Contoh Naskah Drama Bahasa Jawa beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya
Di bawah ini akan Mamikos berikan contoh naskah drama bahasa Jawa. Simak baik-baik, ya!
Wijanarko
Pancen kondhang kuncoro pendhekar saka gunung penanggungan, bisa ngimbangi kasekteni Wijanarko si topeng reges. Ro nek kenek dak eman ndang minggata saka desa kene dene Maisyaroh pasrahna aku wae.
Kuncoro
Gak aku gak bakalan ngalih sadurunge nyucup getihmu.cak dakjabel basaku.
Wijanarko
Jabelen. Ro ancene koen gak kenek dak eman. Tak pateni koen padha karo pendhudhuk desa banaran kene.
Kuncoro
Ayo gak sah kakean cangkem ndang majua.
(Perang Wijanarko melawan Kuncoro, Kuncoro kalah dan mati nang tangane Wijanarko. Lalu warga datang dan menghajar Wijanarko. Wijanarko lolos dengan keadaan menyedihkan)
Babak II
(Rumah Wijanarko)
Ibu
Cung…awakmu kena apa cung aja mati cung… nek koen mati sapa sing bakal mbaturi mbokmu iki cung.
Wijanarko
Mbok, aku wis gak kuwat maneh mbok. Mbok apurane aku aku mbok. Mbok, minangka anak wis dakbuktekake darma bektiku menyang bapak. Mbok, lilakna aku ya mbok.
Ibu
Cung aja cung.. aja.. cung
Wijanarko
Mbok, aku pamit…………
Ibu
Cung…………..
(Wijanarko mati)
Unsur Intrinsik Topeng Reges
Di bawah ini adalah contoh naskah drama bahasa Jawa beserta unsur intrinsik dan ekstrinsiknya berjudul ‘Topeng Reges’.
Tema
Balas Dendam
Amanat
Balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan menimbulkan masalah baru.
Tokoh
Wijanarko
Kuncoro
Bayan
Maisyaroh
Lastri
Minah
Sari
Ibu
Watak
Wijanarko : jahat, Brangasan, Pembunuh, Sakti
Kuncoro : baik hati, sakti, tidak gampang marah
Bayan : slengekan, lucu, seenaknya sendiri, sok berani
Maisyaroh : lemah lembut, baik, sopan
Lastri : lemah lembut, baik, sopan
Minah : lemah lembut, baik, sopan
Sari : lemah lembut, baik, sopan
Ibu : sabar, baik hati, sayang pada anaknya.
Alur
Maju
Setting atau Latar Cerita
Di Jalan Desa dan di Rumah Desa
Unsur Ekstrinsik Topeng Reges
1. Latar Belakang Penulis
Penulis naskah drama “Topeng Reges” merupakan mahasiswa jurusan bahasa daerah yang gemar membaca dan mengkaji legenda-legenda di tanah Jawa. Hal ini memengaruhi tema mistis, kesaktian, dan balas dendam yang menjadi inti cerita.
2. Nilai-Nilai yang Terkandung
a. Nilai Moral
- Balas dendam membawa kehancuran.
- Kejahatan pasti akan mendapatkan balasannya.
- Kesabaran dan kebaikan hati lebih mulia daripada kekerasan.
b. Nilai Sosial
- Kepedulian terhadap keselamatan warga.
- Kerja sama masyarakat dalam menghadapi bahaya.
c. Nilai Budaya
- Kepercayaan terhadap kesaktian.
- Ungkapan-ungkapan falsafah Jawa seperti:
- “Utang pati saur pati”
- “Mikul dhuwur mendhem jero”
d. Nilai Religius
- Manusia tidak berhak menentukan surga atau neraka seseorang, karena semua adalah kehendak Tuhan.
Demikianlah contoh naskah drama bahasa jawa beserta unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Semoga artikel ini menambah wawasanmu tentang drama bahasa Jawa, ya!
Halaman:

