Contoh Outline Skripsi dan Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar
Bagi para mahasiswa, tentu membuat outline skripsi juga tidaklah mudah. Untuk itu, tentu diperlukan panduan penting yang membantu kamu dalam menyusun setiap bagian dari penelitian yang dilakukan.
3. Memudahkan penulis menentukan klimaks
Masalah paling umum yang kerap dialami mahasiswa dalam membuat skripsi adalah kesulitan menyudahi karena tidak mendapatkan klimaksnya.
Nah, salah satu cara agar bisa menemukan klimaksnya tanpa harus menghilangkan daya tarik perspektif, maka dibutuhkan outline skripsi.
4. Tidak bekerja dua kali
Terdapat banyak kemungkinan penelitian skripsi kamu akan ditolak. Atau, bisa juga kamu akan mengalami rancangan penelitian yang sudah dibuat harus diulangi lagi karena hal-hal sepele, seperti keteledoran.
Nah, untuk menghindari hal-hal seperti itu, maka kamu butuh yang namanya outline skripsi.
5. Memudahkan mencari materi pembantu
Outline skripsi juga terbukti efektif membantu kamu mencari sumber materi dan referensi sesuai topik yang kamu angkat.
Banyak kasus yang terjadi, mahasiswa sering mencari materi terlalu luas. Sebenarnya tidak masalah, hanya saja akan memakan waktu dan jatuhnya kurang efektif dalam penulisan skripsi.
Cara Membuat Outline Skripsi
Sebenarnya, outline tidak hanya digunakan untuk penulisan skripsi saja. Namun, banyak pula yang menggunakan outline untuk penulisan lain, seperti menulis artikel, penulisan novel dan lain sebagainya.
Berikut ada beberapa cara menulis outline skripsi yang Mamikos kutip dari deepublishstore.com:
1. Pendahuluan
Outline yang pertama adalah bagian pendahuluan. Di bagian pendahuluan ada beberapa hal yang perlu kamu tuliskan di sana, antara lain sebagai berikut.
a) Latar belakang masalah
Latar belakang masalah menjadi alasan kenapa kamu mengambil tema atau topik tersebut untuk penelitian, tentunya disertai dengan bukti.
b) Rumusan masalah
Sementara, rumusan masalah merupakan daftar permasalahan yang kamu angkat di dalam penelitian kamu. Oh iya, ada hal yang penting, rumusan masalah selalu dikemas dalam bentuk kalimat pertanyaan, ya.
c) Tujuan penelitian
Tujuan penelitian dibuat berdasarkan rumusan masalah yang sudah kamu angkat. Sederhananya, tujuan penelitian harus ada relevansi dengan rumusan masalah. Bentuk tujuan penelitian ada dua macam, yaitu tujuan penelitian umum dan penelitian khusus.
d) Manfaat penelitian
Poin terakhir, manfaat penelitian yang berisikan manfaat dari penelitian yang kamu angkat apa saja. Kamu bisa menuliskan di bagian ini.
2. Membuat landasan teori
Sebuah penelitian kurang hidup dan kurang menarik perhatian jika tidak ada landasan teorinya. Maka wajib hukumnya untuk membuat landasan teori. Di dalam landasan teori itu sendiri berisi beberapa bab seperti
a). Tujuan pustaka
Tinjauan pustaka adalah upaya kamu untuk meninjau atau mengumpulkan sumber referensi atau mencari teori yang ada relevansi dengan topik atau tema yang diangkat.
b) Kerangka pemikiran
Sementara yang dimaksud dengan kerangka pikiran lebih menekankan pada alur berpikir kamu sebagai peneliti.
Dibagian kerangka pikiran ini pula yang memerlukan dibuat skema untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel penelitian.
c) Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari permasalahan atau topik yang kamu angkat. Sifat hipotesis ini praduga. Jadi, bisa saja dugaanmu benar, dan tidak menutup kemungkinan dugaanmu salah.
Bagaimana? Di Bagian ini kamu sudah tahu apa yang harus ada di dalam skripsi kamu bukan? Langsung kita lanjut outline skripsi yang ketiga.
3. Menuliskan metode penelitian
Langkah berikutnya dalam menulis outline adalah menuliskan metode penelitian. Dibagian inilah kamu menuliskan data-data yang sudah dikumpulkan, baik itu data yang diambil dari kajian teori, terjun kelapangan hingga masalah pengambilan responden atau sampel.
Pada bagian ini, kamu dituntut untuk mampu menyampaikan secara jelas. Mulai dari lokasi,waktu dan subjek penelitian benar-benar jelas, agar hasil penelitian kamu objektif.
Termasuk dalam hal metode penelitian yang diambil. Apakah kamu mengambil metode penelitian dengan pendekatan kualitatif atau kuantitatif, semua juga disampaikan di bab ini.
Halaman:
