20+ Contoh Mobilitas Sosial Vertikal Naik yang Dialami Individu dan Kelompok
Pergerakan mobilitas sosial yang terjadi secara vertikal dipahami sebagai berpindahnya status sosial seseorang atau kelompok. Berikut ulasan dan contohnya.
2. Wilayah
Mobilitas sosial horizontal dapat terjadi dalam hal atau skala yang kecil. Bahkan, jika kamu berpindah hanya tempat atau wilayah saja, hal itu juga dapat dikatakan sebagai sebuah mobilitas sosial horizontal.
Mengapa bisa begitu? Alasannya, karena status sosial masih sama seperti sebelumnya, meskipun berpindah tempat atau wilayah.
Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial vertikal yakni sebuah perpindahan individu atau kelompok masyarakat sebagai objek sosial, mengarah ke kedudukan sosial yang tidak sepadan atau sederajat, bisa naik atau turun.
Maksud dari tidak sederajat merupakan status sosial yang dapat naik ke arah atas atau turun ke arah bawah.
Mobilitas sosial vertikal memiliki dua arah, yaitu menuju ke atas (naik) dan ke bawah (turun), dengan penjelasan lengkapnya sebagai berikut.
1. Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas (Social Climbing)
Pada mobilitas sosial vertikal ke atas, bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu masuk ke dalam status sosial atau kedudukan yang lebih tinggi, atau membentuk kelompok baru.
Penyebab yang pertama umumnya terjadi pada individu yang saat itu berada di status sosial bawah, lalu terjadi sebuah hal yang membuat status sosialnya meningkat dan naik.
Misalnya, seorang guru berhasil menjabat sebagai kepala sekolah. Hal tersebut menjadikan status sosial yang dimilikinya mengalami kenaikan, karena jabatannya naik.
Sedangkan, pembentukan kelompok baru didasarkan karena belum pernah ada kelompok tersebut sebelumnya. Namun, sosok yang membentuk kelompok ini harus berada di status sosial yang tinggi.
Pada mobilitas sosial vertikal ke bawah, mempunyai 2 (dua) bentuk utama, yaitu turunnya sebuah kedudukan atau turunnya derajat kelompok individu.
2. Mobilitas Sosial Vertikal ke Bawah (Social Sinking)
Mobilitas atau perubahan sosial vertikal ke bawah atau biasa juga disebut social sinking merupakan penurunan kedudukan atau status seseorang, dari atas ke bawah.
Adanya mobilitas sosial vertikal ke bawah didasarkan atas berbagai alasan, seperti turun jabatan, memasuki masa pensiun, pemecatan, berhalangan menjalankan tugas, dan lain sebagainya.
Contoh Mobilitas Sosial Vertikal Naik yang Dialami Individu dan Kelompok
Mobilitas sosial vertikal ke atas dapat terjadi karena adanya peningkatan kedudukan atau status seseorang menjadi lebih tinggi.
Selain itu, mobilitas sosial juga terjadi pada individu dan kelompok. Berikut contoh mobilitas sosial vertikal naik yang dialami individu dan kelompok:
Halaman:

