Advertisement
Source : freepik.com/Freepik

Contoh Penerapan Pembelajaran Discovery Learning dan RPP-nya untuk Guru

Dalam dunia pendidikan, ada banyak model pembelajaran. Kali ini, Mamikos akan menginformasikan model pembelajaran Discovery Learning untuk guru.

14 Oktober 2024 Nana

Kekurangan Discovery Learning:

  • Metode/model Discovery Learning menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar.
  • Bagi peserta didik yang kurang pandai dalam pelajaran, mungkin akan mengalami kesulitan berpikir atau mengungkapkan seperti apa hubungan antara konsep-konsep yang tertulis maupun lisan.
  • Model ini tidak efisien untuk mengajar peserta didik dalam jumlah banyak, karena membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.
  • Harapan yang terkandung dalam model ini bisa saja tidak terwujud jika peserta didik dan guru lebih terbiasa belajar dengan cara konvensional (lama).
  • Discovery learning lebih cocok digunakan untuk mengembangkan pemahaman. Sedangkan pada aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian.

Langkah Penerapan Pembelajaran Discovery Learning

Dari modul pembelajaran Discovery Learning yang dirilis Kemdikbud, berikut ini Mamikos uraikan beberapa langkah penerapan pembelajaran Discovery Learning, antara lain adalah:

1. Perencanaan

  • Menentukan kompetensi dasar dan mengembangkannya dalam tujuan pembelajaran beserta berbagai indikator yang diperlukan
  • Melakukan identifikasi masalah dengan memperhatikan tingkat kesulitan permasalahan.
  • Menyusun kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan peserta didik, terkait kegiatan penemuan beserta perangkat pembelajaran yang mereka butuhkan.

2. Stimulasi

Fungsi dari stimulasi adalah untuk menyediakan kondisi interaksi yang dapat mengembangkan dan membantu para peserta didik mengeksplorasi bahan.

Contoh Project Based Learning SD SMP SMA/SMK dan Langkah-langkah Penerapannya

Nantinya, guru dapat memulai kegiatan pembelajaran di kelas dengan mengajukan peserta didik berbagai pertanyaan. Selain itu, guru juga dapat memberikan inspirasi sumber bacaan serta mengarahkan proses pemecahan masalah dalam aktivitas belajar lainnya.

3. Identifikasi Masalah

Pada tahap ini, guru akan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin berbagai agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran.

4. Pengumpulan Data

Guru akan memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin untuk membuktikan benar tidaknya suatu hipotesis.

Peserta didik juga akan diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara langsung dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan lain sebagainya.

5. Pengolahan Data

Semua informasi yang kemudian diperoleh para peserta peserta didik akan diolah, diacak, diklasifikasi, ditabulasi, bahkan jika perlu (dan memungkinkan) dihitung dengan cara tertentu dan ditafsirkan.

6. Pembuktian

Peserta didik akan melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar tidaknya sebuah hipotesis yang telah ditetapkan dengan temuan alternatif, kemudian dihubungkan dengan hasil dari pengolahan data.

Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui berbagai contoh yang mereka jumpai.

7. Menarik Kesimpulan

Dalam penarikan kesimpulan, para peserta didik harus selalu memperhatikan proses generalisasi yang menekankan betapa pentingnya penguasaan materi pembelajaran atas makna, kaidah dan prinsip yang mendasari pengalaman mereka.

Halaman:

Advertisement