Contoh Naskah Drama Teater Pendek dan Cara Membuatnya Lengkap
Naskah drama juga bisa ditulis secara pendek, jadi tidak harus selalu panjang. Bagaimana cara menulisnya? Baca di sini selengkapnya.
3. Contoh Naskah Drama Teater Singkat Ibu-ibu Rumpi
Di sebuah komplek perumahan, terlihat ibu-ibu sedang mengerumuni gerobak penjual sayuran keliling. Seperti biasa, ada bu Nani, bu Nugi, dan bu Shanti yang sedang bergosip sambil memilih sayuran.
Bu Nani : Eh bu ibu, tahu ngga kalau suaminya bu Sonya katanya ketahuan selingkuh sama anaknya.
Bu Nugi : Memangnya siapa yang bilang bu?
Bu Shanti : Jangan bicara sembarangan bu, kalau ngga ada buktinya sama aja fitnah.
Bu Nani : Ye bu Shanti, saya belum selesai cerita udah main potong aja.
Bu Nugi : Jadi, ibu dapat berita dari mana bu?
Bu Nani : Saya tuh kemarin malam dikasih tau suami saya, dia diceritain sama sepupunya Bu Sonya. Pokoknya gitu deh. Tapi saya sih percaya kalau pak Sofian itu selingkuh.
Bu Shanti : Duh, belibet banget ceritanya.
Bu Nugi : Kok Bu Nani bisa menyimpulkan seperti itu?
Bu Nani : Ya jelas dong. Lihat saja, Pak Sofyan selalu tampil parlente, sedangkan Bu Sonya lusuh dan dekil. Sebelas dua belas lah penampilannya sama ART.
Pedagang sayur yang menyaksikan kegaduhan diantara pelanggannya hanya bisa mengelus dada.
Bu Shanti : Kalau belum ada bukti konkritnya saya tetap tidak percaya bu.
Bu Nani : Ya terserah bu Shanti saja, saya kan cuma menyampaikan informasi. Mau percaya atau tidak terserah ibu.
Sejenak gosip dan keributan terhenti dan ibu-ibu kembali ke aktivitas memilih sayuran untuk dimasak.
Bu Nugi : Ssst bu, bu Nani! (Memanggil dengan suara pelan).
Bu Nani : Ada apa bu? (Menatap heran ke arah bu Nugi).
Bu Nugi : Saya sepertinya tidak asing sama laki-laki yang sedang bergandengan tangan dengan wanita sexy disana itu.
Bu Shanti : Mana sih buk? (Kepala celingukan kesana kemari).
Bu Nugi : Itu tuh bu, yang barusan lewat. (Menunjuk dengan kepala).
Bu Nani : Ah bu Nugi, membuat saya penasaran saja.
Ketiga ibu-ibu dan pedagang sayur serempak melihat ke arah yang ditunjukkan bu Nugi dan seketika bu Nani tercengang kaget.
Bu Shanti : Bukannya itu suami ibu, bu Nani?
Pedagang sayur : Betul!
Bu Nugi : Kira-kira perempuan itu siapa ya? Apa adiknya? Tapi kok mesra banget?
Bu Nani : Nggak mungkin ini!
Bu Shanti : Maksud ibu apa?
Bu Nugi : Apa jangan-jangan suami bu Nani punya selingkuhan?
Bu Nani : Ngga mungkin!
Bu Nani berlari pulang ke rumahnya dengan menangis tersedu-sedu. Ternyata gosip mengenai perselingkuhan suaminya benar adanya.
Halaman:

