15 Contoh Perilaku Partikularisme di Sekolah dan Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-hari
Partikularisme merupakan sebuah sistem yang selalu mendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum. Simak contoh perilakunya di sini.
Penyebab Terjadinya Partikularisme
Perilaku partikularisme dapat terjadi di berbagai lingkup dan latar belakang di dalam masyarakat. Ada beberapa penyebab atau latar belakang terjadinya partikularisme, antara lain adalah:
a. Latar belakang sejarah
Proses sejarah yang dimiliki oleh suatu kelompok atau komunitas dapat menciptakan identitas unik yang membedakan mereka dari kelompok lain.
Nah, peristiwa yang dialami oleh masyarakat tersebut di masa lalu dapat menjadi penyebab adanya perilaku atau tindakan partikularisme yang hari ini muncul.
b. Multikulturalisme
Konsep multikulturalisme ini dianggap mempromosikan pengakuan keberagaman. Namun ternyata konsep ini juga menjadi salah satu penyebab munculnya partikularisme. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan keyakinan masyarakat akan tidak ada arti budaya yang diakui secara bersama-sama.
c. Latar belakang agama
Agama juga dapat menjadi penyebab adanya perilaku partikularisme, terutama jika ajaran atau doktrin agama tersebut mendukung adanya sebuah identitas eksklusif.
Keyakinan bahwa satu agama merupakan satu-satunya jalan kebenaran, seringkali memicu ketegangan dan konflik antar penganut yang memunculkan sikap dan perilaku partikularisme.
Dampak Negatif Adanya Partikularisme
Partikularisme merupakan sikap yang lebih mendahulukan kepentingan pribadi, maka tentu saja ada beberapa dampak negatif dari perilaku ini.
Apa saja dampak negatif dari perilaku partikularisme? Kamu bisa simak penjelasannya sebagai berikut:
1. Tidak punya rasa empati karena kepedulian dalam dirinya telah hilang
Rasa empati tidak akan muncul sama sekali dan berbarengan dengan adanya sikap bodo amat. Bahkan mereka mungkin tidak memperhatikan apa yang terjadi di masyarakat. Orang tersebut hanya akan peduli pada apa yang terbaik untuk dirinya saja.
2. Memiliki sifat yang egois (egosentrik)
Karena perilaku partikularisme ini, seseorang juga hanya akan mementingkan diri sendiri dan berusaha untuk memperoleh keuntungan untuk dirinya saja.
Mereka yang punya sikap ini tidak akan memikirkan dampak yang akan dirasakan oleh orang lain atas tindakannya dan fokus hanya pada diri sendiri, kepentingannya atau orang-orang yang satu latar belakang saja.
3. Menimbulkan sikap narsisme
Dikarenakan mereka yang memiliki sikap partikularisme sudah tidak peduli dengan orang lain lagi, maka mereka adalah orang yang sangat narsis. Mereka memiliki kecenderungan merasa sangat percaya pada dirinya sendiri.
Bahkan mereka juga akan semakin tidak peduli dengan lingkungannya dan menganggap dunia ini hanya tentang dirinya saja.
Halaman:


