura tidak kenal. Memang tidak tahu terima kasih.
  16. Bagaimana kamu mau mendapat nilai bagus di sekolah kalau kerjaanmu hanya bermain game.
  17. Kamu tak punya perasaan, tega sekali meninggalkan anak dan istri begitu saja.
  18. Wajah yang seram dan badan yang besar tidak penting, karena dalam kenyataannya kamu hanya pengecut.
  19. Kamu pelit sekali, padahal setiap kali kesusahan kamu sering meminjam uang padaku.
  20. Kamu tidak pernah berpikir bahwa kamu terlalu mudah dibohongi, dia kan seorang penipu yang sering menipu orang.
  21. Buat apa lah capek-cape cari uang susah payah, uang kan bisa didapatkan dengan mudah.
  22. Kamu tak pernah menyikat gigi? Pantas mulutmu bau sekali
  23. Bulu jenggotmu selalu dibiarkan panjang, persis seperti jenggot orang tua.
  24. Kalau motormu sering mogok, kilo saja lah pada tukang pengepul terdekat.
  25. Gigi berlubanmu banyak sekali, rasanya seperti gorong-gorong buaya!
  26. Buat apa memiliki rumah mewah dan besar jika setiap hari waktumu hanya habis untuk bekerja.
  27. Untuk apa gajimu besar tapi kamu sendiri tak pernah menikmatinya.
  28. Jangan mendekatiku lagi, kamu hanya ingin meminjam uangku saja.
  29. Percuma uang banyak tapi hutang juga banyak.
  30. Sia-sia saja kamu punya tetangga kalau hanya membuat pikiran bertambah pusing.
  31. Kapan kamu akan belajar mandiri kalau masih tinggal bersama orang tua.
  32. Memangnya kamu tidak punya kaki, kenapa harus selalu bepergian memakai sepeda.
  33. Pikiranmu memang sangat kotor, tak pernah disikat rupanya.
  34. Kalau aku jadi kamu tentu aku sangat malu, masak anak guru nilai pelajarannya jelek-jelek.
  35. Percuma saja punya postur tubuh besar kalau takut pada tikus.
  36. Rambutmu sangat kasar seperti serabut kelapa. Kamu tak pernah pake sampo ya.
  37. Kalau selalu malas bekerja, harapanmu tentu akan lebih sulit dibayangkan.
  38. Aku telah memberi kamu tumpangan setiap hari, tapi kenapa sih aku tak boleh masuk ke dalam mobilmu.
  39. Kamu tidak pantas melakukan hal itu, karena salah satu keluargamu adalah orang terpandang di desa ini.
  40. Perbuatanmu ini dapat mengakibatkan perkembangan global yang semakin cepat, maka kurangilah perbuatan buruk itu.
  41. Mengapa kau tega menduakan aku? Padahal aku sudah sangat tulus mencintai kamu.
  42. Ke mana saja kamu pergi dia akan selalu menemani, setidaknya sadarlah akan hal itu dan balas budinya.
  43. Jangan bersikap durhaka pada orang tua karena merekalah yang sudah merawat, membesarkan, dan menjaga kamu selama ini.
  44. Saat berada dalam kelompok musyawarah, kamu tidak boleh bersikap egois atau keras kepala.
  45. Mengapa kamu takut akan cinta? Padahal tubuhmu besar, gagah, dan tinggi. Tidak cocok rasanya kalau kamu lembek tentang cinta.
  46. Tak mungkin lelahmu melebihi lelah orang lain, karena pekerjaanmu ringan dibanding pekerjaan orang lain.
  47. Aku tak akan mau menerima ucapan maafmu karena kesalahan yang kamu lakukan terus berulang.
  48. Perhatikan seluruh karyawan kamu kalau kamu juga ingin dicintai oleh mereka.
  49. Pemahaman kamu tentang pelajaran ini kurang sekali, giat-giatlah belajar.
  50. Aku tak akan pernah memberikan kucing ini pada orang yang tak punya rasa sayang pada binatang seperti kamu.
  51. Sia-sia menerima pertolongan pada orang seperti itu, ia memang tak punya sikap tolong menolong.
  52. Orang itu selalu bilang bahwa ia bekerja untuk keluarganya, tapi dalam kenyataannya ia hanya menghabiskan uang saja untuk berfoya-foya demi kepentingan sendiri.
  53. Aku tak butuh pertolongan dari orang yang mengharapkan imbalan kayak kamu.
  54. Kamu selalu punya niat buruk saat menolong orang yang sedang mengalami kesulitan.
  55. Kenapa sih kamu selalu mencari kesempatan dari kesulitan orang lain? 
  56. Lebih baik kau masukkan saja motor itu ke museum, karena saking tuanya motormu itu sampai berasap terus menerus.
  57. Jika kamu masih punya rasa malu, kembalikan barangku sekarang juga.
  58. Dulu kamu rajin beribadah, sopan, suka menolong, alim, dan dermawan. Kenapa sekarang sikapmu menjadi sangat brutal seperti ini.
  59. Jangan memperlakukan hewan dengan kasar, lama-lama kamu bisa membunuhnya.
  60. Kondisi tubuh kamu sekarang sudah tidak memungkinkan untuk merokok, berhentilah segera.
  61. Aku sudah sering melarang kamu untuk tidak makan/minum yang mengandung gula secara berlebihan, tau rasa sekarang kamu mengalami diabetes.
  62. Bisa-bisanya kamu memperlakukan ia dengan kasar seperti itu, padahal dulu ia sering memberimu uang.
  63. Jangan mengaku muridku jika kamu masih tidak bisa meninggalkan perbuatan tercela itu.

Halaman:

Advertisement