9 Contoh Perilaku Syaja’ah dalam Kehidupan di Sekolah dan Lingkungan Masyarakat Sehari-Hari
Ingin tahu apa itu perilaku syaja’ah? Dalam artikel ini, Mamikos akan berikan contohnya di kehidupan sekolah dan masyarakat!
Bentuk-Bentuk Syaja’ah
Perilaku syaja’ah terbagi ke dalam dua bentuk yaitu syaja’ah harbiyah dan syaja’ah nafsiyah.Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan mengenai keduanya:
- Syaja’ah harbiyah yaitu sebuah sikap keberanian yang tampak atau terlihat. Contohnya seperti sikap berani dan tidak gentar dalam menghadapi musuh saat berada di medan perang.
- Syaja’ah nafsiyah yaitu sebuah sikap keberanian yang berada di dalam jiwa atau diri seseorang. Contohnya seperti sikap berani dalam menegakkan dan menyuarakan sebuah kebenaran meski saat menghadapi bahaya atau ancaman.
Mengapa Seorang Muslim Perlu Memiliki Perilaku Syaja’ah?
Perilaku syaja’ah merupakan sebuah sikap atau akhlak mulia yang harus diamalkan oleh seorang muslim.
Sikap ini mengajarkan kita semua untuk berani dalam melakukan tindakan-tindakan yang dilandasi oleh kebenaran.
Sebagai umat muslim, kita semua hendaknya memiliki sikap mulia satu ini. Mengingat perilaku syaja’ah sangat berhubungan atau memiliki keterikatan dengan sikap jujur.
Perilaku syaja’ah adalah bentuk kemampuan seseorang dalam menundukkan jiwanya dengan tujuan untuk senantiasa merasa teguh, tegar, serta tetap bergerak maju meskipun dihadapkan dengan berbagai permasalahan dalam hidup, musuh, maupun ujian atau musibah.
Seseorang yang memiliki jiwa syaja’ah akan senantiasa untuk menggunakan akal sehatnya dalam mengendalikan hawa nafsu dirinya agar tidak bertindak sesuka hati dan sekenanya.
Mengutip dari Liputan6.com, di dalam buku dengan judul “Mausu’ah min Akhlaq Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam” yang ditulis oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri, dijelaskan bahwa sumber syaja’ah itu berasal dari dalam hati.
Perilaku atau sikap ini dapat muncul jika hati kita tetap kuat, tegar, dan merasa tenang meskipun menghadapi sebuah tugas atau situasi yang cukup membahayakan.
Perilaku syaja’ah sendiri menggambarkan seorang muslim yang memiliki sikap berani.
Dimana, dalam Al-Quran disebutkan bahwa seseorang dengan sikap syaja’ah dapat menjadi penegak keadilan serta mampu menjadi saksi untuk untuk terus mengegakannya atas Allah SWT.
Hal tersebut terkandung dalam firman Allah pada Qs. An-Nisa ayat 135, yang berbunyi:
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya.Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.” (QS. an-Nisa ayat 135)
Halaman:


