Advertisement
Source : Canva

7+ Contoh Naskah Drama 5 Orang tentang Belajar Kelompok, Kesombongan, Kejujuran dan Perbedaan Agama

Membuat naskah drama bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk kamu lakukan saat waktu senggang. Simak contoh naskah drama untuk lima orang di bawah ini.

22 Januari 2026 Fatma

3. Tentang Kejujuran

Penokohan:

  • Ilham
  • Rian
  • Ega
  • Ria
  • Elsa

Naskah Drama “Di mana Letak HPku?”

Terdapat lima orang sahabat yang sudah mengenal satu sama lain sejak saat mereka SD. Kelima sahabat tersebut diantaranya Ilham, Rian, Ega, Ria, dan juga Elsa.

Setiap hari Sabtu malam, mereka berlima selalu menghabiskan waktu bersama untuk nongkrong di cafe.

Namun di hari itu, Elsa kehilangan HP yang dibawa dan bertanya kepada teman-temannya apakah melihat di mana dirinya terakhir meletakkan barangnya tersebut.

Elsa: “Aduh! Kalian melihat di mana aku menaruh HPku? Aku tidak bisa menemukannya.”
Rian: “Tidak ada yang melihat, Sa. Kamu tadi taruh mana memangnya?”
Ega: “Coba kamu ingat lagi. Tadi turun dari motor yakin sudah kamu bawa ke sini?”
Elsa: “Yakin. Aku sudah cek di motor dan tidak ada di sana. Kalian benar-benar nggak ada yang melihat ya?”
Ilham: “Kalau aku tahu, pasti sudah kasih tahu ke kamu sejak tadi. Buat apa kita menutupi hal penting seperti ini?”

Tanpa Ilham dan Rian sadari, Ria melihat bagaimana keduanya menyembunyikan sebuah kebenaran.

Dirinya tidak mengatakan apapun untuk menunggu bagaimana reaksi yang diberikan oleh kedua temannya tersebut.

Ria: “Kita ini sudah lama berteman dan mengenal satu sama lain. Tentunya tidak baik kalau berbohong, bukan?”
Ega: “Maksud kamu apa, Ria?”
Ria: “Aku tidak tahu apakah niat dari yang menyembunyikan HP Elsa hanya bercanda saja. Apakah mereka sebenarnya berniat untuk mengambil barang yang bukan miliknya tersebut. Akan tetapi, Elsa di sini panik. Kalau memang niatnya hanya bercanda, ini sudah tidak lucu lagi.”

Ilham dan Rian perlahan mengeluarkan HP yang mereka sembunyikan dari Elsa.

Rian: “Ini, Sa. Tadi kita niatnya hanya bercanda saja.”
Ilham: “Kita mohon maaf ya, Sa. Tadinya tidak terpikiran kalau kamu sampai sepanik ini.”
Elsa: “Lain kali jangan diulangi lagi, ya. Bercanda boleh, tapi tahu batasannya.”
Rian dan Ilham: “Siap!”

4. Tentang Perbedaan Agama

Penokohan:

  • Gita
  • Novi
  • Edo
  • Nara
  • Bagas

Naskah Drama “Toleransi Keberagaman Beragama”

9+ Contoh Naskah Drama 7 Orang Singkat dengan Tema yang Menarik

Edo dan Bagas merupakan dua sahabat yang sudah lama bersama sejak mereka masih kecil. Meskipun menganut agama yang berbeda, hal ini tidak membuat keduanya menjadi jauh.

Keduanya bertemu dengan Gita, Novi, dan Nara saat hari pertama masuk SMA minggu lalu. Mereka masih berusaha untuk saling mengenal satu sama lain dan menjadi teman yang lebih akrab.

Novi: “Kemarin Gita mengirimkan link tempat jualan bakso yang lagi viral. Kalian mau coba bareng atau tidak?”
Nara: “Boleh. Tempatnya lumayan jauh ya. Bagaimana kalau kita berangkat ke sana jam 4 sore?”
Gita: “Mau besok saja mencoba baksonya?”
Edo: “Bagus tuh. Lebih cepat justru lebih baik.”
Bagas: “Bukankah besok jadwalmu untuk pergi beribadah ke gereja ya, Do?’
Edo: “Oh iya, aku lupa! Kalian pergi saja dulu kalau begitu.”
Novi: “Kita kan ke sana bersama, Do. Lakukan saja dulu kewajibanmu ke gereja. Kita masih bisa ke sana besok lusa.”
Gita: “Betul. Kalian bisa kan pergi lusa sore?”
Nara: “Bisa kok.”
Bagas: “Kalau begitu lusa ya. Berangkat dari rumahku saja lebih dekat ke sana.”
Edo: “Terima kasih ya. Aku pamit dulu, sampai ketemu hari lusa!”
Nara: “Hati-hati di jalan!”

5. Tentang Persahabatan dan Perubahan Sikap

Penokohan:
Dina
Reza
Mira
Andi
Reno

Naskah Drama “Sahabat yang Mulai Berubah”

Pagi itu suasana di kantin sekolah terasa lebih ramai dari biasanya. Dina, Mira, dan Andi sudah duduk di meja langganan mereka sambil menunggu dua teman lainnya, Reza dan Reno. Biasanya, mereka berlima selalu makan siang bersama sambil berbagi cerita tentang pelajaran atau kegiatan sekolah. Namun, belakangan ini suasananya terasa sedikit berbeda.

Mira: “Kalian sadar nggak, Reza akhir-akhir ini jarang banget nongkrong sama kita?”
Dina: “Iya, aku juga merasa begitu. Katanya sih lagi sibuk sama anak-anak ekskul basket.”
Andi: “Tapi kan biasanya dia tetap nyempetin waktu buat makan bareng kita.”
Reno: datang dengan wajah lelah “Maaf, aku telat. Latihan basketnya molor.”
Mira: “Kamu kayaknya capek banget, Ren.”
Reno: “Iya, sepertinya aku juga bakal sibuk terus mulai minggu ini. Pelatih minta aku fokus buat turnamen bulan depan.”

Dina menatap Reno dengan wajah sedikit kecewa. Mereka memang bangga dengan prestasi sahabatnya itu, tapi di sisi lain, mereka merasa mulai kehilangan kedekatan yang dulu terjalin begitu erat.

Dina: “Ren, kita semua senang kamu serius latihan. Tapi jangan lupa juga sama teman-temanmu yang dulu selalu dukung kamu dari awal.”
Reno: “Aku tahu, Din. Tapi waktuku benar-benar terbatas sekarang.”
Andi: “Kita nggak marah, kok. Cuma kangen aja. Rasanya aneh kalau makan siang tanpa kamu dan Reza.”
Reno: “Reza juga latihan tambahan buat olimpiade sains, makanya dia jarang kelihatan. Mungkin aku juga bakal begitu sebentar lagi.”

Mira tersenyum tipis sambil menatap teman-temannya satu per satu. Ia tahu, mereka semua mulai tumbuh dengan arah yang berbeda. Tapi dalam hati, ia berharap persahabatan mereka tidak akan hilang hanya karena kesibukan.

Mira: “Kita semua punya tujuan masing-masing, ya. Tapi aku harap, sesibuk apapun nanti, kita tetap ingat janji buat tetap jadi sahabat.”
Reno: “Iya, aku janji. Habis turnamen nanti, aku traktir kalian semua di kafe favorit kita.”
Dina: “Deal! Tapi jangan cuma janji, ya.”
Andi: “Siap-siap aja nanti aku pesen makanan paling mahal!”
Semua tertawa bersama, suasana kembali hangat seperti dulu. Meski tahu waktu akan membawa perubahan, mereka sadar bahwa persahabatan sejati tak akan pudar hanya karena jarak dan kesibukan.

Halaman:

Advertisement