16 Contoh Mobilitas Sosial Horizontal Berpindah Peran Lengkap
Di tengah kehidupan bermasyarakat, pasti terjadi mobilitas sosial secara horizontal. Seperti apakah contoh mobilitas sosial horizontal? Berikut informasinya.
c. Konteks Politik
Konteks politik suatu masyarakat sangat dipengaruhi oleh dimensi lain, sehingga perubahan kebijakan politik memberikan peluang bagi mobilitas vertikal dan horizontal.
Kondisi damai memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk melaksanakan mobilitas sosial secara geografis.
Di sisi lain, kekacauan dan perang menyebabkan penurunan kemakmuran dan kehancuran orang-orang dari semua lapisan masyarakat.
d. Kebebasan Berkomunikasi
Keterbatasan komunikasi antar anggota masyarakat menghambat mobilitas sosial. Komunikasi yang bebas dan efektif, di sisi lain, mengaburkan semua batasan antara anggota sosial masyarakat.
Hal ini mampu memicu mobilitas sosial.
e. Porsi Pekerjaan
Luasnya pergerakan dipengaruhi oleh luasnya pembagian kerja yang ada. Pembagian kerja mengacu pada spesialisasi jenis pekerjaan. Maka dari itu, profesional membutuhkan keterampilan khusus.
Semakin spesifik pekerjaan dalam masyarakat, semakin kecil kemungkinan individu berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Akibatnya, potensi mobilitas sosial berkurang.
2. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial
Setidaknya, terdapat 3 (tiga) faktor yang mampu menghambat mobilitas sosial, yaitu:
a. Diskriminasi
Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama, karena adanya perbedaan suku, agama, ras, bangsa, dan lain sebagainya.
Nah, diskriminasi ini mampu menghambat mobilitas sosial, karena orang-orang dari golongan tertentu akan sulit dalam mengubah status sosialnya.
b. Kemiskinan
Faktor kedua yang menghambat mobilitas sosial yaitu kemiskinan.
Masyarakat yang mengalami kemiskinan akan sulit dalam mencapai status sosial tertentu. Salah satu hal yang menyebabkan kemiskinan yaitu rendahnya pendidikan.
Akibat pendidikan yang rendah, kualitas sumber daya manusia (SDM) pun juga ikut rendah. Hal itu menyebabkan kemampuan untuk bersaing mendapatkan pekerjaan menjadi terbatas.
c. Stereotip Gender
Hal ketiga yang mampu menghambat mobilitas sosial dalam contoh mobilitas sosial horizontal yakni adanya stereotip untuk membedakan posisi sosial dan karakteristik berdasarkan gender.
Misalnya, terdapat anggapan bahwa perempuan tidak perlu melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang tinggi, karena akhirnya yang bekerja hanya suami.
Hal tersebut mampu menghalangi kesempatan individu dalam melakukan mobilitas sosial.
Nah, setelah membaca berbagai contoh mobilitas sosial horizontal berpindah peran di atas, apakah kamu mulai memahami topik mobilitas sosial dengan baik?
Mungkin tanpa disadari, kamu juga mengalami mobilitas sosial horizontal ini. Kini setelah paham, kamu akan lebih sadar bahwa ternyata banyak contoh mobilitas sosial yang terjadi sehari-hari.
FAQ
Contoh mobilitas sosial vertikal: Pekerja yang mendapatkan gelar sarjana diangkat ke posisi yang lebih tinggi.
Mobilitas horizontal merupakan perpindahan status sosial individu/kelompok ke status sosial lain yang sederajat.
Contoh mobilitas vertikal ke bawah adalah staff pemerintahan dipecat karena melakukan tindak pidana korupsi dan seorang pengusaha yang bangkrut.
Seorang anak dari keluarga menengah ke bawah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana kemudian berprofesi sebagai dokter.
Contoh mobilitas horizontal:
1. Kepala sekolah SMP B dipindah tugaskan menjadi kepala sekolah SMP B yang berbeda provinsi.
Adanya perpindahan masyarakat dari Desa Suka ke Desa Berkah.
2. Lala memutuskan untuk resign dan berpindah pekerjaan dengan posisi yang berbeda, karena ia tidak nyaman dengan tempat kerja yang sebelumnya.
3. Dina merupakan salah satu mahasiswa dari Universitas C. Ia mengikuti program pengabdian masyarakat dari desa satu ke desa lainnya yang masih dalam satu kecamatan.
Halaman:

