Contoh Metode Penulisan Makalah dan Laporan beserta Cara Membuatnya
Agar tidak salah dalam membuat makalah, sebaiknya perhatikan pembuatan makalah dengan benar berikut ini.
Contoh Metode Penulisan Makalah dan Laporan beserta Cara Membuatnya -Karya tulis yang berupa makalah biasanya diberikan sebagai tugas kuliah atau tugas sekolah.
Penyusunan makalah sebenarnya mudah tapi juga tidak bisa dibuat asal. Kamu bisa melihat referensinya pada contoh metode penulisan makalah dan laporan yang tepat.
Daftar Isi
- Contoh Metode Penulisan Makalah dan Laporan
- Pengertian dan Manfaat dari Makalah
- Contoh Metode Penulisan Makalah dan Laporan dan Cara Membuatnya
- Tips Memilih Masalah dalam Kegiatan Penelitian
- Kesalahan Umum yang Sering Muncul dalam Perumusan Masalah
- Jenis Rumusan Masalah dalam Contoh Metode Penulisan Makalah dan Laporan
- Karakteristik dan Ciri-ciri Makalah yang Baik
- Contoh Makalah Kuliah yang Benar
Contoh Metode Penulisan Makalah dan Laporan

Sama halnya dengan pembuatan tema di suatu makalah, yang juga tidak mudah, karena tema akan menjadi pokok permasalahan yang nantinya dibahas di dalam isi sebuah makalah. Agar tidak salah dalam membuat makalah, sebaiknya perhatikan pembuatan makalah dengan benar.
Pengertian dan Manfaat dari Makalah
Pengertian dari makalah adalah tulisan yang sifatnya resmi dari sebuah pokok yang maksudnya adalah untuk dibaca di ruangan umum. Misalnya di suatu persidangan yang disusun untuk kemudian diterbitkan. Contohnya sebuah karya tulis yang dibuat oleh mahasiswa atau anak sekolah.
Makalah ini dibuat sebagai laporan dari hasil pelaksanaan tugas atau hasil penelitian di bidang tertentu. Makalah yang termasuk karya tulis ilmiah merupakan suatu pembahasan yang fokus pada suatu masalah.
Makalah tersebut juga sudah melalui proses penelitian, riset lapangan, dan observasi yang benar serta aktual. Pembahasan masalah yang ada di dalam isi makalah tersebut biasanya berkaitan dengan mata kuliah atau suatu bidang spesialisasi.
Manfaat pembuatan makalah bagi penulis adalah bertambahnya wawasan, karena otak dituntut untuk fokus secara tidak langsung. Penulis juga akan menjadi lebih jeli dan juga teliti karena setiap penulisan tentu harus dikoreksi.
Itulah sebabnya diperlukan contoh metode penulisan makalah yang benar, agar hasilnya meyakinkan. Dalam membuat makalah ini, penulis juga harus menguasai subjek penelitian dan menguasai materinya.
Tak hanya bermanfaat untuk penulis, tapi manfaat pembuatan makalah juga akan dirasakan oleh pembaca. Mereka akan memperoleh pemahaman dan juga pengetahuan yang baru dari makalah yang dibaca.
Contoh Metode Penulisan Makalah dan Laporan dan Cara Membuatnya
Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum mulai membuat makalah. Supaya penyusunan isi dan pembahasan di dalamnya runtut dan sudah sesuai dengan pedoman penulisan sebuah karya ilmiah yang baik.
Cara membuat dan metode penulisan makalah yang benar bisa dilakukan dengan langkah berikut:
1. Mempersiapkan Segala Hal yang DiperlukanÂ
Tahap pertama dalam pembuatan makalah adalah tahap persiapan, yaitu mempersiapkan segala macam hal yang dibutuhkan di dalamnya misalnya berupa data, prasarana, referensi yang lengkap.
Persiapan ini meliputi sejumlah hal berikut ini:
- Mengumpulkan beberapa referensi yang berhubungan dengan judul makalah yang sudah ditentukan.Â
- Membaca sejumlah buku yang akan menjadi referensi untuk penulisan makalah, supaya kamu bisa membentuk kerangka untuk rumusan masalahnya dan memperluas pengetahuan yang masih berkaitan dengan tema makalah.Â
Selain dengan tema makalah bisa juga yang berkaitan dengan topik pembahasan yang berupa landasan teori, yang tentunya harus dikuasai oleh penulis.
- Mengembangkan kerangka makalah dengan lebih kompleks.
- Memastikan laptop/PC yang digunakan kondisinya sehat dan memiliki cadangan memori yang cukup, untuk menyimpan semua data secara utuh.
- Koneksi internetnya stabil.
2. Menulis Sesuai dengan Pedoman
Pada tahap kedua, kamu harus bisa menulis sesuai dengan pedoman yang ada. Caranya dengan mengembangkan kerangka makalah yang akan menjadi sebuah rumus masalah yang terisi atau kompleks.
Berikut ini langkah-langkah di salah satu contoh metode penulisan dalam makalah yang sesuai dengan pedoman:
- Kajilah beberapa sumber yang bisa diperoleh, yang berhubungan dengan judul makalah.
- Memerhatikan lagi bagaimana teknik menulis dalam menyajikan makalah yang baik.
- Menguraikan intisari yang berasal dari pemahaman si penulis, pada informasi yang tertuang ke dalam makalah dari sumber yang diperoleh nantinya.
3. Memeriksa Kelengkapan Hasil Tulisan Makalah/Laporan
Pada tahap selanjutnya, yang harus dilakukan oleh penulis adalah memeriksa kembali isi makalahnya yang berhubungan dengan pemakaian kata, tanda baca, ejaan, dan kalimat yang sudah sesuai dengan PUEBI yang tepat.
Cek kembali apakah data yang sudah diperoleh sudah lengkap ataukah masih kurang. Bagaimana penulisannya apakah masih banyak typo dan apakah format tulisannya sudah sesuai dengan runtut struktur dan pedoman makalah.
4. Memahami Kerangka Makalah
Menulis di bidang karya tulis dan disebut dengan makalah atau laporan, harus memenuhi persyaratan seperti makalah dibuat dengan pemikiran sendiri, belum dipublikasikan di manapun, bersifat ilmiah, dan mengandung unsur terkini.
Dalam makalah tersebut juga harus sudah ada standarisasi dalam penyusunan kerangka makalah, yang valid dan harus benar.Â
5. Menemukan Masalah Penelitian dan Membuat Rumusan Masalah
Untuk makalah penelitian, merumuskan dan juga mengenal makalah dengan lebih jelas akan menjadi kunci yang utama sekaligus menantang bagi penulis. Jika rumusan masalahnya tidak jelas maka temuan penelitiannya pun akan menjadi tak logis.
Secara umum rumusan masalah ini berupa kalimat tanya dengan dua masalah, tapi ada juga penulis yang merumuskan satu masalah saja atau bisa lebih dari dua masalah. Hal itu akan bergantung pada objek yang mereka teliti.
Ciri Rumusan Masalah yang Efektif
Hal yang harus diperhatikan adalah rumusan masalah atau pertanyaan dalam kegiatan penelitian, disusun dengan cara yang efektif. Ciri rumusan yang efektif diantaranya yaitu:
- Pertanyaan penelitian harus aktual, memiliki paradoks, menarik, dan bisa diaplikasikan dengan menggunakan pendekatan berbeda.
- Pertanyaan dalam penelitian juga harus relevan dengan topik yang sudah dikaji, lalu diperkuat dengan mengisi potongan pada teka teki yang hilang. Bisa juga dengan cara membuat hubungan pada sebuah fenomena sosial yang sudah ditelaah.
- Pertanyaan penelitian juga harus diformulasikan secara jelas dengan membatasi variabel yang menjadi penelitian tersebut.
- Pertanyaan yang diajukan harus membawa suatu implikasi dalam hal penelitian yang nantinya bisa diteruskan, dan tidak berhenti begitu saja di tengah jalan.
Halaman:


