Advertisement
Source : freepik.com/Pressfoto

15 Contoh Perilaku Partikularisme di Sekolah dan Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-hari

Partikularisme merupakan sebuah sistem yang selalu mendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum. Simak contoh perilakunya di sini.

6 Mei 2024 Nana

15 Contoh Perilaku Partikularisme di Sekolah dan Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-hari — Apabila menelusuri maksud maknanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, ketika kamu mengetikkan kata ‘Partikularisme’ maka kamu akan mendapatkan dua keterangan.

Keterangan yang pertama berbunyi partikularisme adalah sebuah sistem yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan publik.

Lalu, keterangan kedua berbunyi sebuah aliran politik, ekonomi, kebudayaan yang mementingkan daerah atau kelompok khusus atau yang dikenal sebagai sukuisme. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penjelasan dan Contoh Perilaku Partikularisme dalam Kehidupan

Contoh Perilaku Partikularisme di Sekolah dan Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-hari
freepik.com/Pressfoto

Dari dua keterangan yang dijumpai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring di atas, kamu pasti sudah bisa menarik kesimpulan apa yang dimaksud dengan partikularisme.

Dalam artikel ini, Mamikos punya penjelasan berikut dengan contoh-contoh perilaku partikularisme di sekolah dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, pastikan membaca bahasan contoh perilaku partikularisme di sekolah dan masyarakat pada bahasan Mamikos kali ini.

Sebelum masuk pada bahasan apa saja contoh perilaku partikularisme di sekolah dan masyarakat dan kehidupan sehari-hari, mari pahami terlebih dahulu apa pengertian dari partikularisme itu di bagian berikut ini.

Apa Itu Etnosentrisme? Fungsi, Karakteristik, Faktor, dan Dampaknya

Memahami Pengertian Partikularisme

Sebagaimana yang sudah kamu baca di atas, partikularisme merupakan suatu paham atau sistem yang memiliki kecenderungan mengutamakan kepentingan pribadi (diri sendiri) atau kelompok sendiri di atas kepentingan secara publik.

Kepentingan umum yang dimaksud di sini merujuk pada berbagai jenis aliran politik, ekonomi, atau kebudayaan yang ada di tengah masyarakat dan membandingkannya dengan daerah atau kelompok sekunder secara khusus.

Lalu secara sosiologi, partikularisme yang ada di tengah masyarakat cenderung dapat memicu munculnya suatu konflik apabila kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang majemuk dan heterogen.

Perilaku partikularisme dapat dilihat dari dimensi sikap, dimana jika kondisi tersebut tidak diimbangi dengan sikap saling menghargai antar individu atau kelompok, maka kehidupan masyarakat menjadi tidak stabil.

Oleh karenanya, partikularisme cenderung mendorong suatu pandangan yang subjektif dan tidak objektif. Pada akhirnya, pola ini mampu menghambat integrasi secara sosial dan nasional.

Halaman:

Advertisement