Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan beserta Pengertian dan Fungsinya
Mari simak penjelasan lengkap tentang pengertian, fungsi, dan contoh neraca saldo di bawah ini.
2. Kewajiban
Akun ini mencakup akun-akun yang mencerminkan semua kewajiban finansial perusahaan. Contoh kewajiban meliputi:
- Utang Dagang: Mencerminkan jumlah uang yang perusahaan masih harus membayar kepada pemasok atau kreditur.
- Utang Jangka Panjang: Akun ini mencakup utang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun, seperti pinjaman jangka panjang.
- Kewajiban Lainnya: Ini mencakup kewajiban lainnya yang harus dibayarkan oleh perusahaan, seperti gaji yang masih harus dibayarkan atau pajak yang masih harus disetor.
3. Ekuitas Pemilik
Akun ketiga ini mencakup akun-akun yang mencerminkan investasi pemilik dalam perusahaan. Contoh akun ekuitas pemilik meliputi:
- Modal Pemilik: Modal pemilik adalah jumlah uang yang disumbangkan oleh pemilik atau pemegang saham perusahaan.
- Laba Ditahan: Akun ini adalah akumulasi laba atau rugi bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen atau disimpan dalam perusahaan untuk penggunaan masa depan.
- Modal Tambahan: Mencakup investasi tambahan yang telah diberikan oleh pemilik perusahaan.
4. Pendapatan dan Beban
Akun keempat ini mencakup akun-akun pendapatan dan beban yang digunakan selama periode akuntansi.
Setelah penutupan, akun-akun ini biasanya memiliki saldo nol karena pendapatan dan beban sudah ditutup.
5. Laba/Rugi Bersih
Akun ini mencerminkan selisih antara total pendapatan dan total beban selama periode akuntansi.
Jika perusahaan mencetak laba, akun ini akan memiliki saldo kredit.
Sebaliknya, jika perusahaan mengalami rugi, akun ini akan memiliki saldo debit.
6. Pendapatan dan Beban Non-Operasional
Akun ini mencakup pendapatan dan beban yang berasal dari aktivitas di luar operasi utama perusahaan, seperti pendapatan investasi atau beban bunga.
7. Pajak Penghasilan
Akun ini mencerminkan pajak penghasilan yang harus dibayarkan atau yang telah dibayarkan oleh perusahaan selama periode akuntansi.
Bagaimana Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan?
Membuat neraca saldo setelah penutupan melibatkan beberapa langkah yang harus diikuti dengan hati-hati.
Berikut adalah panduan umum tentang cara membuat neraca saldo setelah penutupan:
1. Persiapkan Informasi
Sebelum mulai membuat neraca saldo setelah penutupan, pastikan kamu telah mengumpulkan semua informasi yang diperlukan.
Informasi ini termasuk data dari buku besar perusahaan, neraca saldo sebelum penutupan, laporan laba rugi, dan informasi tentang akun-akun pendapatan dan beban.
Halaman:
