21+ Contoh Majas Sinisme Dilengkapi Pengertian dan Ciri-cirinya
Contoh majas sinisme mengungkapkan sesuatu apa adanya, kadang sangat kasar seperti faktanya agar lawan bicara tidak salah tafsir, seperti apa? Ada di artikel ini.
Ciri Majas Sinisme
Pembeda majas ini dengan yang lain adalah pengungkapan pesan yang dilakukan secara frontal, tanpa menggunakan kiasan.
Hal ini yang menyebabkan tidak jarang penerima pesan kurang bisa menerima dan marah.
Sebuah ungkapan mudah dikenali apakah itu merupakan majas sinisme atau bukan dari kata dan susunan kalimat yang diucapkan. Ciri yang dimiliki menyebabkan seseorang sangat mudah untuk membedakan.
1. Penyampaiannya Secara Langsung, Tanpa Menggunakan Kiasan
Salah satu ciri yang sangat jelas dari majas sinisme adalah penyampaian tanpa ada yang ditutupi.
Jadi kejelekan seseorang disampaikan secara langsung. Oleh karena itu tidak sedikit yang akhirnya menjadi sakit hati.
Tujuan dari pengucapan majas sinisme memang ada yang sengaja ingin membuat seseorang menjadi sakit hati. Akan tetapi tidak sedikit yang sebenarnya memang benar-benar ingin menyampaikan informasi.
2. Sering Berupa Hinaan Atau Makian
Ucapan yang disampaikan bisa saja berupa hinaan. Namun tidak bermaksud untuk menyakiti, hanya ingin menyampaikan sesuatu yang memang benar-benar terjadi. Dalam hal ini, pendengar bisa sakit hati.
3. Ungkapan Ini Merupakan Penilaian Terhadap Tindakan
Sebagai bentuk penilaian terhadap tindakan seseorang, majas sinisme bisa saja membuat seseorang merasa sakit hati.
Oleh karena itu tidak jarang karena ungkapan tersebut terjadi selisih paham. Terutama jika pendengar tidak terima.
Fungsi Majas Sinisme
Meski sudah paham bahwa ungkapan atau ucapannya akan menimbulkan kontroversi dari penerima namun seseorang tetap menyampaikan.
Tentu saja hal ini berkaitan dengan fungsi dari majas tersebut. Berikut fungsinya:
- Memberitahu sesuatu yang kurang mengenakan dari perbuatan lawan bicara.
- Fungsi berikutnya adalah untuk memberikan dampak kuat agar seseorang mengubah sikap dan sifatnya.
- Menghilangkan energi negatif sebagai bentuk rasa tidak suka dari pembicara kepada lawan bicara.
- Menyampaikan pesan agar lawan bicara menjadi lebih baik.
- Sebagai penyampai pesan yang kurang enak, sebelum disampaikan orang lain yang mungkin berdampak jauh lebih parah.
- Mengungkapkan sesuatu yang kurang baik dilakukan oleh lawan bicara


