16 Contoh Mobilitas Sosial Horizontal Berpindah Peran Lengkap
Di tengah kehidupan bermasyarakat, pasti terjadi mobilitas sosial secara horizontal. Seperti apakah contoh mobilitas sosial horizontal? Berikut informasinya.
Dampak Mobilitas Sosial
Ketika mempelajari mobilitas sosial, kamu akan mengetahui dampak positif dan dampak negatifnya.
Berikut penjelasan lebih lanjutnya, mengenai dampak mobilitas sosial:
1. Dampak Positif
Adanya mobilitas sosial akan berakibat adanya perubahan keadaan sosial, yakni pola pikir, gaya hidup, nilai, norma masyarakat, sehingga integrasi sosial masyarakat mengalami peningkatan.
Ketika individu mengalami mobilitas sosial, kehidupannya akan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Akibatnya, mobilitas sosial mampu mempercepat perubahan sosial ke arah yang lebih baik.
Jadi, baik atau buruknya perubahan sosial juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar, terutama lingkungan tempat tinggal.
2. Dampak Negatif
Dampak negatif dari mobilitas sosial yaitu mampu memicu konflik antar masyarakat. Konflik tersebut seperti pertentangan antar individu/kelompok dan persaingan yang tidak sehat.
Konflik ini dipicu oleh keinginan seseorang untuk meraih kedudukan sosial yang lebih tinggi.
Sebab, manusia tidak pernah merasa puas dan akan terus berusaha mendapatkan kedudukan sosial yang diinginkan.
Hal tersebut dapat mempengaruhi psikologis atau kesehatan mental, karena mereka merasa takut, cemas, dan gelisah yang berlebihan akan kedudukan yang dimiliki mereka atau orang lain.
Faktor yang Mendorong dan Menghambat Mobilitas Sosial
1. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial
Terdapat 5 (lima) faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial, antara lain status sosial, kondisi ekonomi, konteks politik, kebebasan berkomunikasi, dan porsi pekerjaan.
Untuk rincian masing-masing poin, baca penjelasannya di bawah ini:
a. Status Sosial
Semua manusia memiliki hak hierarkis untuk memilih atau mengubah status sosial yang diberikan sejak lahir. Namun, sangat tergantung pada sistem hierarki sosial yang ada di masyarakat.
Dalam sistem stratifikasi sosial terbuka, individu memiliki potensi besar untuk mobilitas sosial antar kelas.
Sehubungan dengan sistem tertutup, mobilitas sosial individu, meskipun sangat terbatas dan lambat, masih dimungkinkan.
Oleh karena itu, tujuan seseorang untuk mobilitas sosial didorong oleh keinginan untuk meningkatkan status sosial mereka di masyarakat.
b. Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi yang buruk dapat meningkatkan mobilitas sosial. Mobilitas sosial disebabkan oleh sikap penolakan untuk menerima kondisi ekonomi yang dimiliki sebelumnya.
Selain itu, kondisi kerangka kerja yang tidak menguntungkan mungkin menguntungkan untuk migrasi horizontal, yaitu orang yang pindah ke daerah yang dianggap lebih layak secara ekonomi.
Halaman:

